Khofifah Dampingi Wapres Tinjau Produktivitas Padi Ngawi

Minggu, 25 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah dan Wapres Gibran bersama Menteri Pertanian di sawah Ngawi, Jawa Timur(Dok Istimewa).

Gubernur Khofifah dan Wapres Gibran bersama Menteri Pertanian di sawah Ngawi, Jawa Timur(Dok Istimewa).

NGAWI, RadarBangsa.co.id – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka bersama Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada Sabtu (24/5/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk menanam padi sekaligus meninjau pabrik beras milik PT. Daya Tani Sembada di Dusun Alas Pecah, Desa Geneng, Kecamatan Geneng.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menyoroti keunggulan Kabupaten Ngawi yang secara konsisten mencatatkan produktivitas padi tertinggi di Indonesia.

> “Ngawi ini dari tahun ke tahun selalu produktivitas padinya tertinggi se-Indonesia,” ujar Gubernur Khofifah usai mendampingi Wapres dalam kegiatan penanaman padi.

Gubernur Khofifah juga melaporkan bahwa produksi beras di Jawa Timur terus menunjukkan tren positif. Hingga 22 Mei 2025, serapan beras oleh Bulog Kanwil Jawa Timur telah mencapai 478.757 ton dari target 585.581 ton atau setara 81,76%.

“Produksi beras Jawa Timur juga sudah dilakukan proses serap oleh Bulog Kanwil Jatim,” jelasnya.

Bahkan berdasarkan data terbaru, cadangan beras nasional yang dikelola Bulog menunjukkan bahwa Jawa Timur menyumbang stok terbesar di Indonesia, yakni 868.208 ton atau sekitar 22,45 persen dari total nasional.

“Capaian ini membawa kita semua semakin dekat dengan swasembada beras yang berkelanjutan dan mandiri,” tegas Khofifah.

Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian di Jawa Timur sangat signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) maupun kontribusi terhadap PDB nasional.

Kabupaten Ngawi disebut sebagai daerah dengan pertumbuhan dan produktivitas pertanian tertinggi secara nasional.

Khofifah juga menyoroti pentingnya ketersediaan air, bibit, pupuk, serta alat dan mesin pertanian (alsintan) sebagai faktor pendukung utama keberhasilan ini.

Ia mengapresiasi petani di Ngawi yang telah memaksimalkan penggunaan pupuk organik, sehingga meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan.

“Semakin banyak pupuk organik digunakan, habitat tanah akan semakin subur dan itu akan membangun keseimbangan ekosistem yang baik,” ucapnya.

Ia juga menyebut bahwa percepatan masa tanam di Ngawi patut diapresiasi, bahkan ada yang mampu mencapai indeks pertanaman (IP) hingga 7 kali tanam dalam 2 tahun.

“Ini luar biasa, kombinasi penggunaan teknologi seperti combine harvester juga mampu menekan losses sehingga produktivitas meningkat tajam,” imbuhnya.

Beranjak ke tahapan pasca panen, Khofifah menegaskan pentingnya teknologi drying atau pengeringan yang baik agar gabah bisa disimpan dalam kondisi optimal sebelum digiling dan dipasarkan.

Tak kalah penting, akses pasar juga menjadi perhatian serius. Gubernur Khofifah menyebut bahwa saat ini permintaan beras dari Indonesia mulai datang dari beberapa negara, di tengah krisis pangan dunia.

“Ini bagian penting karena krisis pangan dunia ternyata dijawab oleh Indonesia dengan over suplai. Dan Jawa Timur menjadi kontributor terbesar,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk kelompok tani, pemerintah daerah, dan stakeholder pertanian lainnya untuk terus menjaga ekosistem pertanian yang telah terbentuk di Jatim.

“Gapoktan, petani milenial, semua luar biasa. Ekosistem yang terbangun di Ngawi ini sudah sangat baik dan patut dijaga,” ujarnya.

Di hadapan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Khofifah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan kepada petani Jatim selama ini.

“Terima kasih Pak Menteri atas segala dukungan, mulai dari alsintan, pupuk, hingga bibit. Dukungan luar biasa bagi petani kami,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman memuji capaian produktivitas pertanian di Jawa Timur dan menyebut Gubernur Khofifah sebagai “idola petani Indonesia”.

“Luar biasa Ibu Gubernur. Produktivitasnya naik, luas tambah tanam nomor satu di Indonesia. Ini Gubernur idola petani,” puji Amran.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru