SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan King’s College London (KCL) Singhasari, Kabupaten Malang, akan membuka dua program studi (prodi) magister baru pada September 2027. Dua program tersebut, yakni Digital Law dan Advance Cyber Security, diproyeksikan memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang siap menghadapi tantangan transformasi digital.
Kepastian tersebut disampaikan Khofifah usai menerima kunjungan University Rector for Indonesia and Southeast Asia King’s College London, Prof. Simon Tenner, bersama Head of Operations KCL Singhasari, Suneeta Nathan, di Surabaya, Kamis (18/6/2026). Pertemuan itu juga membahas evaluasi kerja sama pendidikan internasional antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan King’s College London.
Menurut Khofifah, pembukaan dua program baru menjadi langkah lanjutan setelah angkatan pertama mahasiswa KCL Singhasari menunjukkan capaian akademik yang memuaskan. Hasil riset para mahasiswa dinilai mendapat apresiasi dari pihak universitas dan menjadi modal untuk memperluas bidang studi yang lebih relevan dengan kebutuhan global.
“Alhamdulillah, kami menerima langsung kunjungan Rektor KCL UK di Jawa Timur. Kami membahas perkembangan program kerja sama penguatan SDM berskala global yang telah berjalan melalui program magister hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan King’s College London,” ujar Khofifah.
Ia menjelaskan, capaian mahasiswa angkatan pertama memberikan optimisme terhadap keberlanjutan kerja sama tersebut. Saat ini para mahasiswa tengah menyelesaikan disertasi dan hasil penelitiannya dinilai memiliki kualitas yang baik.
“Professor Simon meng-update mengenai first cohort. Hasil dari mahasiswa first cohort ini luar biasa. Risetnya bagus-bagus. Saat ini mereka sedang menyelesaikan disertasi dan menurut Pak Rektor tadi hasilnya impresif. Bagus sekali anak-anak kita ini,” katanya.
Berbekal hasil tersebut, Pemprov Jawa Timur bersama KCL mulai menyiapkan pengembangan kurikulum baru. Khofifah menegaskan, Digital Law dan Advance Cyber Security dipilih karena dinilai menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan di tengah percepatan digitalisasi berbagai sektor.
“Di 2027 mendatang, Insya Allah akan ada dua program baru berkaitan dengan Digital Law dan Advance Cyber Security. Nanti akan dibahas mengenai silabus dan objektifnya, tetapi saya meminta agar setiap program mengedepankan leadership dan keahlian cyber security,” ungkapnya.
Menurut Khofifah, penguasaan teknologi saja tidak cukup tanpa didukung kemampuan kepemimpinan. Karena itu, ia berharap setiap program magister juga dilengkapi dengan penguatan kapasitas kepemimpinan agar para lulusan mampu menjadi pengambil keputusan di berbagai sektor strategis.
“Program ini sangat dibutuhkan, tetapi intinya harus menghasilkan dampak. Maka dari itu, kalau bisa harus ada workshop-workshop leadership yang kuat. King’s College London memiliki expertise yang sangat baik sehingga kami berharap bisa banyak memberikan referensi di bidang leadership,” jelasnya.
Sementara itu, Prof. Simon Tenner mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan pendidikan berstandar internasional. Ia menyebut perkembangan mahasiswa angkatan pertama menunjukkan hasil positif dan menjadi dasar untuk memperkuat kerja sama di masa mendatang.
“First cohort ini nanti akan diwisuda. Jadi saya mengundang Bu Gubernur untuk datang ke Singhasari dan menyaksikan langsung. Kalau memungkinkan, kami juga ingin mengundang beliau pada wisuda lulusan KCL di London. Kami berharap langkah ini semakin memperkuat partnership yang telah terjalin,” ujar Simon.
Sebagai bagian dari pengembangan kerja sama tersebut, pendaftaran Beasiswa LPDP King’s College London Singhasari Program Master Tahun 2026 telah dibuka sejak 29 Mei hingga 30 Juni 2026. Program yang ditawarkan saat ini meliputi Digital Economies dan Digital Futures dengan persyaratan kemampuan bahasa Inggris sesuai standar internasional.
Penambahan dua program studi baru pada 2027 diharapkan semakin memperluas akses mahasiswa Indonesia terhadap pendidikan kelas dunia tanpa harus menempuh studi penuh di luar negeri. “Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas SDM nasional agar mampu bersaing di tingkat global melalui penguasaan teknologi, kepemimpinan, dan inovasi, “pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar