LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mendorong modernisasi sektor perikanan budidaya melalui penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dan aerator Venjet di Kampung Kerapu, Kecamatan Brondong. Teknologi yang telah digunakan selama dua bulan terakhir itu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tambak sekaligus mendukung kesejahteraan pembudidaya ikan.
Program tersebut merupakan bantuan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang berkolaborasi dengan PT Venambak Kail Dipantara dalam mendukung digitalisasi sektor perikanan budidaya. Teknologi ini memungkinkan petani memantau kondisi tambak secara real-time melalui aplikasi pada telepon genggam.
Saat meninjau penerapan teknologi di Kampung Kerapu Brondong, Rabu (22/7/2026), Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan modernisasi menjadi langkah penting agar sektor perikanan daerah mampu berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
“Perikanan Lamongan harus terus berkembang melalui modernisasi. Pemanfaatan teknologi ini menjadi perhatian kami agar produktivitas meningkat, budidaya semakin efisien, dan kesejahteraan pembudidaya ikut terangkat,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Melalui sistem IoT, parameter kualitas air seperti pH dan kadar oksigen terlarut (DO) dapat dipantau secara langsung. Teknologi tersebut membantu pembudidaya mengambil keputusan lebih cepat saat terjadi perubahan kondisi tambak.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan, Yuli Wahyuono, menjelaskan bantuan yang diberikan meliputi 150 unit Venjet lengkap dengan pelampung, box VE, modem internet, dan router. Perangkat tersebut berfungsi menyuplai oksigen hingga ke dasar tambak, menjaga kualitas air, mengontrol pH, serta membantu sanitasi kolam budidaya.
“Harapannya, pemanfaatan teknologi ini mampu meningkatkan luas produksi dan hasil budidaya. Bantuan yang diberikan sangat memberikan manfaat kepada seluruh petani tambak Kampung Kerapu. Di sini total ada 350 hektare yang dikelola enam kelompok pembudidaya,” jelas Yuli.
Manfaat teknologi tersebut juga dirasakan langsung oleh para petani tambak. Salah seorang pembudidaya, Lasturi, mengaku alat tersebut membantu menjaga kadar oksigen sekaligus memudahkan pemantauan kualitas air sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Data Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan mencatat Kampung Kerapu menghasilkan panen sebesar 1.836 ton pada 2025. Produk budidaya dari kawasan tersebut juga telah menembus pasar ekspor melalui perusahaan mitra dengan harga jual berkisar Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar