Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial dan Layanan Kesehatan Lansia Korban Gempa NTT

Senin, 24 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan bantuan kemanusiaan di SD Inpres Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri'i, Kabupaten Manggarai, Minggu (23/8). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan bantuan kemanusiaan di SD Inpres Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri'i, Kabupaten Manggarai, Minggu (23/8). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MANGGARAI, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta layanan dukungan psikososial dan kesehatan bagi warga terdampak gempa bumi di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama kelompok rentan seperti lansia yang masih berada di lokasi pengungsian, terus dioptimalkan.

Khofifah menyampaikan hal itu saat menyerahkan bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan CSR di SD Inpres Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Minggu (23/8).

Menurut Khofifah, kebutuhan warga terdampak bencana tidak hanya berkaitan dengan bantuan logistik. Layanan kesehatan dan pendampingan psikososial juga penting untuk membantu kelompok rentan menghadapi kondisi pascagempa.

“Bukan hanya kebutuhan logistik yang harus kita pikirkan. Layanan kesehatan dan pendampingan psikososial juga penting, terutama untuk kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia,” kata Khofifah.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Pemprov Jatim telah mengirimkan tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) sebanyak lima orang. Tim itu telah berada di lokasi selama tiga hari untuk memberikan pendampingan kepada warga terdampak, khususnya anak-anak dan lansia.

“Kami mengirim tim LDP, Layanan Dukungan Psikososial. Tim LDP ini ada 5 orang yang sudah 3 hari berada di sini. Ini tim trauma healing. Yang bisa kita lakukan adalah memberikan penguatan kepada anak-anak, bapak-ibu dan lansia. Mereka membutuhkan waktu untuk mendapatkan pendampingan, konseling dan trauma healing,” ujarnya.

Khusus bagi lansia, pendampingan dilakukan untuk membantu menenangkan perasaan, mengurangi kepanikan serta meredakan dampak stres setelah mengalami bencana. Dalam prosesnya, tim menerapkan teknik defusing dan debriefing sebagai bagian dari pendampingan untuk mencegah munculnya secondary trauma atau trauma lanjutan.

Pendekatan tersebut dilakukan dengan memberi ruang kepada lansia untuk menceritakan pengalaman yang dialami sekaligus membantu mengelola rasa takut dan kepanikan setelah gempa.

Khofifah menegaskan, pendampingan psikososial tidak cukup dilakukan dalam satu kali pertemuan. Selama warga masih berada dalam situasi bencana dan pengungsian, dukungan tersebut perlu terus diberikan.

“Prosesnya tidak cukup hanya sekali. Penguatan, konseling dan trauma healing ini membutuhkan waktu. Karena itu, selama masih dalam situasi bencana dan pengungsian, pendampingan perlu terus dilakukan agar anak-anak, bapak-ibu dan lansia bisa kembali kuat,” katanya.

Selain pendampingan psikososial, Khofifah juga memastikan warga lanjut usia yang berada di pengungsian tetap mendapatkan layanan kesehatan. Kondisi mereka perlu dipantau karena masih berada dalam situasi pengungsian setelah mengalami gempa.

Pemprov Jatim sebelumnya telah mengirimkan tujuh dokter ortopedi serta 10 dokter dan perawat untuk membantu pelayanan kesehatan di RSUD Ruteng. Sebanyak 14 jenis obat-obatan yang dibutuhkan warga di pengungsian juga dikirim untuk mendukung penanganan kesehatan di lapangan.

“Untuk para lansia, mereka membutuhkan perhatian dan pendampingan. Kita berharap layanan kesehatan bisa berjalan dengan baik sehingga mereka merasa lebih aman dan tidak sendiri dalam menghadapi situasi ini,” katanya.

Khofifah menilai penanganan warga terdampak gempa membutuhkan gotong royong berbagai pihak. Pemerintah, tenaga kesehatan, relawan, dunia usaha, dan masyarakat dinilai dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing untuk membantu proses pemulihan.

“Kita semua bersaudara. Mudah-mudahan yang sakit segera sembuh dan seluruh warga diberikan kekuatan. Yang penting sekarang bagaimana kita bersama-sama memberikan penguatan agar mereka tidak merasa sendiri dalam menghadapi ujian ini,” kata Khofifah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru