Kemarau 2026 Mengancam, Strategi Pangan dan Air Mulai Disiapkan

Selasa, 7 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Pemerintah mulai menyusun strategi menghadapi potensi kemarau ekstrem tahun 2026 guna menjaga swasembada pangan dan mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi. Langkah ini dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor di Dyandra Convention Center, Selasa (7/4/2026).

Forum tersebut melibatkan pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah untuk menyatukan langkah menghadapi ancaman penurunan curah hujan akibat fenomena El Nino.

Dalam rapat tersebut, terungkap bahwa El Nino berpotensi menurunkan curah hujan hingga 20–40 persen. Puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026, yang berisiko mengganggu sektor pertanian dan ketersediaan air.

Sejumlah strategi mulai disiapkan, di antaranya pemetaan wilayah rawan kekeringan dan penguatan sistem peringatan dini. Selain itu, pemerintah mendorong optimalisasi pengelolaan sumber daya air melalui rehabilitasi jaringan irigasi, embung, serta sumur air.

Upaya lain meliputi pemanfaatan pompanisasi dan percepatan masa tanam dengan memaksimalkan sisa air hujan. Penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan juga menjadi bagian penting untuk menjaga produktivitas pertanian.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa langkah antisipatif tersebut menjadi kunci menjaga stabilitas pangan di tengah perubahan iklim.

“Upaya ini tidak hanya untuk mitigasi bencana, tetapi juga memastikan produksi pertanian tetap optimal sehingga swasembada pangan dapat terjaga secara berkelanjutan,” ujarnya.

Strategi ini dinilai penting mengingat sektor pertanian menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional. Gangguan produksi akibat kekeringan berpotensi memicu kenaikan harga pangan dan berdampak pada stabilitas ekonomi.

Selain sektor pertanian, pemerintah juga memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui operasi modifikasi cuaca dan dukungan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Koordinasi lintas lembaga diharapkan mampu meminimalkan risiko kerugian yang lebih luas.

Melalui langkah terintegrasi ini, pemerintah berharap daerah mampu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemarau 2026. “Sinergi semua pihak menjadi kunci agar dampak kekeringan bisa ditekan,” pungkas Yuhronur.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Selasa, 3 November 2026 - 06:46

Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang

Berita Terbaru