Kasus Gangguan Mental Meningkat, RSUD H Moh Ruslan Mataram Hadirkan Inovasi Digital Anti Stigma

Selasa, 9 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM, RadarBangsa.co.id – Di tengah meningkatnya kasus gangguan kesehatan jiwa dan masih kuatnya stigma yang berkembang di masyarakat, RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram menghadirkan terobosan baru melalui layanan berbasis digital bernama Komandan Melati (Komando Pelayanan Digital Kesehatan Jiwa Terintegrasi).

Inovasi tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan jiwa secara mudah, cepat, aman, dan terintegrasi hanya melalui perangkat digital. Kehadiran platform ini sekaligus menjadi respons terhadap tingginya angka gangguan mental yang terus menjadi perhatian di tingkat global maupun nasional.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), lebih dari 700 ribu orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahun di dunia. Sementara Kementerian Kesehatan RI mencatat lebih dari 6.000 kasus bunuh diri terjadi setiap tahunnya di Indonesia.

Persoalan kesehatan jiwa juga menjadi tantangan serius di Nusa Tenggara Barat. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi gangguan mental emosional mencapai 9,8 persen secara nasional, sedangkan di beberapa daerah termasuk NTB angkanya mendekati 13 persen. Tercatat pula sebanyak 3.318 kasus gangguan mental dan perilaku dalam satu tahun.

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG., Subsp. F.E.R., M.Kes., M.Sc., mengatakan kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh. Namun, stigma sosial masih menjadi penghambat masyarakat untuk mencari pertolongan.

“Kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh. Melalui Komandan Melati, kami ingin menghadirkan layanan yang lebih dekat, cepat, aman, mudah diakses dan terintegrasi,” ujar dr. Eka.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan modern sekaligus menjamin kerahasiaan pasien.

Komandan Melati menghadirkan sejumlah fitur terintegrasi, mulai dari skrining mandiri, klasifikasi kondisi pengguna berdasarkan tingkat kedaruratan, telekonseling, layanan suicide care, rekam medis elektronik, e-prescription, hingga sistem rujukan yang dapat dilakukan secara cepat dan real time.

“Pelayanan ini dirancang secara komprehensif, mulai dari edukasi, skrining, konsultasi hingga tindak lanjut dalam satu sistem digital yang responsif. Kami ingin masyarakat memperoleh bantuan sedini mungkin sebelum kondisi berkembang menjadi lebih berat,” jelasnya.

Kemudahan akses tersebut diharapkan mampu meningkatkan deteksi dini serta mempercepat intervensi medis dan psikologis bagi masyarakat yang membutuhkan.

Salah seorang pengguna layanan mengaku merasakan manfaat signifikan sejak menggunakan Komandan Melati. Menurutnya, proses konsultasi kini dapat dilakukan dari rumah tanpa harus datang langsung ke rumah sakit.

“Saya bisa skrining dan konsultasi dari rumah. Saat kondisi darurat, layanan ini sangat membantu dan membuat saya merasa tidak sendirian karena bantuan profesional selalu tersedia,” ungkapnya.

Selain menghadirkan kemudahan, aspek privasi menjadi salah satu keunggulan utama Komandan Melati. Faktor tersebut dinilai penting mengingat masih banyak masyarakat yang enggan mencari pertolongan karena takut mendapat stigma negatif.

dr. Eka menegaskan, inovasi ini tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga mengedepankan upaya promotif dan preventif melalui edukasi serta deteksi dini.

“Kami berharap Komandan Melati mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan jiwa, mempercepat deteksi dini, menurunkan risiko krisis, dan memastikan setiap individu yang membutuhkan bantuan dapat memperoleh layanan secara cepat dan tepat. Kami ingin masyarakat merasa bahwa mereka tidak sendiri,” tegasnya.

Melalui inovasi tersebut, RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di era digital.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru