Khofifah Bawa Seruan Damai Muslimat NU hingga ke PBB

Jumat, 14 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Khofifah Indar Parawansa bersama Muslimat NU Kalimantan Barat dalam Peringatan Harlah ke-80 di Asrama Haji Kota Pontianak, Selasa (11/8). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Khofifah Indar Parawansa bersama Muslimat NU Kalimantan Barat dalam Peringatan Harlah ke-80 di Asrama Haji Kota Pontianak, Selasa (11/8). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PONTIANAK, RadarBangsa.co.id — Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU yang juga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama Pengurus Wilayah Muslimat NU Kalimantan Barat di Asrama Haji Kota Pontianak, Selasa (11/8).

Dalam kegiatan tersebut, Khofifah bersama ribuan warga Muslimat NU se-Kalimantan Barat kembali menggaungkan seruan perdamaian dunia dan penghentian peperangan. Pesan itu disampaikan serentak oleh Muslimat NU dalam setiap peringatan Harlah di berbagai daerah.

“Jadi yang dilakukan di setiap Harlah Muslimat NU antara lain kita membacakan surat isinya adalah seruan perdamaian, hentikan peperangan. Surat itu di semua titik kita tunjukkan kepada PBB,” ujar Khofifah.

Menurut Khofifah, seruan tersebut merupakan bentuk kepedulian Muslimat NU terhadap persoalan kemanusiaan dan perdamaian dunia. Pesan itu selaras dengan tema Harlah ke-80 Muslimat NU, yakni “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, Meneduhkan Peradaban”.

“Perdamaian dunia adalah tujuannya kita bersama dan meneduhkan peradaban adalah jalannya untuk mencapai tujuan tersebut,” sebutnya.

Khofifah menjelaskan, meneduhkan peradaban bermakna menciptakan suasana yang adem, kondusif, toleran, bijak, tidak panas, dan tidak radikal. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mengedepankan dialog, toleransi, keadilan, serta kemandirian.

Ia juga menekankan pentingnya membangun persatuan dengan menyatukan, bukan memecah belah. Menurutnya, peradaban yang teduh dapat membantu meredam konflik sebelum berkembang menjadi peperangan sehingga perdamaian lebih mudah dijaga.

“Kalau peradabannya sudah teduh maka konflik bisa diredam sebelum pecahnya peperangan, dan perdamaian jadi lebih mudah dijaga,” imbuhnya.

Khofifah mengatakan, Muslimat NU terus berupaya agar seruan perdamaian dapat disampaikan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menuturkan, pihaknya melalui Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, telah berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri agar Muslimat NU mendapat kesempatan menyampaikan seruan tersebut secara langsung kepada PBB.

“Jadi seruan damai, seruan untuk hentikan perang itu adalah seruan dari semua Muslimat di mana saja mereka Harlah. Itu yang disampaikan,” tegasnya.

Menurut Khofifah, seruan perdamaian merupakan bagian dari peran Muslimat NU sebagai organisasi perempuan yang tidak hanya berfokus pada penguatan keluarga dan umat, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan dan masa depan peradaban.

“Muslimat NU tidak hanya merawat tradisi dan menguatkan kemandirian umat, tetapi juga hadir meneduhkan peradaban melalui pesan-pesan damai,” tambahnya.

Khofifah mengajak seluruh kader dan anggota Muslimat NU untuk terus menyemai kedamaian, menjaga persaudaraan, serta memperkuat semangat persatuan di tengah masyarakat. Ia berharap organisasi tersebut dapat memperluas pesan perdamaian sehingga suara itu tidak hanya terdengar di tingkat nasional, tetapi juga sampai ke dunia internasional.

“Dari peradaban yang meneduhkan, lahir seruan perdamaian yang didengar dunia,” tegasnya.

Seruan kepada PBB untuk menghentikan peperangan, kata Khofifah, merupakan ikhtiar dan harapan agar perdamaian dunia terus diperjuangkan. Kerja Muslimat NU di tingkat akar rumput melalui pendidikan, UMKM, dakwah, istighosah, dan salawat juga menjadi fondasi dalam membangun peradaban yang teduh.

Bagi Muslimat NU, pesan tersebut berjalan bersama penguatan peran perempuan. Aktivitas pendidikan, pemberdayaan UMKM, dakwah, istighosah, dan salawat menjadi ruang untuk memperkuat keluarga dan membangun kemandirian umat.

Khofifah menilai pesan perdamaian perlu hadir dalam kehidupan melalui hubungan sosial yang menjaga persaudaraan. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya meneduhkan peradaban dengan mengutamakan kebersamaan dan menghindari sikap yang dapat memicu perpecahan.

Upaya menyampaikan seruan kepada PBB menjadi bagian dari ikhtiar Muslimat NU agar pesan penghentian peperangan mendapat ruang yang luas. Pada saat yang sama, kerja di tingkat masyarakat menjadi fondasi.

Pesan perdamaian tersebut tidak hanya disampaikan melalui seruan kepada dunia internasional, tetapi juga diwujudkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat. Penguatan keluarga, kemandirian ekonomi, pendidikan, dan kehidupan keagamaan menjadi bagian dari upaya merawat persaudaraan serta mencegah munculnya konflik di lingkungan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Khofifah mengajak seluruh anggota Muslimat NU yang hadir untuk bersama-sama melantunkan salawat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengibaran Bendera Merah Putih serta menyanyikan lagu Hari Merdeka dan Garuda Pancasila.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
Partisipasi Pemilih Jatim Naik, Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong Peran Gen Z
Anggota DPD RI Lia Istifhama Apresiasi KPU Jatim, Partisipasi Pemilih Naik
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Anggota DPD RI Lia Istifhama Kenalkan Filosofi PEREMPUAN, Ajak Fatayat NU Berani Berpolitik
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 03:34

Partisipasi Pemilih Jatim Naik, Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong Peran Gen Z

Jumat, 30 Oktober 2026 - 03:25

Anggota DPD RI Lia Istifhama Apresiasi KPU Jatim, Partisipasi Pemilih Naik

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru