Jalur Arjuno-Welirang Ditutup Total, Karhutla Muncul di Tretes Pasuruan

Jumat, 21 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas gabungan melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno melalui jalur Tretes, Prigen, Pasuruan, Kamis (20/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas gabungan melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno melalui jalur Tretes, Prigen, Pasuruan, Kamis (20/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Seluruh akses jalur pendakian menuju kawasan Gunung Arjuno-Welirang ditutup total menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terdeteksi di kawasan Gunung Arjuno, Rabu (19/8/2026) dini hari.

Titik api terpantau berada di atas wilayah Pondokan, tepatnya di jalur pendakian Arjuno via Tretes, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Kemunculan api membuat pengelola dan petugas gabungan langsung meningkatkan kewaspadaan demi mengamankan kawasan serta pendaki.

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo kawasan Gunung Arjuno-Welirang Jawa Timur, Agustiningtyas Marini, mengatakan penutupan dilakukan sebagai langkah keselamatan. Pendaki yang telah berada di kawasan diminta segera turun, sedangkan calon pendaki yang hendak berangkat pada hari kejadian tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

“Semua jalur menuju Arjuno-Welirang ditutup. Pendaki sudah kita evakuasi untuk melakukan penurunan yang naik kemarin kita minta turun hari ini, dan yang hari ini tidak diperkenankan untuk naik,” kata Agustiningtyas melalui sambungan seluler, Kamis (20/8/2026).

Penutupan tersebut berlaku untuk seluruh jalur pendakian kawasan Arjuno-Welirang. Jadwal pendakian yang tertunda nantinya akan dijadwalkan kembali setelah kondisi kawasan dinyatakan aman oleh pihak pengelola.

Agustiningtyas menjelaskan, titik api mulai terdeteksi sejak Rabu dini hari. Hingga Kamis, petugas masih berfokus melakukan penanganan dan pemadaman di sejumlah lokasi yang terbakar.

“Sementara prediksi luasan lahan terbakar masih belum kami lakukan,” singkatnya.

Proses pemadaman menghadapi tantangan medan yang terjal dan sulit dijangkau kendaraan roda empat. Kondisi tersebut membuat petugas harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki menuju lokasi untuk melakukan pemadaman secara manual.

Tiga tim gabungan dikerahkan untuk menyisir sejumlah titik api yang berada di kawasan hutan. Tim tersebut melibatkan personel dari Resort Pasuruan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta relawan yang bergerak dari Posko Tretes.

“Ini kita masih menerjunkan tiga tim. Teman-teman dari Resort Pasuruan, BKSDA sama relawan bergerak menuju Lembah Kidang, kemudian dua tim yang lainnya menuju Lapangan Kota diberangkatkan dari Posko Tretes,” lanjut Agustiningtyas.

Pembagian tim dilakukan untuk mempercepat penanganan di lokasi yang menjadi sasaran pemadaman. Petugas bergerak menuju Lembah Kidang serta Lapangan Kota guna menyisir dan menjinakkan titik api yang berpotensi mengancam kawasan hutan lebih luas.

Penutupan seluruh jalur pendakian juga menjadi bagian dari upaya membatasi aktivitas manusia di kawasan terdampak kebakaran. Langkah tersebut diambil agar proses penanganan dapat berlangsung tanpa menambah risiko keselamatan bagi pendaki maupun petugas.

UPT Tahura Raden Soerjo hingga kini masih memantau perkembangan kondisi di lapangan secara berkala. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui situasi terkini sekaligus mengantisipasi kemungkinan meluasnya area yang terdampak karhutla.

Masyarakat dan relawan yang berada di sekitar kawasan Gunung Arjuno-Welirang diminta tetap waspada serta mengikuti arahan petugas. Akses pendakian baru akan kembali dibuka setelah kondisi dinilai aman.

Dengan penutupan total tersebut, aktivitas pendakian menuju Arjuno-Welirang untuk sementara dihentikan. Pengelola menempatkan faktor keselamatan sebagai pertimbangan utama selama proses penanganan kebakaran masih berlangsung.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Sumber Berita: RRI.CO.ID

Berita Terkait

Kecelakaan Maut di Jalur Deandles Lamongan, Ibu dan Balita Tewas
Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan
Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya
Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta
Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu
Dua Kebakaran Lahan di Kedungpring Lamongan, Ini Dugaan Pemicunya
Bendahara II KONI Kendal MRS Ditahan, Diduga Selewengkan Dana Rp798 Juta
Karhutla Jember Mulai Mereda, Perhutani Ingatkan Bahaya Bakar Hutan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 05:26

Kecelakaan Maut di Jalur Deandles Lamongan, Ibu dan Balita Tewas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:51

Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:12

Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:04

Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:43

Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu

Berita Terbaru