SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Polrestabes Semarang tengah menghadapi lonjakan pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) seiring dibukanya rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu oleh Pemerintah Kota Semarang. Untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan maksimal, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol M. Syahduddi melakukan pengecekan langsung ke ruang pelayanan SKCK, Senin (15/9/2025).
Dalam peninjauan tersebut, Kapolrestabes didampingi pejabat utama Polrestabes Semarang. Rombongan meninjau seluruh alur pelayanan, mulai dari loket pendaftaran, pengambilan sidik jari, hingga pencetakan dokumen. Syahduddi juga menyempatkan berdialog dengan pemohon untuk menanyakan pengalaman mereka selama mengurus SKCK.
Menurutnya, peningkatan jumlah pemohon harus diantisipasi dengan layanan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Ia meminta seluruh petugas tetap bersikap humanis, mengedepankan kecepatan tanpa mengurangi ketelitian, serta memastikan masyarakat merasa nyaman selama menunggu.
Berdasarkan data Unit Pelayanan SKCK, jumlah pemohon dalam beberapa hari terakhir meningkat hingga dua kali lipat dibanding hari biasa. Mayoritas pemohon adalah pencari kerja yang melengkapi syarat administrasi untuk melamar P3K. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi jajaran Polrestabes agar tetap menjaga kualitas pelayanan.
Sejumlah pemohon mengaku puas dengan pelayanan petugas yang ramah dan sigap, meski antrean lebih padat dari biasanya. Kapolrestabes menilai apresiasi masyarakat tersebut harus dijaga dengan konsistensi kinerja aparat.
“Peningkatan jumlah pemohon SKCK ini harus diimbangi dengan pelayanan prima. Kami ingin memastikan seluruh personel memberikan yang terbaik, terutama di saat lonjakan pemohon seperti sekarang,” tegas Kombes Pol M. Syahduddi.
Ia menambahkan, pengecekan ini merupakan bentuk komitmen Polrestabes Semarang dalam menjaga kepercayaan publik. “Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan cepat, tepat, dan transparan. Kami akan terus melakukan pengawasan agar standar ini terjaga,” pungkasnya.
Lainnya:
- 230 Cakades di Sidoarjo Dikumpulkan, Subandi Singgung Politik Uang dan Ancaman Korupsi Desa
- Pasar Tradisional di Sidoarjo Terancam Sepi, Bupati Subandi Siapkan Revitalisasi dan Digitalisasi Besar-Besaran
- Koperasi Merah Putih Mulai Diperkuat, Puluhan Desa di Lubuk Linggau Dapat Kendaraan Operasional
Penulis : Nanik
Editor : Zainul Arifin








