Kasus Hipertensi Disorot, Dinkes Pacitan Ingatkan Risiko Fatal

- Redaksi

Rabu, 20 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PACITAN, RadarBangsa.co.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan mengingatkan warga agar tidak menganggap remeh hipertensi atau tekanan darah tinggi. Penyakit yang dikenal sebagai silent killer itu disebut berpotensi memicu komplikasi serius hingga gangguan fungsi otak jika terlambat dikendalikan.

Peringatan itu disampaikan menyusul masih banyaknya penderita yang tidak menyadari kondisi mereka sampai muncul gejala berat.

Hipertensi kini menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan. Penyakit yang sering datang tanpa gejala itu dinilai menjadi ancaman nyata karena dapat memicu stroke, gangguan jantung, hingga penurunan konsentrasi dan fungsi kognitif penderita.

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, mengatakan sebagian besar pasien baru mengetahui dirinya hipertensi setelah tekanan darah naik drastis dan memicu keluhan fisik berat.

“Sebagian besar penderita baru sadar setelah muncul sakit kepala hebat, pusing mendadak, wajah memerah, leher tegang, pandangan kabur, jantung berdebar, telinga berdenging sampai mimisan,” ujar dr. Daru, Minggu (17/5/2026).

Menurutnya, kondisi itu membuat hipertensi berbahaya karena sering terlambat ditangani. Padahal, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol bisa merusak organ vital secara perlahan tanpa disadari pasien.

Karena itu, Dinkes Pacitan meminta masyarakat rutin memeriksa tekanan darah dan menjaga angka tensi tetap di bawah 140/90 mmHg.

“Jangan menunggu gejala berat muncul. Deteksi dini menjadi kunci agar komplikasi bisa dicegah,” tegasnya.

Dinkes juga menyoroti pola hidup masyarakat yang masih memicu tingginya risiko hipertensi, mulai dari konsumsi garam berlebih, kurang olahraga, hingga kebiasaan merokok dan stres berkepanjangan.

Kepala Bidang Kesmas Dinkes Pacitan, Nunuk Irawati, menjelaskan penanganan hipertensi tidak cukup hanya mengandalkan obat. Perubahan pola hidup disebut menjadi langkah paling mendasar untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.

“Masyarakat perlu mengurangi makanan olahan, memperbanyak sayur dan buah, olahraga minimal 150 menit per minggu, serta menghentikan rokok dan alkohol,” kata Nunuk, Selasa (19/5/2026).

Selain pola hidup sehat, pasien juga diminta disiplin menjalani pengobatan medis jika tekanan darah sulit turun. Penggunaan obat herbal pun diminta tidak dilakukan sembarangan tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

“Konsumsi obat, baik medis maupun herbal, harus disiplin dan tetap memperhatikan dosis serta pengawasan tenaga medis,” ujarnya.

Dinkes Pacitan berharap masyarakat mulai lebih aktif melakukan kontrol kesehatan rutin dan tidak menunggu kondisi memburuk. Kesadaran warga dinilai menjadi faktor penting untuk menekan lonjakan komplikasi hipertensi di Pacitan.

“Hipertensi bisa dikendalikan jika masyarakat mau disiplin menjaga pola hidup dan rutin memeriksakan diri,” pungkasnya.

Penulis : Yuan

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Saat Daerah Lain Melambat, Jawa Timur Justru Moncer, Khofifah Raih Dua Penghargaan Nasional Sekaligus
Gubernur Khofifah Raih Dua Penghargaan Nasional, Jawa Timur Diakui Penggerak Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Bobby Nasution Resmi Nyalakan Mesin Sensus Ekonomi 2026, Seluruh Pelaku Usaha Sumut Akan Didata
Sedekah Bumi di Sudipayung, Warga Doa Bersama agar Tanaman Terhindar Serangan Hama
Sidoarjo Tancap Gas Benahi Jalan Rusak dan Banjir, Subandi Minta Proyek Prioritas Dipercepat
181 Ribu Warga Sidoarjo Dapat Beras dan Minyak Gratis, Subandi Turun Langsung Beri Peringatan Keras
1.452 Petugas Turun ke Lapangan, Sidoarjo Gelar Pendataan Ekonomi Terbesar dalam 10 Tahun
130 Dapur MBG Terdaftar di Pasuruan, Bupati Rusdi Turunkan Satgas Awasi Kualitas Makanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:55 WIB

Saat Daerah Lain Melambat, Jawa Timur Justru Moncer, Khofifah Raih Dua Penghargaan Nasional Sekaligus

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:49 WIB

Gubernur Khofifah Raih Dua Penghargaan Nasional, Jawa Timur Diakui Penggerak Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Jumat, 12 Juni 2026 - 00:36 WIB

Sedekah Bumi di Sudipayung, Warga Doa Bersama agar Tanaman Terhindar Serangan Hama

Jumat, 12 Juni 2026 - 00:33 WIB

Sidoarjo Tancap Gas Benahi Jalan Rusak dan Banjir, Subandi Minta Proyek Prioritas Dipercepat

Jumat, 12 Juni 2026 - 00:28 WIB

181 Ribu Warga Sidoarjo Dapat Beras dan Minyak Gratis, Subandi Turun Langsung Beri Peringatan Keras

Berita Terbaru