Khilma Anis Raih Radar Jember Awards 2026, Angkat Pesantren

Jumat, 21 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Alumni Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang, Khilma Anis, meraih Jawa Pos Radar Jember Awards 2026 kategori The Excellence in Literary, Cinematic, and Women’s Empowerment Award. Penghargaan tersebut diberikan atas kiprahnya di bidang sastra, sinema, sekaligus pemberdayaan perempuan.

Novelis Hati Suhita itu dinilai konsisten menghadirkan nilai-nilai pesantren, tradisi Jawa, spiritualitas, serta pengalaman perempuan dalam karya yang kemudian berkembang ke ruang publik yang lebih luas.

Penghargaan tersebut menjadi salah satu capaian dalam perjalanan Khilma sebagai santri, penulis, sineas, sekaligus penggerak pemberdayaan perempuan. Kiprahnya juga menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas, tempat Khilma pernah menimba ilmu.

Khilma menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Ia menilai capaian tersebut tidak lahir dari perjalanan seorang diri, melainkan dari dukungan banyak pihak yang ikut membersamai proses berkaryanya.

“Alhamdulillah, tentu saya bersyukur dan berterima kasih kepada Jawa Pos Radar Jember atas penghargaan ini. Saya tidak pernah melihat karya-karya yang saya lahirkan sebagai capaian saya sendiri. Ada banyak orang yang membersamai, ada pembaca, keluarga, para santri, teman-teman perempuan yang menjadi agen dan mitra, juga orang-orang yang selama ini ikut merawat karya-karya tersebut,” kata Khilma.

Pengalaman Khilma di lingkungan pesantren menjadi salah satu fondasi penting dalam karya-karyanya. Setelah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas, Jombang, ia melanjutkan perjalanan intelektual pesantrennya di Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta.

Bagi Khilma, pesantren bukan sekadar latar cerita. Lingkungan tersebut menjadi ruang kehidupan yang mempertemukan nilai agama, tradisi, kebudayaan, relasi sosial, spiritualitas, serta dinamika kehidupan perempuan.

Perspektif tersebut kemudian banyak muncul dalam karya-karyanya. Salah satu yang paling dikenal adalah Hati Suhita, novel yang membawa dunia pesantren, budaya Jawa, spiritualitas, relasi keluarga, serta pergulatan batin perempuan kepada pembaca.

Hati Suhita pada awalnya lahir sebagai cerita bersambung yang ditulis Khilma melalui Facebook pada 2019. Cerita tersebut mendapat respons besar dari pembaca dan membuat jumlah pengikutnya meningkat hingga sekitar 150 ribu.

Cerita yang semula terdiri atas 13 bab itu kemudian dikembangkan menjadi novel utuh sebanyak 33 bab dalam waktu sekitar tujuh bulan.

Perjalanan Hati Suhita tidak berhenti di dunia buku. Novel tersebut kemudian diadaptasi menjadi film layar lebar dan tayang pada 2023. Dalam proses adaptasi, Khilma turut terlibat mulai dari penulisan skenario, pemilihan lokasi, hingga pemeran.

Karya tersebut kemudian juga dikembangkan menuju format serial. Perjalanan itu memperlihatkan bagaimana cerita yang berangkat dari pengalaman dan nilai-nilai pesantren dapat berkembang ke medium sastra dan sinema.

“Bagi saya, menulis adalah bagian dari ngaji dan berdakwah. Ketika kemudian karya itu dibaca banyak orang, difilmkan, dan bisa ikut membuka ruang bagi perempuan untuk tumbuh dan mandiri, saya merasa karya itu menemukan jalan manfaatnya. Penghargaan ini justru menjadi pengingat agar saya tidak berhenti belajar dan berkarya,” ujarnya.

Khilma juga mengembangkan pemberdayaan perempuan melalui jejaring yang dibangun dari karya-karyanya. Ia membangun jejaring lebih dari 200 agen Hati Suhita yang seluruhnya perempuan.

Jejaring tersebut tersebar di Jawa, luar Jawa, hingga Malaysia dan Taiwan. Para perempuan yang tergabung tidak hanya berperan sebagai agen pemasaran buku, tetapi juga didorong untuk tumbuh sebagai perempuan yang mandiri secara mental dan ekonomi.

Khilma juga mendorong jejaring tersebut menjadi agen kebudayaan yang memahami karya, tradisi, pesantren, dan nilai yang dibawa melalui karya sastra.

Dari ekosistem tersebut berkembang berbagai produk kreatif, antara lain jilbab, mukena, tas, gelang, dan produk lainnya yang mengangkat unsur wayang serta tradisi Jawa.

Konsistensi Khilma dalam mengangkat perempuan juga berangkat dari pandangannya mengenai posisi perempuan dalam keluarga dan kehidupan sosial. Ia memandang perempuan sebagai soko guru atau tiang penyangga yang harus memiliki kekuatan ilmu, pengalaman, kemandirian, kebijaksanaan, serta spiritualitas.

“Saya selalu percaya perempuan adalah soko guru, tiang penyangga keluarga dan masyarakat. Karena itu perempuan harus kuat. Kuat dengan ilmu, pengalaman, kemandirian, dan spiritualitas. Perempuan harus terus belajar, menjadi sumur sinaba, supaya kehadirannya selalu memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya,” tegasnya.

Pandangan tersebut juga berkaitan dengan falsafah Jawa yang menjadi bagian dari pemikiran Khilma. Salah satunya wanita, wani tapa, yang dimaknai sebagai keteguhan, kemampuan mengendalikan diri, ketenangan batin, serta keterhubungan dengan Sang Pencipta.

Direktur Jawa Pos Radar Jember Choliq Baya mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap konsistensi Khilma dalam berkarya sekaligus menghadirkan dampak melalui karya dan gerakan pemberdayaan.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Khilma Anis atas dedikasi dan konsistensinya selama ini. Khilma menunjukkan bahwa sebuah karya tidak berhenti pada prestasi personal. Dari literasi, karyanya bergerak ke sinema, membawa kekayaan pesantren dan budaya kepada publik yang lebih luas, sekaligus tumbuh menjadi gerakan yang ikut memberdayakan perempuan,” kata Choliq.

Menurut Choliq, kemampuan Khilma membawa kekayaan lokal, dunia pesantren, dan perspektif perempuan ke ruang yang lebih luas menjadi salah satu kekuatan dalam perjalanan karyanya.

“Khilma Anis adalah salah satu sosok inspiratif dari Jember yang karyanya telah menjangkau jauh melampaui daerah kelahirannya. Kami berharap Khilma terus melahirkan karya-karya berkualitas, terus menginspirasi, dan semakin banyak memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya perempuan Indonesia untuk berani berkarya, mandiri, dan memberikan kontribusi terbaiknya,” ujarnya.

Ia juga berharap Radar Jember Awards tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas capaian yang telah diraih, tetapi dapat menjadi energi bagi penerima penghargaan untuk terus berkarya dan memperluas manfaat.

“Kami ingin Radar Jember Awards menjadi ruang untuk memberikan apresiasi kepada figur-figur yang bekerja, berkarya, dan memberikan dampak. Semoga apa yang dilakukan Khilma menjadi inspirasi bahwa dari Jember kita bisa melahirkan karya, gagasan, dan gerakan yang memberi warna bagi Indonesia,” pungkasnya.

Penghargaan The Excellence in Literary, Cinematic, and Women’s Empowerment Award melengkapi perjalanan Khilma Anis sebagai alumni pesantren yang membawa pengalaman dan nilai kepesantrenan ke dalam karya sastra, sinema, serta gerakan pemberdayaan perempuan.

Dari Tambakberas dan perjalanan pendidikan pesantrennya, Khilma mengembangkan karya yang mempertemukan sastra dengan budaya, spiritualitas, dan kehidupan perempuan.

Salah satu prinsip yang dibawanya adalah “klungsu-klungsu waton udu”, sebuah ungkapan yang menekankan pentingnya menghasilkan karya dan memberikan sumbangsih, meski dimulai dari sesuatu yang sederhana.

Melalui karya-karyanya, Khilma Anis kini membawa pesantren, budaya Jawa, dan suara perempuan ke ruang publik yang lebih luas, dari halaman buku hingga layar sinema.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027
Bahas RUU Pertanahan, Lia Istifhama Cairkan Suasana Rapat Komite I DPD RI dengan Pantun
Senator Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Lindungi Masyarakat dari Sengketa dan Mafia Tanah
Bukan Sekadar Soal Panggilan, Kemnaker Tekankan Kepastian Hak Pekerja Rumah Tangga

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Selasa, 15 September 2026 - 23:41

RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Berita Terbaru