Jember Minim Penerima Bantuan Pangan, Gus Fawait Bidik Kemiskinan Anjlok

Kamis, 26 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Jember memastikan distribusi bantuan pangan kepada masyarakat terus diperkuat melalui sinergi dengan Bulog. Langkah ini ditegaskan dalam sosialisasi penyaluran bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026 di Pendopo Wahyawibawagraha, Kamis (26/3/2026).

Dalam agenda tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan optimisme bahwa angka kemiskinan di wilayahnya dapat ditekan secara signifikan, seiring rendahnya jumlah penerima bantuan pangan dibanding kabupaten lain di Jawa Timur.

Sosialisasi dipimpin Kepala Bulog Jember M. Ade Saputra dengan melibatkan jajaran organisasi perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, serta unsur TNI dan Polri. Kegiatan ini bertujuan memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran dan sesuai prosedur.

Pemerintah daerah menargetkan penyaluran bantuan pangan mulai dilakukan pada akhir Maret 2026. Kehadiran lintas sektor dinilai penting untuk meminimalkan kendala teknis di lapangan.

Selain itu, Pemkab Jember menyiapkan langkah pendukung berupa pemasangan stiker di rumah penerima bantuan. Kebijakan ini difokuskan untuk memperkuat validasi data dan sinkronisasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Insyaallah, pada akhir Maret ini akan dilaksanakan penyaluran bantuan pangan dari Presiden Republik Indonesia bagi masyarakat Jember,” ujar Bupati Jember, Muhammad Fawait.

Ia menegaskan, stiker yang dipasang tidak akan mencantumkan label negatif. “Tidak ada kata ‘miskin’, hanya ‘Bantuan Pangan’ demi menjaga martabat penerima,” imbuhnya.

Data pemerintah menunjukkan jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Jember menjadi yang terendah di Jawa Timur. Kondisi ini mengindikasikan tren penurunan angka kemiskinan yang mulai terlihat dalam beberapa waktu terakhir.

Untuk mempercepat penurunan tersebut, Satgas Pengentasan Kemiskinan juga melibatkan aparatur sipil negara dalam pemantauan dan pemutakhiran data masyarakat pada kategori desil 1 dan desil 2.

Pemkab Jember menargetkan jumlah penduduk miskin dapat ditekan di bawah 200.000 jiwa, angka yang belum pernah dicapai dalam satu dekade terakhir.

Gus Fawait menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini. “Target kami jelas, kemiskinan turun signifikan dan bantuan benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru