BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Suasana akrab menyelimuti pertemuan antara Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Bangkalan, Lutfiyana Lukman Hakim, dengan para Ibu Kepala Desa se-Kecamatan Kwanyar. Acara bertajuk Mengenal Lebih Dekat dan Sharing Bersama ini berlangsung di kawasan wisata Tebul Bahari, Kecamatan Kwanyar, Sabtu (6/9/2025).
Hadir pula Ketua TP-PKK Kecamatan Kwanyar bersama jajaran pengurus. Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang diskusi untuk memperkuat sinergi antara PKK kabupaten dan desa. Tujuannya, mendorong peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi Bangkalan yang lebih baik.
Dalam kesempatan itu, Lutfiyana memaparkan program kerja TP-PKK Kabupaten Bangkalan yang dikemas dalam konsep “Gelari Pelangi”. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, serta penguatan ekonomi keluarga. Salah satu contoh kegiatan nyata adalah gerakan gemar membaca melalui dongeng, yang diharapkan dapat menumbuhkan minat baca sekaligus mengasah imajinasi anak-anak sejak dini.
“Dengan dongeng, anak-anak tidak hanya terbiasa membaca, tetapi juga belajar berimajinasi dan memahami nilai-nilai kehidupan. Ini penting untuk menyiapkan generasi yang cerdas dan kreatif,” terang Lutfiyana.
Selain menyoroti bidang pendidikan, Ketua TP-PKK Bangkalan juga menekankan pentingnya penanganan stunting yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah. Menurutnya, peran PKK hingga tingkat desa sangat krusial dalam mengawasi tumbuh kembang anak.
“Untuk ke depannya, mohon untuk tetap memantau kondisi anak-anak agar kasus stunting lebih bisa diminimalisir. Kondisi harus terus dijaga agar anak-anak tumbuh lebih sehat,” pesan Lutfiyana kepada para kader PKK desa.
Ia juga menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting harus dilakukan bersama-sama, bukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat dan keluarga. Melalui pemantauan rutin, pemberian gizi seimbang, serta perhatian pada kesehatan ibu dan anak, kasus stunting di Bangkalan diharapkan bisa terus ditekan.
Pertemuan ini mendapat apresiasi dari peserta, karena menjadi wadah bertukar gagasan sekaligus memperkuat koordinasi antar-Ibu Kepala Desa. Harapannya, program-program PKK dapat diterapkan lebih efektif di tingkat desa, sehingga manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat.
Lutfiyana menutup pertemuan dengan ajakan agar seluruh kader PKK menjadikan keluarga sebagai pusat perubahan.
“Kekuatan sebuah daerah bermula dari keluarga. Jika keluarga sehat, cerdas, dan berdaya, maka Bangkalan pun akan semakin maju,” pungkasnya.
Lainnya:
- DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah
- Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M
- Sidoarjo Hapus Denda Pajak 2026, Warga Dikejar Deadline Oktober
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








