Jombang Tancap Gas Normalisasi 82 Km Irigasi, PUPR Kebut Cegah Banjir dan Amankan Musim Tanam

Senin, 23 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Alat berat melakukan pengerukan sedimentasi saluran irigasi di Jombang, Sabtu (21/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Alat berat melakukan pengerukan sedimentasi saluran irigasi di Jombang, Sabtu (21/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JOMBANG, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mempercepat normalisasi 82 kilometer saluran irigasi untuk mengantisipasi banjir saat musim penghujan. Langkah ini menyasar 55 titik jaringan irigasi yang tersebar di sejumlah kecamatan dan diklaim berdampak langsung pada pengendalian genangan serta kelancaran distribusi air pertanian.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Jombang, Bustomi, menyatakan total panjang saluran yang dinormalisasi mencapai 82.354 meter. Pekerjaan difokuskan pada pengerukan sedimentasi dan pembersihan material yang menyebabkan pendangkalan.

“Sebanyak 55 titik sudah kami tangani. Normalisasi ini untuk mengembalikan kapasitas tampung air sekaligus pengendalian banjir,” ujar Bustomi, Sabtu (21/2/2026).

Salah satu lokasi prioritas berada di Saluran Sekunder Menganto, Desa Tugu Sumberejo, Kecamatan Peterongan. Di titik tersebut, alat berat dikerahkan untuk mengeruk sedimentasi sepanjang 600 meter. Sebelumnya, pendangkalan membuat aliran air tersendat dan memicu luapan saat curah hujan tinggi.

Selain normalisasi saluran irigasi, PUPR juga menuntaskan rehabilitasi empat unit bendung. Perbaikan mencakup penanganan retakan, kebocoran, serta penguatan tebing saluran. Optimalisasi bangunan pengambilan air dilakukan agar pengaturan debit dan pembagian air ke jaringan irigasi lebih stabil, terutama menjelang musim tanam.

Menurut Bustomi, langkah ini tidak semata-mata untuk mereduksi risiko banjir, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah. Infrastruktur pengairan yang berfungsi optimal dinilai mampu meningkatkan efisiensi distribusi air dan menekan potensi kehilangan debit.

“Dengan saluran yang kembali normal, air tidak meluap ke permukiman dan distribusi ke lahan pertanian tetap lancar. Manfaatnya langsung dirasakan petani dan masyarakat,” tegasnya.

Pemkab Jombang menargetkan pemeliharaan berkala jaringan sumber daya air terus dilakukan guna menjaga keberlanjutan fungsi irigasi. Upaya ini menjadi bagian dari strategi mitigasi bencana hidrometeorologi sekaligus mendukung produktivitas sektor pertanian di wilayah tersebut.

“Tujuan akhirnya jelas, risiko banjir berkurang dan ketahanan pangan tetap terjaga,” pungkas Bustomi.

Penulis : Masruroh

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru