Jatim Ungguli Nasional dalam Tekan Pengangguran, Khofifah Raih Penghargaan dan Bonus Rp3 Miliar

Jumat, 5 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Khofifah menerima penghargaan Terbaik I Penurunan Tingkat Pengangguran di Yogyakarta, Kamis (4/6/2026). (Foto: Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Khofifah menerima penghargaan Terbaik I Penurunan Tingkat Pengangguran di Yogyakarta, Kamis (4/6/2026). (Foto: Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

YOGYAKARTA, RadarBangsa.co.id – Jawa Timur kembali mencatat capaian penting di sektor ketenagakerjaan. Saat rata-rata Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional masih berada di angka 4,68 persen, Jawa Timur berhasil menekannya hingga 3,55 persen per Februari 2026.

Capaian tersebut mengantarkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan Terbaik I Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis (4/6) malam.

Penghargaan itu menjadi pengakuan atas tren positif ketenagakerjaan di Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya menerima penghargaan, Pemprov Jatim juga memperoleh insentif fiskal sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi atas program pembangunan yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Bagi masyarakat, indikator paling nyata dari capaian tersebut adalah semakin menurunnya jumlah pengangguran di Jawa Timur. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur menunjukkan TPT Jawa Timur pada Februari 2026 berada di angka 3,55 persen, turun dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 3,61 persen.

Dalam kurun lima tahun terakhir, tren penurunan itu berlangsung konsisten. TPT Jawa Timur yang pada Februari 2021 masih berada di angka 5,17 persen kini turun menjadi 3,55 persen.

Usai menerima penghargaan, Gubernur Khofifah menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam pembangunan ekonomi dan ketenagakerjaan di Jawa Timur.

“Alhamdulillah, untuk penurunan angka pengangguran Jawa Timur mendapatkan apresiasi ini. Ini hasil kerja semua lini dan semua elemen, dunia usaha serta dunia industri,” ujar Khofifah.

Menurutnya, penurunan pengangguran tidak terjadi secara instan. Berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Nawa Bhakti Satya menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong investasi yang mampu menyerap tenaga kerja.

Selain itu, kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia kerja juga terus diperkuat agar lulusan sekolah maupun perguruan tinggi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Salah satu indikator yang mendapat perhatian adalah penurunan pengangguran pada lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Selama ini lulusan vokasi kerap menjadi sorotan karena tingginya angka pengangguran di kelompok tersebut.

Namun kondisi itu mulai berubah. Data BPS menunjukkan TPT lulusan SMK turun menjadi 5,73 persen pada Februari 2026 dari sebelumnya 5,87 persen pada Februari 2025.

Khofifah menilai capaian tersebut menjadi sinyal bahwa program keterhubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri mulai menunjukkan hasil yang nyata.

“Penurunan pengangguran lulusan SMK sangat signifikan. Ini menunjukkan bahwa penguatan link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri semakin efektif,” tutur Khofifah.

Menurut dia, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari berbagai program yang mempertemukan sekolah vokasi, lembaga pelatihan kerja, perguruan tinggi, serta dunia usaha dan industri dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Kolaborasi itu diwujudkan melalui berbagai program, mulai pelatihan berbasis kompetensi, magang industri hingga perluasan akses penempatan tenaga kerja.

Upaya membuka peluang kerja juga tidak hanya dilakukan di dalam negeri. Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperluas kerja sama penempatan tenaga kerja ke berbagai negara tujuan.

“Upaya membuka kesempatan kerja terus kami lakukan melalui kolaborasi dengan dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi. Bahkan saat ini Jawa Timur telah menjalin kerja sama penempatan tenaga kerja dengan 13 negara tujuan, termasuk membuka peluang kerja luar negeri bagi lulusan SMK,” ungkapnya.

Langkah tersebut mulai menunjukkan hasil. Pada tahun 2026 sebanyak 4.920 peserta dari 112 SMK dan lembaga kursus dan pelatihan (LKP) mengikuti program magang dan peluang kerja luar negeri.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.617 peserta dinyatakan lolos seleksi dan telah memperoleh Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Menurut Khofifah, data tersebut menunjukkan bahwa lulusan SMK dan lembaga pelatihan kerja di Jawa Timur semakin kompetitif dan mampu bersaing di pasar kerja global.

Perbaikan kondisi ketenagakerjaan juga terlihat dari meningkatnya partisipasi masyarakat dalam dunia kerja. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Jawa Timur tercatat mencapai 74,78 persen atau naik 0,53 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, jumlah penduduk bekerja mencapai 24,25 juta orang. Angka itu bertambah sekitar 388 ribu orang dibandingkan tahun lalu.

Bagi pemerintah daerah, capaian tersebut menjadi indikator bahwa berbagai kebijakan yang dijalankan mulai memberikan dampak terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Khofifah menegaskan insentif fiskal sebesar Rp3 miliar yang diterima Jawa Timur akan digunakan untuk memperkuat berbagai program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Insentif fiskal yang diberikan pemerintah pusat akan kami optimalkan untuk memperkuat program-program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama peningkatan kualitas SDM, pengembangan kewirausahaan, perluasan kesempatan kerja, dan penguatan ekosistem investasi yang mampu menyerap tenaga kerja secara luas,” tegasnya.

Meski berhasil mencatatkan tren positif, Khofifah menilai tantangan ketenagakerjaan ke depan tidak akan semakin mudah. Perubahan kebutuhan industri, perkembangan teknologi, hingga persaingan pasar kerja global menuntut kolaborasi yang lebih kuat dari seluruh pemangku kepentingan.

Karena itu, pemerintah daerah, dunia usaha, dunia industri, lembaga pendidikan dan masyarakat dinilai harus terus bergerak bersama agar peluang kerja semakin terbuka.

Di akhir, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam upaya menurunkan angka pengangguran di Jawa Timur.

“Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Jawa Timur. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari sinergi besar dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang semakin kuat, produktif, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru