LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Kapolsek Tikung, AKP Anang Purwo Widodo, SH., melakukan pengecekan langsung ke Bengkel AHAS Jaya Abadi di Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, pada Selasa (28/10/2025). Langkah ini diambil setelah viralnya kabar di media sosial tentang banyaknya sepeda motor yang mogok dan mengalami kerusakan di wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar sekaligus memantau situasi di lapangan. Dalam tinjauannya, Kapolsek berbincang langsung dengan Kepala Bengkel AHAS Jaya Abadi, Zainul Arifin, mengenai kondisi terkini pelayanan dan dampak isu yang tengah ramai di masyarakat.
“Benar, sempat banyak motor yang datang dengan keluhan serupa beberapa waktu lalu. Namun sekarang sudah mulai menurun. BBM juga sudah kembali normal dan tidak begitu menyengat baunya,” ujar Zainul Arifin saat ditemui di bengkelnya.
Menurut Zainul, sempat terjadi lonjakan konsumen beberapa minggu lalu, diduga akibat perubahan komposisi bahan bakar yang membuat banyak kendaraan bermasalah, terutama pada sistem injeksi dan karburator. Namun, setelah penyesuaian dan distribusi BBM kembali stabil, jumlah pelanggan yang datang untuk servis justru mengalami penurunan signifikan.
“Sekarang malah banyak penurunan konsumen servis kendaraan. Mungkin karena BBM sudah stabil dan motor-motor sudah jarang bermasalah,” tambahnya.
AKP Anang Purwo Widodo menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak hanya fokus pada isu viral semata, tetapi juga memastikan agar informasi yang beredar di masyarakat tetap akurat dan tidak menimbulkan keresahan. Ia menyebutkan bahwa timnya aktif berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk SPBU dan pelaku usaha bengkel, guna mengumpulkan data faktual di lapangan.
“Kami turun langsung untuk memastikan kebenarannya. Jangan sampai isu di media sosial membuat masyarakat panik. Dari hasil pengecekan, kondisi BBM sudah normal dan tidak ada laporan gangguan signifikan,” jelas AKP Anang.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi di media sosial. “Kalau ada kejadian yang dirasa janggal, silakan lapor ke kami atau instansi terkait. Jangan langsung sebarkan tanpa bukti,” tambahnya.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana isu seputar kualitas BBM dapat berdampak langsung terhadap perilaku konsumen dan roda ekonomi lokal. Ketika isu motor mogok ramai di dunia maya, bengkel-bengkel sempat kebanjiran pelanggan. Namun setelah situasi dinilai normal, aktivitas bengkel justru melambat, menyebabkan potensi penurunan pendapatan bagi para mekanik dan pelaku usaha kecil di sektor otomotif.
Dari sisi sosial, peristiwa ini juga menjadi contoh bagaimana media sosial dapat mempercepat penyebaran informasi sekaligus memperbesar dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari, terutama di daerah dengan tingkat literasi digital yang berkembang pesat.
Kunjungan Kapolsek Tikung hari itu menandai upaya koordinatif antara aparat keamanan, masyarakat, dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas informasi dan ekonomi lokal. “Kami berharap situasi tetap kondusif, dan masyarakat bisa tetap tenang,” pungkas AKP Anang Purwo Widodo.
Lainnya:
- DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah
- Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M
- Sidoarjo Hapus Denda Pajak 2026, Warga Dikejar Deadline Oktober
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








