Kemnaker-Kemenekraf Siapkan Talenta Kreatif, Peluang Kerja Baru Dibuka

Jumat, 5 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan Kemnaker dan Kemenekraf membahas penguatan sektor ekonomi kreatif, Kamis, 4 Juni 2026. (Foto: Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pertemuan Kemnaker dan Kemenekraf membahas penguatan sektor ekonomi kreatif, Kamis, 4 Juni 2026. (Foto: Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Di tengah tantangan dunia kerja yang terus berubah, pemerintah mulai mengarahkan perhatian pada sektor ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan lapangan kerja baru. Langkah ini ditandai dengan penguatan sinergi antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf).

Kolaborasi kedua kementerian tidak hanya berfokus pada pelatihan tenaga kerja, tetapi juga menyiapkan talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri kreatif yang berkembang pesat, mulai dari film, gim, aplikasi hingga kecerdasan buatan (AI).

Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di Kantor Kemnaker, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah percepatan Program Pelatihan Vokasi Nasional dan Program Magang Nasional (MagangHub). Kedua program tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari stimulus ekonomi sekaligus upaya mempercepat penyiapan sumber daya manusia yang dibutuhkan industri kreatif.

Sinergi ini merupakan tindak lanjut dari kesepahaman bersama yang telah ditandatangani pada 13 Januari 2026. Koordinasi teknis kemudian diperkuat melalui pembahasan program vokasi nasional pada 3 Juni 2026 dan penguatan program magang nasional.

Kolaborasi tersebut juga sejalan dengan visi Kabinet Merah Putih yang menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor strategis dalam menciptakan lapangan kerja masa depan.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan, sektor ekonomi kreatif memiliki peluang besar dalam menyerap tenaga kerja baru, terutama pada subsektor yang sedang tumbuh pesat.

“Sektor ekonomi kreatif, khususnya pada subsektor prioritas seperti film, gim, dan aplikasi, memiliki potensi serapan tenaga kerja yang sangat besar,” tegas Yassierli.

Menurutnya, peluang tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Untuk mendukung hal tersebut, Kemnaker siap berkolaborasi menyusun kurikulum pelatihan vokasi yang dirancang khusus guna mengakomodasi kebutuhan 17 subsektor ekonomi kreatif.

“Kami juga akan mendorong program reskilling bagi pekerja ekonomi kreatif, termasuk mereka yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), melalui pemanfaatan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Selain itu, kami menyiapkan pelaku usaha ekonomi kreatif dan alumni perguruan tinggi untuk bergabung dalam program magang nasional,” tambahnya.

Tak hanya menyiapkan tenaga kerja, Kemnaker juga berupaya memperkuat pengakuan kompetensi para pekerja kreatif melalui penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

“Kemnaker juga akan memfasilitasi sertifikasi profesi bagi para pekerja ekonomi kreatif agar memperoleh pengakuan resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” ujar Yassierli.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya berharap pilot project kerja sama yang akan dimulai pada semester II tahun 2026 dapat menjadi pijakan awal penguatan kolaborasi hingga 2029.

“Kita matangkan dan fokus pada sektor animasi, film, fesyen, dan AI. Setelah itu, kita akan melakukan survei bersama para pemangku kepentingan, terutama BLK yang memiliki spesialisasi di bidang fesyen,”,pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik
Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh Ruslan Mataram Uji Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Lapangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru