Jalan Bluru Kidul Sidoarjo Dibangun, Subandi Tegaskan Tak Boleh Molor

Senin, 13 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sidoarjo H. Subandi meninjau proyek peningkatan Jalan Raya Bluru Kidul di Sidoarjo, Senin (13/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Sidoarjo H. Subandi meninjau proyek peningkatan Jalan Raya Bluru Kidul di Sidoarjo, Senin (13/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi meninjau langsung proyek peningkatan Jalan Raya Bluru Kidul, Senin (13/7/2026), untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai target. Dalam inspeksi tersebut, ia mengingatkan kontraktor agar menyelesaikan proyek tepat waktu, sesuai spesifikasi teknis, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Peninjauan dilakukan karena proyek peningkatan Jalan Raya Bluru Kidul menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mengatasi persoalan genangan yang selama bertahun-tahun terjadi di kawasan tersebut. Ruas jalan itu juga menjadi akses penting menuju Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sidoarjo serta sejumlah kawasan permukiman.

Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) bersama jajaran Forkopimka, Subandi menegaskan proyek tersebut tidak boleh mengalami keterlambatan. Menurutnya, kelancaran pembangunan akan berpengaruh langsung terhadap mobilitas warga dan pelayanan publik.

“Peningkatan Jalan Bluru Kidul ini menjadi prioritas karena hampir setiap musim hujan kawasan ini selalu tergenang. Akibatnya akses masyarakat menuju pusat pelayanan terganggu. Karena itu penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi,” kata Subandi.

Ia menjelaskan, tingginya kebutuhan penanganan di kawasan tersebut membuat Pemkab Sidoarjo melakukan pengalihan alokasi anggaran atau shifting budget dari program penanganan jalan di Kecamatan Sedati. Langkah itu ditempuh agar pembangunan Jalan Raya Bluru Kidul dapat segera direalisasikan.

Subandi menegaskan, pekerjaan yang dilakukan tidak hanya berupa peninggian badan jalan. Pemerintah daerah juga membangun dan merevitalisasi sistem drainase makro agar mampu mengurangi risiko banjir maupun genangan secara lebih menyeluruh.

Secara teknis, Jalan Raya Bluru Kidul akan dibangun dengan lebar mencapai 11 meter. Konstruksi menggunakan beton (rigid pavement) selebar enam meter, dilengkapi bahu jalan dan trotoar di kedua sisi guna meningkatkan keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan.

Di saat bersamaan, Pemkab Sidoarjo juga menyiapkan Detail Engineering Design (DED) untuk sistem pembuangan air menuju muara sungai. Kajian pembangunan tanggul turut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi banjir rob yang berpotensi mengancam kawasan tersebut.

“Meninggikan jalan saja tidak cukup. Sistem drainase harus terkoneksi dengan saluran pembuangan akhir menuju sungai agar aliran air lancar. Antisipasi banjir rob juga sedang kami kaji secara matang sebagai solusi jangka panjang,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga menyiapkan penataan kawasan di sepanjang Jalan Raya Bluru Kidul. Ke depan, badan maupun bahu jalan akan difungsikan sepenuhnya untuk lalu lintas kendaraan sehingga aktivitas perdagangan yang memanfaatkan ruang jalan tidak lagi diperbolehkan.

Sebelum penataan dilakukan, bangunan yang berada di ruang milik jalan (Rumija) akan didata melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga pengurus RT/RW. Pendekatan tersebut dilakukan agar proses penataan berlangsung secara persuasif.

“Kami akan melakukan pendataan secara humanis dan melibatkan pemerintah desa agar proses penataan berjalan baik. Tujuannya agar fungsi jalan kembali optimal tanpa mengabaikan hak masyarakat,” jelasnya.

Subandi menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada Desember 2026. Target itu dinilai dapat tercapai apabila kondisi cuaca mendukung dan pelaksanaan proyek berjalan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.

Di akhir peninjauan, Subandi kembali mengingatkan kontraktor agar menjaga profesionalisme selama proses pembangunan. Ia juga meminta pelaksana proyek memprioritaskan penggunaan tenaga kerja lokal sehingga pembangunan tidak hanya menghadirkan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat Sidoarjo.

“Kontraktor harus profesional, bekerja sesuai spek, tepat waktu, dan wajib memprioritaskan tenaga kerja lokal asal Sidoarjo. Pembangunan yang dibiayai APBD tidak hanya menghasilkan infrastruktur berkualitas, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Penulis : Tom

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik
Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh Ruslan Mataram Uji Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Lapangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru