SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Syeikh Ahmad bin Izza Al Hazimy, menggelar buka puasa bersama sekitar 18 ribu jamaah di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Sabtu (21/2). Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kurma dan Al-Qur’an dari Salman bin Abdulaziz Al Saud kepada masyarakat Jawa Timur.
Momentum tersebut tidak sekadar agenda seremonial Ramadhan, tetapi juga sarat pesan diplomasi keagamaan dan penguatan hubungan bilateral Indonesia–Arab Saudi, terutama dalam konteks penyelenggaraan ibadah haji dan pemberdayaan ekonomi nasional.
Kegiatan diawali dengan khataman Al-Qur’an dan doa bersama, dilanjutkan buka puasa bersama ribuan jamaah yang memadati area masjid. Hadir dalam kegiatan itu pelajar SMA/SMK/MA, organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, kaum dhuafa, serta anak yatim. Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat sekitar 10 ribu pelajar mengikuti kegiatan ini sebagai bagian pembelajaran Ramadhan.
Dalam kesempatan tersebut, panitia juga mencatat tiga rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), yakni penyajian 12.000 porsi jus kurma, 20.741 porsi nasi kebuli untuk buka puasa, serta pembacaan 99 Asmaul Husna secara serentak oleh 18.000 peserta. Capaian itu dinilai sebagai simbol kuatnya partisipasi publik dan semangat kebersamaan masyarakat Jawa Timur.
Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa pemberian hadiah kurma dari Raja Salman merupakan wujud ukhuwah Islamiyah dan refleksi hubungan historis Indonesia–Arab Saudi yang telah terjalin lama. Menurutnya, perhatian tersebut mempertegas komitmen kedua negara dalam mempererat kerja sama di berbagai bidang.
“Atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat Jawa Timur, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya. Pemberian ini bukan sekadar simbol berbagi di bulan suci Ramadhan, tetapi juga cerminan hubungan persaudaraan dan persahabatan yang telah terjalin lama antara Indonesia dan Arab Saudi,” ujar Khofifah.
Dalam sambutannya, Khofifah juga menyinggung isu strategis terkait penyelenggaraan ibadah haji. Ia menyampaikan terima kasih atas izin dari Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia untuk memiliki area di Makkah sebagai Kampung Haji Indonesia yang lokasinya disebut dekat Masjidil Haram.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Yang Mulia Raja Salman dan Pangeran Mohammed bin Salman yang telah memberikan izin kepada Indonesia untuk memiliki area di Makkah sebagai Kampung Haji Indonesia,” katanya.
Selain itu, Khofifah mengapresiasi kebijakan yang mengizinkan katering jemaah haji Indonesia disiapkan oleh pelaku usaha nasional. Ia menyebut terdapat tiga pelaku usaha katering asal Jawa Timur yang mendapat kesempatan menyuplai logistik konsumsi jemaah haji pada 2026.
Menurutnya, kebijakan tersebut berdampak ganda. Di satu sisi meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah, di sisi lain membuka ruang pemberdayaan ekonomi bagi pelaku usaha Indonesia, khususnya dari Jawa Timur. “Ini bentuk kepercayaan yang sangat berarti dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas,” imbuhnya.
Khofifah berharap kerja sama Indonesia–Arab Saudi terus berkembang tidak hanya di sektor keagamaan, tetapi juga pendidikan, sosial, ekonomi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menilai kolaborasi yang telah terjalin menjadi fondasi penting dalam memperkuat hubungan strategis kedua negara.
Sementara itu, Syeikh Ahmad bin Izza Al Hazimy menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang berlangsung khidmat dan tertib tersebut. Ia menilai antusiasme ribuan masyarakat menjadi cerminan kuatnya hubungan masyarakat Indonesia dan Arab Saudi.
“Atas nama Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ibu Gubernur dan seluruh masyarakat Jawa Timur. Penjaga Dua Tanah Suci, Salman bin Abdulaziz Al Saud, menitipkan salam hangat untuk seluruh masyarakat Jawa Timur serta mendoakan agar Jawa Timur selalu dalam lindungan Allah SWT,” ujarnya.
Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kegiatan ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga stabilitas sosial dan kerukunan di tengah dinamika global. Khofifah menegaskan bahwa keamanan dan kondusivitas daerah merupakan prasyarat utama bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat keimanan sekaligus memperluas kepedulian sosial. “Semoga ukhuwah dan persahabatan ini terus terjaga dan semakin kokoh. Mari jadikan Ramadhan sebagai ruang memperbanyak ibadah dan menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar