Khofifah dan Pangdam Mulai Karya Bakti TNI di Madura, 33 Jembatan dan 400 RTLH Jadi Prioritas

Senin, 6 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin membuka Karya Bakti Skala Besar TNI di Alun-Alun Bangkalan, Senin (6/7). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin membuka Karya Bakti Skala Besar TNI di Alun-Alun Bangkalan, Senin (6/7). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin resmi membuka Karya Bakti Skala Besar TNI di wilayah Madura tahun 2026. Pembukaan ditandai dengan upacara Bakti TNI Angkatan Darat untuk Rakyat 2026 di Alun-Alun Kabupaten Bangkalan, Senin (6/7).

Program ini digelar sebagai langkah sinergi lintas sektor untuk mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat di Pulau Madura. Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya menempatkan Madura sebagai salah satu wilayah prioritas karena masih menghadapi tantangan di sektor infrastruktur, permukiman, pelayanan dasar, dan kualitas hidup warga.

Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Pangdam V/Brawijaya beserta jajaran yang dinilai konsisten membangun kerja sama dengan pemerintah daerah. Menurutnya, pembangunan akan berjalan lebih cepat ketika seluruh elemen bergerak bersama dalam satu arah.

“Kolaborasi yang terjalin selama ini menjadi bukti bahwa pembangunan akan berjalan lebih cepat ketika seluruh elemen bangsa bergotong royong,” kata Khofifah.

Ia menambahkan, pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar TNI AD di Madura menjadi ruang untuk mempertemukan format sinergi, kolaborasi, dan gotong royong dari semua lini. Khofifah menilai, kehadiran program tersebut merupakan bentuk kerja bersama yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Ini luar biasa dari Karya Bakti Skala Besar TNI AD untuk Madura. Ini akan ketemu format bagaimana kita membangun sinergi, kolaborasi dan kegotongroyongan semua lini, semua level, semua elemen. Terima kasih Pak Pangdam beserta seluruh jajaran,” ujarnya.

Pemilihan Madura sebagai lokasi pelaksanaan tahun ini, lanjut Khofifah, didasarkan pada kebutuhan percepatan pembangunan di kawasan yang memiliki potensi besar. Ia menyebut program ini diyakini akan memberi dampak berantai atau multiplier effect bagi perkembangan wilayah tersebut.

“Insya Allah ini multiplier effect nya akan sangat besar bagi percepatan pembangunan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat di Pulau Madura,” terangnya.

Khofifah menegaskan bahwa percepatan pembangunan Madura tidak bisa ditanggung satu pihak saja. Menurutnya, dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, relawan, hingga masyarakat.

“Ketika seluruh elemen bergerak bersama, pembangunan akan berlangsung lebih cepat, lebih merata, dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Melalui Karya Bakti Skala Besar Tahun 2026, sejumlah program fisik akan dijalankan. Di antaranya pembangunan 33 jembatan, 52 sumur bor, 20 rumah ibadah, renovasi 400 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) beserta MCK, pembangunan 20 sekolah, dan empat panti asuhan.

Selain infrastruktur fisik, kegiatan ini juga memuat program sosial dan kemanusiaan. Kegiatan itu meliputi operasi katarak dan bibir sumbing, khitan massal, donor darah, bakti kesehatan, bakti lingkungan, bantuan mesin irigasi, penanaman 2.000 pohon trembesi, hingga pemberian kaki palsu dan kursi roda bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Ada program fisik, ada program sosial dan kemanusiaan. Semuanya dibutuhkan oleh masyarakat dan pastinya berdampak langsung bagi mereka,” lanjutnya.

Salah satu fokus utama dalam pelaksanaan tahun ini adalah renovasi rumah tidak layak huni. Khofifah menyebut program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jatim untuk memenuhi hak masyarakat atas hunian yang layak sekaligus mendukung Program Tiga Juta Rumah dari pemerintah pusat.

Kerja sama Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya dalam renovasi RTLH sendiri telah berlangsung sejak 2009. Hingga 2025, kolaborasi itu telah menghasilkan renovasi 154.399 unit RTLH dengan total anggaran lebih dari Rp1,24 triliun. Selain itu, sejak 2019 telah dibangun 2.062 unit jamban keluarga untuk mendukung kualitas sanitasi masyarakat.

Pada Tahun Anggaran 2026, Pemprov Jatim kembali mengalokasikan renovasi 1.700 unit RTLH di 18 Kodim wilayah Kodam V/Brawijaya. Setiap unit mendapat bantuan Rp25 juta, sehingga total anggaran mencapai Rp42,5 miliar.

“Tahun ini khusus untuk Pulau Madura, sebanyak 377 unit RTLH akan direnovasi, masing-masing 94 unit di Kabupaten Bangkalan, 94 unit di Kabupaten Sampang, 94 unit di Kabupaten Pamekasan, serta 95 unit di Kabupaten Sumenep,” ungkapnya.

Khofifah menegaskan, kolaborasi panjang tersebut tidak hanya memperbaiki rumah warga, tetapi juga berdampak pada kesehatan, rasa aman, dan kualitas hidup keluarga penerima manfaat. Karena itu, ia meminta seluruh pihak menjaga semangat gotong royong selama program berjalan agar tepat sasaran, tepat mutu, dan tepat waktu.

“Kolaborasi panjang ini membuktikan bahwa sinergi Pemprov Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya tidak hanya memperbaiki rumah masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesehatan, rasa aman, serta kualitas hidup keluarga penerima manfaat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh hasil pembangunan dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya tidak berhenti pada saat proyek selesai. Menurutnya, Karya Bakti Skala Besar harus menjadi momentum memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.

“Dengan semangat kebersamaan, kita jadikan Karya Bakti Skala Besar TNI sebagai momentum memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat, mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkokoh ketahanan wilayah di Pulau Madura,” pungkasnya.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin menyampaikan bahwa Karya Bakti Skala Besar TNI AD di wilayah Madura tahun anggaran 2026 merupakan bentuk pengabdian TNI kepada bangsa dan negara. Ia menegaskan, program itu dirancang untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan daerah.

“Penghargaan dan apresiasi kepada Ibu Gubernur yang telah memberikan komitmen sinergi dan kolaborasi sehingga program ini bisa terselenggara. Ini wujud nyata pengabdian TNI kepada bangsa dan negara,” kata Rudi.

“Kami hadir membantu Pemerintah Daerah mengatasi kesulitan masyarakat dan mempercepat pembangunan. Tahun ini di Pulau Madura adalah bukti bahwa TNI dan rakyat bukan sekadar semboyan, tapi pengabdian yang berorientasi pada kebutuhan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya.

Sebagai rangkaian kegiatan, Gubernur Khofifah dan Pangdam V/Brawijaya juga meninjau Bakti Sosial Kesehatan yang menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah. Rombongan kemudian melihat Posko Karya Bakti Skala Besar serta stan UMKM.

Kegiatan diakhiri dengan pelepasan peserta karnaval di depan Makodim 0829/Bangkalan. Karnaval itu diikuti 13 kelompok peserta yang terdiri atas pelajar, komunitas sepeda antik, dan kelompok musik ul-daul, dengan rute mengelilingi Alun-Alun Bangkalan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik
Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh Ruslan Mataram Uji Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Lapangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru