MATARAM, RadarBangsa.co.id – Di tengah meningkatnya kasus gangguan kesehatan jiwa dan masih kuatnya stigma yang berkembang di masyarakat, RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram menghadirkan terobosan baru melalui layanan berbasis digital bernama Komandan Melati (Komando Pelayanan Digital Kesehatan Jiwa Terintegrasi).
Inovasi tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan jiwa secara mudah, cepat, aman, dan terintegrasi hanya melalui perangkat digital. Kehadiran platform ini sekaligus menjadi respons terhadap tingginya angka gangguan mental yang terus menjadi perhatian di tingkat global maupun nasional.
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), lebih dari 700 ribu orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahun di dunia. Sementara Kementerian Kesehatan RI mencatat lebih dari 6.000 kasus bunuh diri terjadi setiap tahunnya di Indonesia.
Persoalan kesehatan jiwa juga menjadi tantangan serius di Nusa Tenggara Barat. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi gangguan mental emosional mencapai 9,8 persen secara nasional, sedangkan di beberapa daerah termasuk NTB angkanya mendekati 13 persen. Tercatat pula sebanyak 3.318 kasus gangguan mental dan perilaku dalam satu tahun.
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG., Subsp. F.E.R., M.Kes., M.Sc., mengatakan kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh. Namun, stigma sosial masih menjadi penghambat masyarakat untuk mencari pertolongan.
“Kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh. Melalui Komandan Melati, kami ingin menghadirkan layanan yang lebih dekat, cepat, aman, mudah diakses dan terintegrasi,” ujar dr. Eka.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan modern sekaligus menjamin kerahasiaan pasien.
Komandan Melati menghadirkan sejumlah fitur terintegrasi, mulai dari skrining mandiri, klasifikasi kondisi pengguna berdasarkan tingkat kedaruratan, telekonseling, layanan suicide care, rekam medis elektronik, e-prescription, hingga sistem rujukan yang dapat dilakukan secara cepat dan real time.
“Pelayanan ini dirancang secara komprehensif, mulai dari edukasi, skrining, konsultasi hingga tindak lanjut dalam satu sistem digital yang responsif. Kami ingin masyarakat memperoleh bantuan sedini mungkin sebelum kondisi berkembang menjadi lebih berat,” jelasnya.
Kemudahan akses tersebut diharapkan mampu meningkatkan deteksi dini serta mempercepat intervensi medis dan psikologis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Salah seorang pengguna layanan mengaku merasakan manfaat signifikan sejak menggunakan Komandan Melati. Menurutnya, proses konsultasi kini dapat dilakukan dari rumah tanpa harus datang langsung ke rumah sakit.
“Saya bisa skrining dan konsultasi dari rumah. Saat kondisi darurat, layanan ini sangat membantu dan membuat saya merasa tidak sendirian karena bantuan profesional selalu tersedia,” ungkapnya.
Selain menghadirkan kemudahan, aspek privasi menjadi salah satu keunggulan utama Komandan Melati. Faktor tersebut dinilai penting mengingat masih banyak masyarakat yang enggan mencari pertolongan karena takut mendapat stigma negatif.
dr. Eka menegaskan, inovasi ini tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga mengedepankan upaya promotif dan preventif melalui edukasi serta deteksi dini.
“Kami berharap Komandan Melati mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan jiwa, mempercepat deteksi dini, menurunkan risiko krisis, dan memastikan setiap individu yang membutuhkan bantuan dapat memperoleh layanan secara cepat dan tepat. Kami ingin masyarakat merasa bahwa mereka tidak sendiri,” tegasnya.
Melalui inovasi tersebut, RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di era digital.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar