Jenang Suro Jadi Perekat Tradisi, Festival di Tutur Pasuruan Gerakkan Budaya dan UMKM

Rabu, 8 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Tradisi menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam masih terjaga kuat di Kabupaten Pasuruan. Warga Desa Tutur, Kecamatan Tutur, kembali menggelar Festival Jenang Suro sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat, Minggu (5/7/2026).

Festival yang dipusatkan di Pendopo Kecamatan Tutur dan sepanjang ruas jalan di sekitar kantor kecamatan itu menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari memasak jenang suro secara gotong royong, pawai budaya, hingga bazar UMKM yang melibatkan masyarakat setempat.

Sejak pagi, puluhan ibu-ibu memasak jenang suro bersama di halaman pendopo. Setelah matang, bubur khas Muharam tersebut dikemas dalam wadah dan dibagikan secara gratis kepada warga yang datang mengikuti rangkaian festival.

Kepala Desa Tutur, Hermanto Susilo, mengatakan Festival Jenang Suro merupakan tradisi turun-temurun yang terus dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Desa Tutur.

“Festival Jenang Suro telah menjadi warisan budaya yang terus lestari hingga sekarang. Tradisi ini sudah kami laksanakan selama bertahun-tahun sebagai bentuk syukur menyambut Tahun Baru Islam,” ujarnya.

Menurut Hermanto, festival tersebut tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjadi ruang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM lokal. Kegiatan itu juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan warga dalam menjaga nilai-nilai budaya.

“Festival ini merupakan doa bersama agar seluruh makhluk hidup di Desa Tutur memperoleh keberkahan dari Allah SWT serta kehidupan masyarakat ke depan semakin gemah ripah loh jinawi,” jelasnya.

Camat Tutur, Hendi Candrawijaya, mengapresiasi komitmen masyarakat yang terus mempertahankan tradisi tersebut di tengah perkembangan zaman. Ia menilai pelestarian budaya lokal menjadi bagian penting dalam menjaga identitas daerah sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda.

“Mari terus lestarikan warisan budaya sebagai identitas dan kebanggaan bersama. Tradisi seperti ini mampu memperkuat persaudaraan sekaligus mengenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi penerus,” katanya.

Hendi berharap Festival Jenang Suro tetap menjadi agenda budaya yang terus diwariskan. “Semangat gotong royong, kerukunan, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur harus terus dijaga agar tidak tergerus perubahan zaman, “pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru