Kebun Raya Purwodadi Pasuruan Jadi Pusat Konservasi 10 Ribu Spesimen

Jumat, 6 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengunjung menikmati suasana rindang Kebun Raya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Senin (2/2/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Pengunjung menikmati suasana rindang Kebun Raya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Senin (2/2/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Kebun Raya Purwodadi di Kabupaten Pasuruan terus memperkuat perannya sebagai pusat konservasi tanaman dataran rendah sekaligus destinasi wisata edukatif dengan menyimpan lebih dari 10 ribu spesimen tumbuhan Nusantara.

Kebun Raya Purwodadi memiliki luas sekitar 85 hektare yang sebagian besar didedikasikan sebagai kawasan konservasi. Area ini dirancang tidak hanya sebagai ruang hijau, tetapi juga sebagai pusat pelestarian flora Indonesia yang dapat diakses publik.

Beragam koleksi tanaman dikembangkan dalam taman tematik, mulai dari Taman Meksiko, Bambu, Palem, Taman Obat, Bougenville, Akuatik, hingga Taman Evolusi yang menggambarkan perjalanan perkembangan tumbuhan dari lumut hingga tanaman berbunga. Sejumlah tanaman langka dengan usia puluhan hingga ratusan tahun juga dirawat di kawasan ini.

General Manager Kebun Raya Purwodadi, Geri Barnas Saputra, menyebut kebun raya ini menjadi rujukan nasional untuk koleksi tanaman biji-bijian dataran rendah.
“Seluruh tanaman biji-bijian dari dataran rendah ada di sini, bahkan terlengkap se-Indonesia. Total ada lebih dari 10 ribu spesimen dan sekitar 2.000 jenis tumbuhan yang kami lestarikan,” kata Geri, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, koleksi tersebut mencakup berbagai jenis pohon bernilai ekologis dan ekonomi, seperti mahoni dan kamper. Seluruh tanaman dipantau secara ketat melalui sistem perawatan berkelanjutan.

“Setiap hari tim kami melakukan analisis kesehatan pohon secara berkala. Dengan begitu, kondisi tanaman dapat terpantau sejak dini,” ujarnya.

Geri menegaskan, konsistensi dalam konservasi menjadi fondasi pengembangan Kebun Raya Purwodadi sebagai destinasi wisata berbasis botani yang inklusif dan edukatif.
“Pengunjung bisa menikmati udara segar, mengenal tumbuhan langka, sekaligus belajar. Kami ingin kebun raya ini menjadi laboratorium hidup yang ramah bagi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Berita Terbaru