Jatim Borong Penghargaan Nasional, Khofifah Dorong Layanan Publik Lebih Cepat

Senin, 27 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan EPPD 2025 di Kemendagri, Senin (27/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan EPPD 2025 di Kemendagri, Senin (27/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik nasional. Dalam peringatan Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026, Pemprov Jatim meraih predikat kinerja tinggi berdasarkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) 2025, dengan skor 3,4695.

Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri tersebut diterima langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dari Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto di Kantor Kemendagri, Senin (27/4).

Capaian ini tidak berdiri sendiri. Jawa Timur menjadi provinsi dengan perolehan penghargaan terbanyak secara nasional, dengan total 11 penghargaan EPPD 2025—terdiri dari satu untuk provinsi dan sepuluh untuk kabupaten/kota.

Sejumlah daerah yang turut berkontribusi antara lain Banyuwangi, Bojonegoro, Gresik, Jombang, Malang, Nganjuk, Ngawi, Sidoarjo, serta Kota Blitar dan Surabaya. Dominasi ini menunjukkan konsistensi tata kelola pemerintahan di berbagai level.

Bagi masyarakat, capaian ini menjadi indikator penting terhadap kualitas layanan publik. Mulai dari pelayanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi daerah dinilai berjalan lebih efektif dan terukur.

Khofifah menegaskan, penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor, bukan sekadar capaian administratif. Ia menyebut otonomi daerah harus diterjemahkan dalam kebijakan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kami terus berupaya menghadirkan kemandirian dan kesejahteraan di berbagai sektor. Otonomi daerah kami maknai secara aplikatif agar manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut sejalan dengan arah pembangunan Jawa Timur melalui program Nawa Bhakti Satya yang mencakup sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga lingkungan.

Namun, di tengah capaian tersebut, tantangan pelayanan publik dinilai masih besar. Efisiensi anggaran, pemerataan layanan, hingga peningkatan kualitas birokrasi menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara konsisten.

Wamendagri Bima Arya mengingatkan bahwa otonomi daerah bukan sekadar soal kewenangan, tetapi juga tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya integritas dalam menjalankan desentralisasi.

“Kewenangan tanpa integritas hanya melahirkan penyimpangan. Otonomi daerah harus diiringi tanggung jawab untuk menghadirkan pelayanan yang adil dan berkualitas,” tegasnya.

Dengan capaian ini, Jawa Timur diharapkan tidak hanya mempertahankan prestasi, tetapi juga mempercepat reformasi layanan publik. Harapannya, penghargaan tersebut benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat bukan hanya angka di atas kertas.

“Ini adalah hasil sinergi bersama. Kami akan terus menguatkan kolaborasi agar pelayanan publik semakin cepat, merata, dan berkualitas,” pungkas Khofifah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru