Jelang Muktamar NU, Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Dorong Kader Kopri Perkuat Strategi Digital

Rabu, 26 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lia Istifhama saat menjadi narasumber Wonder Initiative Camp PB Kopri PMII di Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang, Rabu (26/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Lia Istifhama saat menjadi narasumber Wonder Initiative Camp PB Kopri PMII di Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang, Rabu (26/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JOMBANG, RadarBangsa.co.id – Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), kader Korps PMII Putri (Kopri) didorong memperkuat kapasitas, identitas, integritas, dan strategi digital agar mampu mengambil peran lebih besar di ruang publik.

Pesan itu disampaikan Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, saat menjadi narasumber Wonder Initiative Camp yang digelar Pengurus Besar Korps PMII Putri (PB Kopri) di Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut juga menghadirkan Komisioner KPU Jawa Timur Nur Salam, politisi PKB Luluk Khamida, Wakil Ketua MPR RI Eem Marhamah, serta sejumlah narasumber lainnya. Hadir pula Ketua PB Kopri Wulansari Aliyatul Sholihah dan Ketua Korcab Kopri PMII Jawa Timur Kholisatul Hasanah.

Dalam paparannya, Lia menekankan pentingnya perempuan membangun kapasitas, identitas, popularitas, dan integritas secara bersamaan. Menurut dia, keterwakilan perempuan di ruang publik, termasuk parlemen, masih menjadi tantangan yang perlu dijawab melalui kualitas dan keberanian mengambil posisi strategis.

“Tren rata-rata global keterwakilan perempuan di parlemen sudah mencapai sekitar 27,5 persen. Karena itu, perempuan harus berani masuk dan mengambil posisi strategis,” ujar Lia.

Ia juga menyoroti bahwa semangat women support women belum selalu berjalan ideal. Menurut Lia, perempuan yang mulai tampil di ruang publik tetap menghadapi persaingan dan tidak selalu mendapatkan dukungan dari sesama perempuan.

“Women support women itu tidak selalu didukung. Ketika ada perempuan yang mulai menyala, tidak semuanya berada di belakang untuk mendukung,” ungkapnya.

Lia kemudian membagikan pengalamannya dalam membangun popularitas di tengah proses politik. Ia menilai popularitas memang menjadi bagian dari strategi, tetapi tidak cukup untuk menjadi modal meraih kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, popularitas harus berjalan bersama kecerdasan, integritas, dedikasi, dan kemampuan merepresentasikan kepentingan publik.

“Pertanyaannya, apakah kita terpilih hanya karena popularitas atau karena ada integritas dalam proses demokrasi? Apa pun strateginya, kalau kita serius dan berkomitmen, proses itu akan membangun preferensi publik terhadap kita,” jelasnya.

Kader Kopri Diminta Melek Strategi Digital

Lia juga mengajak kader Kopri memahami perubahan pola komunikasi masyarakat, terutama generasi Z. Menurutnya, ruang digital kini menjadi salah satu arena penting dalam membentuk persepsi dan perhatian publik.

Ia mencontohkan kebiasaan pengguna media sosial yang menentukan ketertarikan terhadap sebuah konten dalam waktu singkat. Karena itu, kader organisasi tidak cukup hanya aktif melalui kegiatan konvensional, tetapi juga perlu mampu mengemas gagasan agar sesuai dengan karakter komunikasi digital.

“Kalau Gen Z melihat konten, mereka akan scroll. Tiga detik pertama harus menarik. Ini bagian dari bagaimana kita masuk dalam agenda setting dan memengaruhi orang,” kata Lia.

Menurut dia, kemampuan membuat konten tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar popularitas. Media sosial juga perlu digunakan untuk memproduksi gagasan, membangun identitas, dan menghadirkan narasi yang memiliki nilai.

“Jangan hanya menjadi konsumen di dunia digital. Kita harus belajar bagaimana menjadi produsen gagasan,” tegasnya.

Lia juga mengingatkan kader Kopri agar tidak terjebak pada standar kecantikan yang dibentuk budaya populer. Ia mendorong perempuan Indonesia menggali identitas dan kekuatan budaya sendiri.

“Bisa tidak Indonesia berbicara tentang kecantikan ala perempuan Nahdliyin, dengan kultur kita sendiri? Anggun, berilmu, berintegritas, dan memiliki identitas,” tuturnya.

Perempuan Harus Tunjukkan Kapasitas

Lia selanjutnya mengajak perempuan tidak berhenti pada isu keterwakilan gender. Ketika telah memperoleh posisi strategis, perempuan dinilai harus mampu menunjukkan kapasitas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kalau perempuan sudah mewakili perempuan, jangan lagi hanya bicara gender. Isunya adalah bagaimana kita membangun identitas, kapasitas, dan dedikasi,” ujarnya.

Ia menilai posisi sebagai anggota legislatif, pengurus organisasi, maupun pemimpin bukan sekadar persoalan jabatan. Posisi tersebut membawa tanggung jawab untuk benar-benar menjadi representasi masyarakat.

“Ketika menjadi anggota dewan, pertanyaannya bukan hanya bagaimana mendapatkan posisi, tetapi bagaimana menjadi representasi yang benar-benar memiliki dedikasi,” lanjutnya.

Lia berharap organisasi menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus laboratorium kepemimpinan bagi kader Kopri. Penguatan identitas, kecakapan digital, kemampuan komunikasi, dan integritas dinilai penting sebagai bekal menghadapi tantangan demokrasi.

Ia juga mengingatkan agar kader tidak berhenti pada aktivitas di media sosial. Ruang digital, kata dia, harus menjadi instrumen untuk memperluas pengaruh positif dan memperkuat keberlanjutan gerakan organisasi.

“Jangan berhenti di dunia media sosial. Kita harus memahami bagaimana narasi dibangun, bagaimana pengaruh bekerja, dan bagaimana organisasi bisa terus hidup melalui proses yang konsisten,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PB Kopri PMII Wulansari Aliyatul Sholihah mengatakan Wonder Initiative Camp menjadi ruang strategis bagi kader Kopri untuk memperkuat kapasitas perempuan muda.

“Sekaligus mempersiapkan generasi pemimpin yang mampu menjawab tantangan demokrasi dan perubahan ekosistem digital,” harapnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian
Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian
Polres Lamongan Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah
SMPN 1 Bangsalsari Jember Kembangkan Gulat, Siapkan Atlet Pelajar ke Popda Jatim
Festival Film Santriwati Warnai Penutupan HSN 2026 di Lamongan
Program SIKAP Jatim Raih Penghargaan Nasional, 1.548 Sekolah Jadi Penggerak Ketahanan Pangan
TKA SMKN 8 Malang Diikuti 391 Murid, Khofifah Turun Langsung
Kapolres Lamongan Ajak Pelajar SMPN 1 Jauhi Narkoba Lewat POLIDIK

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:41

Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14

Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:08

Polres Lamongan Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:22

SMPN 1 Bangsalsari Jember Kembangkan Gulat, Siapkan Atlet Pelajar ke Popda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:54

Festival Film Santriwati Warnai Penutupan HSN 2026 di Lamongan

Berita Terbaru