Jember Kencangkan Pengawasan MBG, Gus Fawait Bentuk Satgas Khusus Pantau Ratusan SPPG

Jumat, 27 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember Gus Fawait saat evaluasi program MBG dan pembentukan Satgas SPPG, Selasa (25/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Jember Gus Fawait saat evaluasi program MBG dan pembentukan Satgas SPPG, Selasa (25/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Bupati Jember, Gus Fawait, membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk memperketat pengawasan ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil menyusul evaluasi intensif terhadap operasional dapur produksi yang tersebar di berbagai kecamatan.

Gus Fawait menegaskan, skala program MBG di Jember tergolong besar karena melibatkan ratusan titik SPPG yang setiap hari melayani kebutuhan gizi ribuan siswa. Cakupan luas tersebut dinilai sebagai peluang strategis, namun juga menyimpan potensi persoalan jika tidak diawasi secara ketat.

“Program MBG melalui ratusan SPPG ini bukan sekadar mengisi perut anak-anak dengan makanan sehat. Ini juga tentang membangun kualitas sumber daya manusia dan menggerakkan ekonomi rakyat,” ujarnya.

Dari sisi manfaat, ia menyoroti dua dampak utama. Pertama, peningkatan kualitas SDM melalui asupan protein dan nutrisi seimbang guna menunjang pertumbuhan fisik serta kecerdasan anak. Kedua, terciptanya perputaran ekonomi lokal karena bahan baku dapur diserap dari petani, peternak, dan pedagang pasar setempat.

Namun, besarnya jaringan SPPG dinilai memerlukan pengawasan berlapis. Karena itu, Pemkab Jember membentuk satgas yang bertugas memantau standar operasional dapur, kualitas menu, hingga tata kelola distribusi.

“Potensi kekurangan pasti ada dalam program sebesar ini. Satgas akan memantau ketat. Jika ada dapur yang tidak memenuhi standar atau bermain-main dengan menu, akan kami tindak tegas melalui rekomendasi ke Badan Gizi Nasional,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh kendala teknis di lapangan segera dilaporkan agar solusi bisa diambil cepat, tanpa saling menyalahkan antara pemerintah daerah dan pusat.

Gus Fawait berharap SPPG di Jember dapat menjadi percontohan nasional, tidak hanya dalam efektivitas distribusi gizi, tetapi juga dalam mendorong kebangkitan ekonomi desa. “Ini tanggung jawab saya sebagai kepala daerah,” pungkasnya.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik
Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh Ruslan Mataram Uji Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Lapangan
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru