PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mulai mendistribusikan air bersih ke 12 desa yang terdampak kekeringan di tiga kecamatan sejak akhir Juli 2026. Distribusi dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di wilayah terdampak.
Sebanyak 12 desa tersebut tersebar di Kecamatan Lumbang, Pasrepan, dan Winongan. BPBD menjadikan wilayah tersebut sebagai prioritas distribusi karena warga membutuhkan pasokan air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan distribusi air bersih masih terus dilakukan hingga saat ini. Kebijakan tersebut menyusul penetapan status tanggap darurat kekeringan di Kabupaten Pasuruan oleh Bupati.
“Sudah diSK khan oleh Bapak Bupati tentang status tanggap darurat kekeringan di Kabupaten Pasuruan. Maka saat ini distribusi pada desa-desa tersebut terus kami laksanakan,” kata Sugeng melalui sambungan selulernya, Selasa (25/8/2026).
Di Kecamatan Lumbang, lima desa yang terdampak kekeringan meliputi Karangjati, Bulukandang, Watulumbung, Pancur, dan Banjarimbo.
Sedangkan di Kecamatan Pasrepan terdapat enam desa, yakni Klakah, Ngantungan, Pasrepan, Galih, Sibon, dan Petung. Satu desa lainnya berada di Kecamatan Winongan, yakni Desa Kedungrejo.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD mengirimkan dua tangki air bersih ke setiap desa dalam satu kali distribusi. Masing-masing tangki memiliki kapasitas 5.000 liter.
“Jadi satu desa kita kirimi dua tangki air bersih. Per tangki isinya ada lima ribu liter sehingga satu hari kita dropping sepuluh ribu liter air bersih,” ujar Sugeng.
Dengan skema tersebut, setiap desa mendapatkan pasokan 10.000 liter air bersih dalam satu kali pengiriman. Air kemudian ditempatkan pada titik tertentu yang dapat dijangkau warga terdampak.
Sugeng menjelaskan, warga yang membutuhkan air bersih telah menunggu di titik distribusi dengan membawa wadah dari rumah, seperti ember dan jeriken. Pola tersebut dilakukan agar bantuan air dapat langsung dimanfaatkan masyarakat.
“Insya Allah selalu tercukupi untuk kebutuhan air bersih warga di masing-masing desa terdampak,” katanya.
Distribusi air bersih menjadi langkah penanganan pemerintah daerah di tengah kondisi kekeringan yang berdampak terhadap kebutuhan air warga. BPBD memastikan desa-desa yang telah masuk prioritas tetap mendapatkan distribusi selama membutuhkan pasokan air bersih.
Sugeng juga mengimbau masyarakat menggunakan bantuan air secara bijak. Pasokan yang diterima diharapkan diprioritaskan untuk kebutuhan penting sehari-hari.
“Kalau bisa diprioritaskan untuk minum, memasak, mandi dan kebutuhan warga lainnya,” harapnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar