LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Desa Takerankelating, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan kembali menyalurkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras dari Bulog kepada 578 keluarga penerima manfaat (KPM), Sabtu (26/7/2025). Penyaluran dilakukan di Balai Desa setempat, dengan pendampingan langsung dari unsur TNI-Polri, perangkat desa, serta petugas Bulog.
Setiap KPM menerima 20 kilogram beras untuk alokasi bulan Juni dan Juli 2025. Total bantuan yang disalurkan mencapai 11.560 kilogram beras. Penyaluran dilakukan secara bertahap oleh pendamping bantuan dan staf desa, dengan sistem pencatatan yang ketat guna memastikan distribusi berjalan lancar, tertib, dan sesuai data.
Kepala Desa Takerankelating, Yasmuin.Spd, mengapresiasi sinergi semua pihak dalam kelancaran kegiatan tersebut. Ia menyebut bahwa program bantuan pangan ini sangat membantu warganya, terutama di tengah naiknya harga kebutuhan pokok belakangan ini.
“Kami sangat bersyukur atas perhatian pemerintah pusat melalui bantuan beras ini. Tentu ini sangat berarti bagi warga kami, apalagi jumlah penerima manfaat cukup besar,” ujarnya.
Yasmuin menegaskan, seluruh proses pendistribusian dilakukan secara terbuka dan dapat dipantau langsung oleh masyarakat. “Saya pastikan tidak ada penyimpangan. Semua data penerima telah diverifikasi dan kami salurkan tepat sesuai nama yang tercatat,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo Wiodo, S.H., melalui Bhabinkamtibmas Desa Takerankelating, Brigadir Ayu Febriyanti Nur Safitri, S.H., mengatakan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan penyaluran bantuan adalah bentuk pengawasan sekaligus dukungan terhadap program nasional.
“Kita hadir untuk memastikan distribusi bantuan pangan ini berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran. Jangan sampai bantuan seperti ini menimbulkan masalah sosial di tengah masyarakat,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Brigadir Ayu menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah desa.
“Kolaborasi seperti ini harus terus dipertahankan. Kami dari Polri akan terus mengawal setiap kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat bawah,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengingatkan warga penerima manfaat untuk tetap menjaga ketertiban saat pengambilan bantuan. *”Kami minta warga tertib dan bersabar dalam antrean. Semua pasti dapat bagian sesuai haknya,” tandasnya.
Menurutnya, pengawasan yang baik akan mencegah terjadinya penyelewengan dan memastikan bantuan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
“Kegiatan seperti ini harus menjadi contoh transparansi pelayanan publik,” tutup Brigadir Ayu.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar