Khofifah Gandeng Maybank, Perkuat Bank Daerah dan Keuangan Syariah Nasional

Kamis, 30 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertemu CEO Maybank Islamic Berhad di Kuala Lumpur, Rabu (29/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertemu CEO Maybank Islamic Berhad di Kuala Lumpur, Rabu (29/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

KUALA LUMPUR, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai menyiapkan langkah serius memperkuat daya saing ekonomi daerah melalui sektor keuangan syariah. Salah satunya dengan menjajaki kolaborasi strategis antara Bank Jatim dan Maybank Islamic Berhad di Malaysia.

Langkah ini ditegaskan langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat bertemu CEO Maybank Islamic Berhad, Mohamad Yasin bin Abdullah, di Kuala Lumpur, Rabu (29/4). Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam misi dagang dan investasi Jawa Timur di Malaysia.

Kerja sama ini tidak sekadar ekspansi bisnis perbankan. Pemerintah daerah menargetkan dampak yang lebih luas, mulai dari penguatan layanan keuangan syariah, peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha, hingga perlindungan transaksi remitansi bagi pekerja migran Indonesia (PMI).

Khofifah menegaskan, sektor keuangan syariah kini menjadi instrumen penting dalam mendorong ekonomi inklusif. Apalagi Jawa Timur memiliki basis ekonomi besar, termasuk UMKM dan industri halal yang terus tumbuh.

“Kami menyambut baik inisiatif ini sebagai aliansi strategis yang tidak hanya berorientasi komersial, tetapi juga memperkuat layanan keuangan inklusif berbasis nilai,” ujarnya.

Ia menyoroti persoalan mendasar dalam pengembangan perbankan syariah, yakni kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, penguatan unit usaha syariah di Bank Jatim harus ditopang tenaga profesional yang memiliki kompetensi khusus di bidang Islamic finance.

“Kami ingin SDM-nya benar-benar berasal dari latar belakang keuangan syariah, bukan sekadar konversi dari sistem konvensional. Ini penting untuk menjaga integritas layanan,” tegasnya.

Dari sisi dampak publik, kolaborasi ini dinilai strategis. Selain memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat, kerja sama ini juga menyasar peningkatan keamanan dan efisiensi remitansi PMI, khususnya warga Jawa Timur yang bekerja di Malaysia.

Selama ini, persoalan remitansi kerap menjadi keluhan, mulai dari biaya tinggi hingga risiko keamanan transaksi. Dengan integrasi sistem perbankan, pemerintah berharap pengiriman uang menjadi lebih cepat, aman, dan terjangkau.

Tak hanya itu, sinergi ini juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri halal. Jawa Timur dinilai memiliki potensi besar, mulai dari sektor makanan, fesyen, hingga pariwisata halal yang membutuhkan dukungan pembiayaan syariah terintegrasi.

Khofifah menjelaskan, penguatan Bank Jatim juga akan dilakukan melalui skema Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama lima bank pembangunan daerah lainnya. Skema ini membuka peluang perluasan pasar dan peningkatan skala ekonomi layanan perbankan daerah.

“Inovasi digital seperti J-Connect juga akan terus dikembangkan untuk memperluas inklusi keuangan, termasuk menjangkau masyarakat Jawa Timur di luar negeri,” imbuhnya.

Sementara itu, CEO Maybank Islamic Berhad, Mohamad Yasin bin Abdullah, melihat Jawa Timur sebagai wilayah strategis untuk ekspansi keuangan syariah global. Ia menyebut, Maybank saat ini termasuk lima besar institusi keuangan syariah dunia dengan dominasi pembiayaan syariah mencapai 74 persen dari total portofolio grup.

“Kami melihat Jawa Timur memiliki potensi besar, baik dari sisi demografi maupun posisi geostrategis. Ini peluang kolaborasi yang kuat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan ekosistem halal yang terintegrasi. Menurutnya, industri halal tidak hanya soal produk, tetapi juga sistem keuangan yang menopang seluruh rantai nilai ekonomi.

“Penguatan industri halal akan membuka pasar lebih luas bagi keuangan syariah. Kami melihat sinergi ini bisa berkembang signifikan,” jelasnya.

Kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah mulai mengarahkan kebijakan ekonomi ke sektor yang lebih berkelanjutan dan berbasis nilai. Jika terealisasi optimal, kerja sama ini bukan hanya memperkuat Bank Jatim, tetapi juga memberi dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam akses keuangan, perlindungan pekerja migran, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Khofifah pun menegaskan, langkah ini harus dikawal hingga memberikan manfaat nyata bagi warga.

“Kami ingin kerja sama ini benar-benar dirasakan masyarakat, bukan sekadar kesepakatan di atas kertas,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru