Dalam pertemuan berlangsung Rumah Dinas Bupati Kendal, para legislator menyoroti pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal agar mampu bersaing di tengah pesatnya pertumbuhan industri.
Rombongan Komisi B DPRD Jateng dipimpin Sekretaris Komisi B, Sholeha Kurniawati, bersama sejumlah anggota komisi, Kepala Disnakertrans Jateng, dan Kepala DPMPTSP Jateng.
Komisi B DPRD disambut Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, Pj. Sekda Kendal Agus Dwi Lestari, Staf Ahli Bupati Suharjo, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Bupati Dyah dalam paparannya mengungkapkan bahwa KIK telah menjadi motor penggerak ekonomi Kendal. Hingga Agustus 2025, kawasan tersebut telah menarik 117 tenant dengan 48 pabrik beroperasi dan 29 lainnya dalam tahap konstruksi. “KIK telah menyerap 62.974 tenaga kerja, dengan 34.963 di antaranya adalah warga lokal Kendal,” jelasnya.
Namun, Dyah tidak menutup mata terhadap tantangan yang ada. Ia menekankan perlunya peningkatan kualitas SDM agar masyarakat Kendal tidak sekadar menjadi penonton di tengah maraknya investasi. “Kami butuh dukungan provinsi untuk memfasilitasi pelatihan terpusat sesuai kebutuhan industri. Ini penting agar tenaga kerja lokal bisa terserap lebih banyak,” tegasnya.
Sejumlah program telah dijalankan Pemkab Kendal, seperti kerja sama dengan stakeholder untuk pelatihan kerja berbasis kebutuhan perusahaan. Selain itu, program Satu Desa Satu Sarjana memungkinkan warga melanjutkan pendidikan ke Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu KIK agar siap kerja setelah lulus.
Anggota Komisi B DPRD Jateng, Muhammad Farhan, mengingatkan agar pertumbuhan industri tidak hanya membawa keuntungan ekonomi, namun harus memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. “SDM lokal harus dipersiapkan dengan serius agar mereka menjadi pelaku, bukan penonton,” ujarnya dalam sesi diskusi.
Sementara, Sekretaris Komisi B, Sholeha Kurniawati, menegaskan kunjungan ini bertujuan mendengar langsung kebutuhan daerah. “Kami ingin memastikan kebijakan provinsi dapat mendukung pengembangan SDM dan membuka lapangan kerja yang lebih luas,” katanya.
Bupati berharap hasil pertemuan ini melahirkan sinergi program antara Pemkab Kendal dan Pemprov Jateng. “Dengan dukungan provinsi, kami optimistis tantangan SDM dapat diatasi dan masyarakat Kendal benar-benar merasakan manfaat dari hadirnya Kawasan Industri Kendal,” pungkasnya.
Penulis : Rob
Editor : Arifin Zaenul









Komentar