Kemarau Panjang Ancam Panen Padi Petani di Kroya Indramayu

Selasa, 21 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi lahan padi terdampak kemarau panjang di Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kondisi lahan padi terdampak kemarau panjang di Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

INDRAMAYU, RadarBangsa.co.id – Produksi padi di Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, diperkirakan mengalami penurunan pada musim panen tahun ini. Kondisi tersebut dipicu kemarau panjang yang menyebabkan berkurangnya pasokan air bagi lahan pertanian.

Sejumlah petani mengaku hasil panen musim ini berpotensi lebih rendah dibandingkan periode tanam sebelumnya. Kekeringan yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir membuat sebagian petani kesulitan mempertahankan kondisi tanaman hingga masa panen.

Ketua Kelompok Tani Sri Unggul I Desa Sukamelang, Agung Susanto, mengatakan produksi padi pada musim tanam kali ini diprediksi menurun akibat minimnya ketersediaan air. Menurutnya, banyak petani memilih tidak menanam padi karena khawatir tanaman tidak dapat tumbuh optimal di tengah kemarau panjang.

“Pada musim tanam ini banyak petani yang tidak berani menanam padi karena kemarau panjang dan tidak ada pasokan air,” kata Agung.

Ia meminta pemerintah pusat maupun pemerintah daerah segera mengambil langkah strategis untuk mengurangi dampak kekeringan yang mengancam sektor pertanian. Salah satu solusi yang diharapkan petani adalah percepatan pembangunan sumur bor guna membantu penyediaan air bagi lahan sawah.

“Kami berharap pembuatan sumur bor itu bisa secepatnya direalisasikan untuk penyelamatan tanaman padi agar para petani tidak mengalami gagal panen,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Ketua Kelompok Tani Jaya II Desa Sukaslamet, Idi Rejol. Ia memperkirakan banyak tanaman padi berisiko gagal panen karena petani tidak memiliki sumber air yang dapat digunakan untuk pompanisasi.

Menurutnya, wilayah tersebut tidak didukung jaringan irigasi maupun sumber air permukaan yang memadai sehingga petani kesulitan mengatasi kekeringan yang terjadi.

“Diperkirakan tanaman padi di sini akan banyak yang mengalami gagal panen karena tidak bisa dilakukan pompa air akibat tidak memiliki sumber air,” jelasnya.

Idi menambahkan, kondisi kekeringan saat ini berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi petani. Karena itu, pihaknya berharap Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu segera merealisasikan program irigasi perpompaan (Irpom) dan optimalisasi lahan (Oplah) guna menjaga keberlangsungan produksi pertanian di daerah tersebut.

“Tanaman padi saat ini mengalami kekeringan. Kami berharap program Irpom dan Oplah segera direalisasikan agar sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian petani dapat diselamatkan,” pungkasnya.

Penulis : Jayas

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dua Kebakaran Terjadi dalam Sehari di Lamongan, Ini Penyebabnya
Kecelakaan Maut di Jalur Deandles Lamongan, Ibu dan Balita Tewas
Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan
Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya
Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta
Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu
Dua Kebakaran Lahan di Kedungpring Lamongan, Ini Dugaan Pemicunya
Bendahara II KONI Kendal MRS Ditahan, Diduga Selewengkan Dana Rp798 Juta

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:59

Dua Kebakaran Terjadi dalam Sehari di Lamongan, Ini Penyebabnya

Senin, 2 November 2026 - 05:26

Kecelakaan Maut di Jalur Deandles Lamongan, Ibu dan Balita Tewas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:51

Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:12

Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:04

Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta

Berita Terbaru