SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan masyarakat agar kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni. Menurutnya, semangat kemerdekaan harus diisi dengan akhlak yang baik, kepedulian sosial, gotong royong, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pesan itu disampaikan Khofifah saat menghadiri Dzikir, Doa Bersama, Sholawat Kemerdekaan, sekaligus Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Majlis Ta’lim Al-Yasmin di Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (5/9/2026).
Di hadapan jamaah, Khofifah mengajak masyarakat menjadikan akhlakul karimah sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa, hingga bernegara.
Ia menilai akhlak dan perilaku baik merupakan cerminan nyata dalam menjalankan ajaran agama. Khofifah kemudian mengutip pesan Syekh Afeefuddin Al-Jailani, keturunan langsung Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, yang menurutnya relevan untuk menjadi pegangan masyarakat.
“Setiap Jumat beliau selalu mengajarkan ini. My religion my morality atau my morality my religion. Akhlakku, agamaku. Itulah yang kemudian menjadi fokus dari pengajian beliau yang saya harap bisa kita pedomani,” kata Khofifah.
Khofifah juga mengajak masyarakat memperkuat dzikir dan sholawat sekaligus mendoakan Indonesia. Momentum tersebut dinilai semakin relevan karena peringatan Maulid Nabi tahun ini berdekatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia tidak hanya untuk dikenang setiap Agustus. Nilai perjuangan para pendahulu harus diteruskan dalam bentuk kepedulian dan kerja nyata.
“Kemerdekaan yang kita rayakan Agustus lalu bukan hanya ajang untuk mengenang, tetapi harus menjadi energi untuk terus meningkatkan kepedulian sosial dan menghadirkan manfaat,” ujarnya.
Khofifah menyebut semangat perjuangan tersebut sejalan dengan keteladanan Rasulullah SAW yang mengajarkan kasih sayang, kejujuran, dan pengabdian kepada umat.
Karena itu, dzikir dan doa bersama yang digelar di Sidoarjo disebutnya bukan sekadar kegiatan keagamaan. Momentum tersebut menjadi ikhtiar spiritual untuk mensyukuri kemerdekaan sekaligus mengingat kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam membangun kehidupan bermasyarakat.
“Sebenarnya Maulid Nabi Muhammad SAW itu memang berdekatan dengan 17 Agustusan. Tapi karena cintanya kita kepada Rasulullah, peringatan Maulid Nabi memang kita perpanjang dan kita lakukan terus menerus sesuai kemampuan,” katanya.
Khofifah kemudian mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur menjadikan dzikir dan doa sebagai bagian dari ikhtiar membangun daerah. Kerja keras, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan doa agar setiap langkah pembangunan mendapat keberkahan dan kemudahan.
“Kalau Allah tidak ridho, kita tidak akan bisa melakukan apapun. Dan tanpa pengorbanan para pendahulu, kita tidak akan ada di sini,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat mengirimkan doa terbaik bagi para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.
“Semoga seluruh amal baktinya diterima Allah SWT dan menjadi inspirasi bagi kita untuk terus mengabdi kepada masyarakat,” lanjut Khofifah.
Memasuki awal September, Khofifah menilai semangat kemerdekaan tetap harus dijaga. Ia mendorong seluruh elemen masyarakat mempertahankan nasionalisme bukan hanya melalui perayaan, tetapi melalui gotong royong dan karya nyata sesuai bidang masing-masing.
“Mari kita isi kemerdekaan dan peringatan Maulid Nabi dengan karya terbaik kita. Kita juga perlu isi dengan menjaga persaudaraan, memperkuat toleransi, serta terus menebarkan optimisme,” pungkasnya.
Kegiatan di Pendopo Delta Wibawa tersebut berlangsung khidmat. Jamaah mengikuti lantunan tahlil dan istighosah, pembacaan Sirah Nabawiyah, serta tausiyah yang disampaikan KH Muzzaky Al Hafidz.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan Mahallul Qiyam, muhasabah, doa, dan Shalawat Kemerdekaan.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Bupati Sidoarjo Subandi, Founder Pondok Pesantren Digipreneur Al Yasmin Helmy M. Noor, Pembina MDS Al-Yasmin Yuni, serta segenap jamaah Al-Yasmin.
Editor : Zainul Arifin


















Komentar