Jatim Juara I Pengolahan Sampah dan Lingkungan Asri, Khofifah: Hasil Gotong Royong Masyarakat

Sabtu, 29 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan Terbaik I Kategori Pengolahan Sampah dan Lingkungan Asri dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Jumat (28/8). (Foto: Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan Terbaik I Kategori Pengolahan Sampah dan Lingkungan Asri dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Jumat (28/8). (Foto: Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BADUNG, BALI, RadarBangsa.co.id – Jawa Timur dinobatkan sebagai Provinsi Terbaik I Kategori Pengolahan Sampah dan Lingkungan Asri dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam acara di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Jumat (28/8) malam.

Atas capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendapatkan bantuan pemerintah sebesar Rp2 miliar.

Penilaian penghargaan mencakup kinerja pengelolaan sampah, kualitas lingkungan hidup, efektivitas program, hingga inovasi daerah yang dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Khofifah menyebut penghargaan tersebut bukan semata-mata hasil kerja pemerintah provinsi. Menurutnya, capaian itu lahir dari keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Alhamdulillah, kerja keras, komitmen dan kepedulian seluruh pihak dan masyarakat membuahkan apresiasi oleh Pemerintah Pusat. Terima kasih kepada seluruh masyarakat hingga para unit SMA, SMK dan SLB Negeri maupun swasta di berbagai daerah yang mendukung pelaksanaan kurve secara rutin,” ujar Khofifah.

Ia mengatakan, kegiatan kurve atau aksi bersih-bersih juga diarahkan agar sampah yang terkumpul dapat diolah menjadi pupuk organik untuk mendukung program ketahanan pangan di sekolah.

Menurut Khofifah, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan mengumpulkan dan mengangkut sampah. Dibutuhkan perubahan perilaku, sistem pengelolaan yang baik, inovasi, serta solusi jangka panjang.

Pemprov Jatim pun terus mendorong gerakan kebersihan yang melibatkan pemerintah, Forkopimda, komunitas, aktivis lingkungan, dunia pendidikan, dan masyarakat. Aksi tersebut dilakukan secara rutin di berbagai wilayah, termasuk kawasan pantai dan sungai.

“Aksi kurve atau bersih-bersih, baik di pantai maupun sungai, merupakan wujud nyata pentingnya budaya gotong royong lintas sektor dalam mengatasi persoalan sampah di Indonesia. Ini kita harapkan menjadi awal yang baik untuk membangun budaya kepedulian lingkungan, terutama dalam membangun kesadaran membuang dan mengelola sampah dari tingkat masyarakat paling bawah,” jelasnya.

Khofifah menegaskan, gerakan bersih-bersih tidak boleh berhenti pada kegiatan membersihkan lingkungan. Pengelolaan sampah harus memiliki sistem yang mampu menangani persoalan dari hulu hingga hilir.

Karena itu, Pemprov Jatim juga mendorong pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai salah satu solusi strategis menghadapi persoalan sampah perkotaan.

Pemprov Jatim telah melakukan Perjanjian Kerja Sama proyek PSEL bersama tujuh bupati dan wali kota di kawasan Surabaya Raya dan Malang Raya.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun sistem pengolahan sampah yang lebih modern sekaligus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan.

“Persoalan sampah saat ini merupakan salah satu urgensitas yang tidak bisa diselesaikan dengan solusi jangka pendek. Harus yang sifatnya jangka panjang. Dan kami di Jawa Timur telah berkomitmen untuk bersama-sama menemukan solusi yang tepat,” kata Khofifah.

Ia menambahkan, PSEL tidak hanya ditujukan untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir. Sampah juga diupayakan dapat ditransformasikan menjadi sumber energi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan.

“Bagaimana kita mentransformasi sebuah masalah menjadi potensi untuk lingkungan yang lebih baik, lebih sehat dan lebih bersih sekaligus berkelanjutan,” katanya.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, kapasitas awal PSEL Surabaya Raya direncanakan mencapai 1.100 ton sampah per hari. Kapasitas itu sejalan dengan ketentuan Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2025 yang mensyaratkan minimal 1.000 ton sampah per hari sebagai bahan baku operasional.

Penguatan pengelolaan sampah tersebut tercermin dalam capaian Jawa Timur secara nasional.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup RI per Maret 2026, capaian pengelolaan sampah di Jawa Timur mencapai 52,7 persen. Angka tersebut disebut menjadi yang tertinggi secara nasional dan berada jauh di atas rata-rata nasional sekitar 24,95 persen.

Khofifah menegaskan capaian tersebut harus menjadi pemacu bagi seluruh pihak untuk terus berinovasi. Penghargaan dari pemerintah pusat, kata dia, bukanlah tujuan akhir.

“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana capaian ini menjadi energi untuk terus memperkuat pengelolaan sampah dan menjaga lingkungan Jawa Timur secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil menjalankan program dan kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Khusus kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri, Tito menekankan pentingnya transformasi kebijakan dan strategi daerah dalam pengelolaan sampah, baik dari hilir ke hulu maupun hulu ke hilir.

“Banyak daerah yang sudah dan tengah berusaha mengimplementasikan kedua hal itu, ada yang berhasil ada yang belum. Salah satu yang berhasil adalah di Kota Surabaya, Jawa Timur,” puji Tito.

Tito juga berharap pemerintah daerah terus menggalakkan kegiatan kurve di berbagai kesempatan. Pemerintah daerah, menurutnya, harus menjadi pelopor sekaligus contoh bagi masyarakat.

“Misal di setiap kantor dinas atau kantor desa bisa dilakukan Kurve setiap dua hari dalam seminggu, maka lama-lama akan menjadi kebiasaan,” contohnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tito turut menyampaikan apresiasi atas kepedulian pemerintah daerah terhadap bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Ia secara khusus menyebut bantuan dari Jawa Timur yang dikirim untuk membantu masyarakat terdampak.

“Salah satunya Provinsi Jawa Timur. Saya tahu Ibu Khofifah bertruk-truk itu bantuannya kirim kesana. Inilah solidaritas kita, saling peduli terhadap daerah yang terjadi bencana diharapkan menjadi tradisi bagi kita semua karena sangat bermanfaat. Teruslah bekerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat kita,” pungkasnya.

Prestasi Jawa Timur dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 juga datang dari sejumlah kabupaten/kota.

Pada Kategori Kota dengan Implementasi Program 3 Juta Rumah, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Madiun, dan Kota Surabaya menjadi perwakilan Jawa Timur yang meraih penghargaan.

Pada Kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, Kota Mojokerto meraih Terbaik I dan Kota Surabaya Terbaik III.

Sementara pada Kategori Akses Penduduk terhadap Layanan Pendidikan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Magetan, Kota Blitar, dan Kota Madiun turut menjadi daerah berprestasi.

Untuk Kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri, Kabupaten Sidoarjo, Kota Malang, Kota Blitar, dan Kota Surabaya juga masuk jajaran daerah pemenang.

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027
Bahas RUU Pertanahan, Lia Istifhama Cairkan Suasana Rapat Komite I DPD RI dengan Pantun
Senator Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Lindungi Masyarakat dari Sengketa dan Mafia Tanah
Bukan Sekadar Soal Panggilan, Kemnaker Tekankan Kepastian Hak Pekerja Rumah Tangga

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Selasa, 15 September 2026 - 23:41

RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Berita Terbaru