Jember Tangani Banjir Villa Indah Tegal Besar II, Pemkab Fasilitasi Solusi Relokasi dan Tanggul

Rabu, 25 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Audiensi warga Villa Indah Tegal Besar II bersama Satgas dan BPN Jember. Selasa, 24 Februari 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Audiensi warga Villa Indah Tegal Besar II bersama Satgas dan BPN Jember. Selasa, 24 Februari 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang memfasilitasi audiensi warga Perumahan Villa Indah Tegal Besar II, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, untuk membahas persoalan banjir yang berulang, Selasa (24/2/2026), di Ruang Rapat Kantor Pertanahan Kabupaten Jember. Pertemuan ini menghadirkan Kepala Kantor Pertanahan Ghilman Afifuddin, Ketua Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang Achmad Imam Fauzi, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perwakilan warga.

Banjir yang melanda kawasan tersebut pada akhir Desember 2025 lalu kembali menimbulkan keresahan. Dari total 72 unit rumah, 52 terdampak langsung, dengan beberapa mengalami kerusakan struktural. Masalah ini bukan kali pertama; hampir setiap musim hujan, warga terpaksa menyiapkan tanggul darurat dan waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.

 

Audiensi menjadi lanjutan dari dialog sebelumnya antara warga, pemerintah daerah, dan pengembang, PT Sembilan Bintang Lestari (SBL). Ketua Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang Achmad Imam Fauzi menekankan pentingnya langkah konkret. “Intinya apa yang bisa dieksekusi dalam waktu dekat. Pertemuan ini untuk memastikan ada solusi nyata,” ujarnya.

Tri Wahyudi, perwakilan warga RT 5, menyampaikan bahwa warga tidak mencari polemik panjang, melainkan jaminan keamanan bagi keluarga. Pengembang, menurut Tri, telah bersedia bertanggung jawab, termasuk membuka opsi relokasi jika ditemukan bangunan yang melanggar ketentuan tata ruang. Sebagian warga bahkan membuat tanggul sementara dari bambu untuk menahan aliran air.

Koordinator Warga, Achmad Syaifudin, menambahkan bahwa trauma psikologis akibat banjir masih dirasakan. Setiap hujan lebat memicu kekhawatiran warga. Ia menegaskan kemungkinan langkah hukum sedang dipertimbangkan setelah Satgas menemukan indikasi pelanggaran pengembang di kawasan tersebut.

“Jika memang terbukti melanggar, tentu harus ada konsekuensi hukum,” ujarnya.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jember, Ghilman Afifuddin, menyatakan empati terhadap kondisi warga dan menekankan perlunya koordinasi lintas sektor. Ia menjelaskan bahwa secara administratif, sertifikat kepemilikan tanah warga sah, namun pemanfaatan lahan harus sesuai rencana tata ruang.

“Pembatalan sertifikat bukan langkah sederhana karena harus melalui pengadilan. Solusi realistis adalah meminimalkan risiko banjir, seperti pembangunan tanggul atau relokasi,” jelas Ghilman. Ia menambahkan, Kantor Pertanahan siap mendukung teknis dan yuridis jika langkah penyelesaian disepakati. Selanjutnya, Satgas dan Kantor Pertanahan akan berbagi data histori lahan untuk menelusuri akar persoalan.

Ghilman juga menegaskan, penentuan pelanggaran bukan kewenangan Kantor Pertanahan. “Kami tidak pada posisi menentukan benar atau salah. Fokus kami adalah memastikan penggunaan lahan diarahkan agar warga terhindar dari risiko bencana,” tandasnya.

Berdasarkan pendataan awal Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang, terdapat 104 kawasan perumahan di Kabupaten Jember yang berpotensi memicu atau memperparah banjir. Dari jumlah tersebut, 13 lokasi masuk prioritas penanganan segera, sementara 91 lainnya akan disurvei lebih lanjut untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran tata ruang, khususnya di kawasan sempadan sungai.

Audiensi ini menjadi momentum penting untuk memastikan koordinasi antara warga, pengembang, dan pemerintah daerah dapat menghasilkan solusi praktis. Dengan langkah terpadu, diharapkan risiko banjir berulang di Villa Indah Tegal Besar II dapat diminimalkan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Kami berharap pertemuan ini menjadi awal tindakan nyata, bukan sekadar dialog. Keamanan dan ketenangan warga harus menjadi prioritas utama,” pungkas Achmad Imam Fauzi.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru