Karnaval Budaya Meriahkan Sedekah Bumi Desa Rancamulya Indramayu

Minggu, 25 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Rancamulya mengikuti karnaval budaya untuk memeriahkan tradisi Sedekah Bumi. (Dok. Jayas /RadarBangsa.co.id).

Warga Desa Rancamulya mengikuti karnaval budaya untuk memeriahkan tradisi Sedekah Bumi. (Dok. Jayas /RadarBangsa.co.id).

INDRAMAYU, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Desa Rancamulya, Kabupaten Indramayu, menggelar karnaval budaya untuk memeriahkan tradisi Sedekah Bumi pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan partisipasi ratusan warga yang menampilkan hasil karya dan kreativitas masing-masing sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya melestarikan tradisi leluhur.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengumpulan tumpeng, doa bersama, dan makan bersama. Warga memanjatkan doa untuk para leluhur serta berharap hasil pertanian pada musim panen berikutnya semakin melimpah dan subur.

Kepala Desa Rancamulya, Waryanto, menjelaskan bahwa Sedekah Bumi merupakan tradisi yang diwariskan oleh para leluhur dan memiliki makna penting bagi kehidupan masyarakat.

“Kegiatan Sedekah Bumi di Desa Rancamulya berakar dari nilai adat istiadat yang diwariskan oleh para leluhur dan tidak boleh ditinggalkan,” jelas Waryanto.

Menurutnya, tradisi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan juga menjadi ungkapan rasa syukur atas berbagai nikmat yang diterima masyarakat.

“Tradisi ini merupakan wujud penghormatan kepada para leluhur yang telah mendahului warga desa, sekaligus bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan, mulai dari limpahan rezeki, hasil panen yang subur, hingga infrastruktur jalan yang baik,” ungkapnya.

Waryanto menegaskan, nilai utama Sedekah Bumi terletak pada rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki dan hasil bumi yang diterima masyarakat.

“Makna paling esensial dari penyelenggaraan Sedekah Bumi sebagai ungkapan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT,” tuturnya.

Ia menjelaskan, rasa syukur tersebut diwujudkan melalui kegiatan bersama, termasuk arak-arakan atau karnaval budaya yang melibatkan masyarakat desa.

“Melalui tradisi ini, masyarakat memohon keberkahan atas rezeki dan hasil bumi, serta merayakannya secara bersama-sama melalui kegiatan arak-arakan (karnaval) desa sebagai wujud kebersamaan dan kegembiraan warga,” lanjut Waryanto.

Ia berharap tradisi tersebut dapat membawa kebaikan bagi kehidupan masyarakat Desa Rancamulya.

“Harapan besar dari rangkaian acara Sedekah Bumi adalah agar Desa Rancamulya senantiasa menjadi desa yang baldatun toyyibatun warabbun ghafur,” katanya.

Ungkapan tersebut mencerminkan harapan agar desa menjadi lingkungan yang baik dan senantiasa berada dalam ampunan Tuhan.

Dalam menjaga kelestarian tradisi Sedekah Bumi, Waryanto mengakui terdapat perbedaan pandangan di tengah masyarakat. Sebagian warga mendukung pelaksanaannya, sementara sebagian lainnya memiliki pandangan berbeda.

Menurutnya, pemerintah desa berupaya menghormati perbedaan tersebut dengan tetap mengedepankan kebersamaan dan kerja sama.

“Pemerintah desa menyikapi hal ini dengan bijak, yakni tetap menghormati pandangan kelompok yang kontra sekaligus menghargai pihak yang pro, dengan tujuan utama merangkul semua pihak agar tetap dapat bersama-sama membangun desa melalui semangat gotong royong dan kerja sama,” tegasnya.

Ia berharap perbedaan pandangan tidak menghalangi masyarakat untuk menjaga kerukunan dan berpartisipasi dalam pembangunan desa.

Waryanto juga menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga yang turut menyemarakkan kegiatan tersebut.

“Pada pelaksanaan tradisi Sedekah Bumi di Desa Rancamulya berjalan dengan sangat lancar dan sukses. Masyarakat menunjukkan antusiasme serta kerukunan yang tinggi (guyub), terbukti dari tingginya tingkat partisipasi warga dan kreativitas yang ditampilkan oleh tiap-tiap RT dalam menyemarakkan acara adat tersebut,” tambahnya.

Kegiatan Sedekah Bumi di Desa Rancamulya turut dihadiri unsur Tripika, Chandra Agung Prayoga selaku Kepala Desa Sekar Mulya, serta Deni Efrijaya, S.I.P., Kepala Desa Gabuskulon.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Rancamulya berharap tradisi Sedekah Bumi dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat. Selain menjadi ungkapan rasa syukur, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong warga dalam membangun desa.

Penulis : Jayas/Casmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Razia Akhir Pekan di Lamongan, Polisi Amankan 218 Botol Miras dan 9 Motor
Bhabinkamtibmas Kembangbahu Mediasi Perselisihan Utang, Kedua Pihak Sepakat Damai
Bupati dan Kapolresta Sidoarjo Dekati Warga Lewat Salat Subuh Keliling
Jatim Berselawat 2026, Khofifah Ajak Santri Jaga NKRI
MAKI Jatim Gelar Lomba Mancing Lele Antar-OPD di Jember, Dorong Ekonomi Kreatif dan Pariwisata
Senator Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Terpesona Batik Alami Lamongan, Sebut Rugi Jika Tak Mampir ke Sanggar Mbah Guru
Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Sanggar Batik Mbah Guru Lamongan Jangkau 20 Ribu Pembelajar
Khofifah dan Kapolda Jatim Perkuat Sinergi, Jaga Investasi dan Kondusivitas Daerah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:43

Karnaval Budaya Meriahkan Sedekah Bumi Desa Rancamulya Indramayu

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:34

Razia Akhir Pekan di Lamongan, Polisi Amankan 218 Botol Miras dan 9 Motor

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:21

Bhabinkamtibmas Kembangbahu Mediasi Perselisihan Utang, Kedua Pihak Sepakat Damai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:15

Bupati dan Kapolresta Sidoarjo Dekati Warga Lewat Salat Subuh Keliling

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:07

Jatim Berselawat 2026, Khofifah Ajak Santri Jaga NKRI

Berita Terbaru