MALANG, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Kabupaten Malang terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam agenda yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (7/11) pagi, Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., hadir langsung sekaligus menyerahkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) kepada sejumlah pengelola dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran kepala perangkat daerah, Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Malang, Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG, serta seluruh mitra dan kepala SPPG se-Kabupaten Malang.
Bupati Sanusi menegaskan, penyerahan SLHS menjadi bagian penting dari strategi percepatan program MBG yang bertujuan memastikan keamanan pangan serta standar kebersihan di setiap dapur layanan. “SLHS bukan bentuk penghargaan, melainkan bukti bahwa dapur tersebut telah memenuhi standar kebersihan, sanitasi, dan pengolahan makanan yang layak. Dengan begitu, keamanan pangan bisa terjamin dari proses awal hingga penyajian,” ujar Sanusi.
Ia menjelaskan, Kabupaten Malang ditargetkan memiliki 233 dapur MBG. Dari jumlah itu, 87 SPPG telah beroperasi dan 23 lainnya sedang dalam tahap persiapan. Adapun penerima manfaat program ditetapkan sebanyak 698.855 orang, dengan realisasi hingga saat ini mencapai 251.510 penerima atau sekitar 35,99 persen.
“Angka tersebut menjadi perhatian kita bersama. Diperlukan langkah konkret untuk mencapai target BGN, baik dalam aspek pengelolaan, sumber daya, maupun dukungan lintas sektor,” kata Bupati.
Lebih lanjut, Sanusi menekankan pentingnya kepemilikan SLHS sebagai upaya pencegahan terhadap insiden keracunan massal seperti yang sempat terjadi di beberapa wilayah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, mitra SPPG, dan pelaku usaha sangat krusial dalam memastikan layanan gizi aman dan berkelanjutan. “Tanpa kebersamaan, mustahil kita bisa mewujudkan akses makanan bergizi yang merata di seluruh wilayah,” ujarnya.
Bupati juga mengapresiasi komitmen para pengelola SPPG dan seluruh pemangku kepentingan yang terus bekerja keras menjalankan program MBG. Ia berharap pelaksanaan program tersebut dapat sekaligus memberdayakan pelaku usaha lokal, terutama penyedia bahan pangan dari masyarakat sekitar.
“Ke depan, kita perlu menyiapkan langkah antisipatif terhadap potensi kendala di lapangan, termasuk mencegah terulangnya kasus keracunan siswa. Dengan memberdayakan sumber daya lokal, program ini tidak hanya menumbuhkan generasi sehat dan cerdas, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah,” tuturnya.
Sanusi menutup sambutannya dengan mengajak seluruh pihak agar mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional. Ia menekankan pentingnya pemenuhan seluruh persyaratan teknis seperti SLHS, sertifikat halal, sertifikat juru masak, serta standar keamanan pangan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).
“Komitmen ini harus kita jaga bersama. Tujuan besar pemerintah adalah mencetak generasi emas yang sehat dan berdaya saing. Semoga kerja keras kita hari ini benar-benar membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang,” pungkasnya.
Lainnya:
- Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M
- Sidoarjo Hapus Denda Pajak 2026, Warga Dikejar Deadline Oktober
- Jalan Rusak Kencong Disorot, Bupati Jember Turun Tangan Kejar Perbaikan
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








