Khofifah Gratiskan MCU, Ada Kuota 20 Orang di Madiun

Minggu, 23 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan pembebasan 100 persen tarif retribusi pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU) bagi masyarakat umum di Rumah Sakit Paru Manguharjo Provinsi Jawa Timur, Madiun.

Program tersebut menjadi bagian dari kado dalam rangka HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Untuk momentum Hari Kemerdekaan, layanan MCU Dasar gratis dijadwalkan berlangsung pada 24-28 Agustus 2026 dengan kuota 20 orang.

Masyarakat yang ingin memanfaatkan fasilitas tersebut wajib mengikuti syarat dan ketentuan yang ditetapkan RS Paru Manguharjo. Teknis pendaftaran, jadwal, serta ketentuan untuk memperoleh kuota akan diinformasikan lebih lanjut oleh pihak rumah sakit.

“Dalam suasana HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kami memberikan pembebasan 100 persen tarif retribusi pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Paru Manguharjo. Mudah-mudahan ini menjadi kado kemerdekaan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (23/8).

Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur tentang Pemberian Pembebasan Tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Paru Manguharjo Provinsi Jawa Timur. Pembebasan berlaku 100 persen terhadap tarif pemeriksaan yang telah ditetapkan.

Dengan kebijakan itu, peserta yang mendapatkan kuota program tidak berkewajiban membayar tarif pemeriksaan kesehatan sebagaimana tercantum dalam ketentuan.

Khofifah menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprov Jatim memperluas akses terhadap layanan kesehatan preventif sekaligus mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara dini dan berkala.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan penting dilakukan sebelum muncul keluhan atau gejala penyakit. Melalui deteksi dini, kondisi kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila ditemukan faktor risiko tertentu.

“Kado kemerdekaan ini kami hadirkan agar masyarakat semakin mudah mengakses pemeriksaan kesehatan. Kesehatan adalah investasi yang sangat penting, dan pemeriksaan secara dini menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kualitas hidup,” tutur Khofifah.

Ia menegaskan, semangat kemerdekaan juga perlu diterjemahkan melalui upaya menghadirkan masyarakat yang semakin sehat dan produktif. Kualitas kesehatan, kata dia, menjadi salah satu fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Kalau masyarakat sehat, insya Allah bisa bekerja, belajar dan berkarya secara lebih produktif. Jadi menjaga kesehatan juga merupakan bagian dari bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang memberikan manfaat,” katanya.

Pembebasan tarif MCU bagi masyarakat umum tidak hanya diberikan pada momentum HUT Kemerdekaan. Sepanjang 2026, program serupa juga disiapkan dalam sejumlah momentum lainnya, dengan kuota 20 peserta pada setiap event.

Pada Agustus, MCU Dasar dalam rangka Hari Kemerdekaan RI memiliki tarif normal Rp232.000 dan dibebaskan 100 persen. September, tersedia MCU Dasar dengan Rontgen Panoramik dalam rangka Hari Gigi dengan tarif normal Rp357.000. Pada bulan yang sama, momentum Hari Jantung dan Paru menghadirkan paket MCU Silver dengan tarif normal Rp362.000.

Memasuki Oktober, pembebasan tarif MCU Silver senilai Rp362.000 diberikan dalam rangka Hari Ulang Tahun Provinsi Jawa Timur. Sementara pada momentum Hari Kesehatan Jiwa disediakan MCU Psikiatri dan Napza dengan tarif normal Rp100.000.

Pada November, dalam rangka Hari Kesehatan Nasional, masyarakat kembali mendapat kesempatan mengikuti paket MCU Silver dengan tarif normal Rp362.000 secara gratis sesuai kuota yang tersedia.

“Jadi tidak hanya dalam momentum kemerdekaan. Kita rangkai dengan beberapa momentum kesehatan dan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur. Setiap event disiapkan kuota 20 orang. Harapannya masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal,” terang Khofifah.

Khofifah meminta masyarakat memperhatikan informasi resmi dari RS Paru Manguharjo terkait jadwal dan persyaratan masing-masing program agar dapat memperoleh layanan sesuai kuota.

“Jangan menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan. Semakin dini kita mengetahui kondisi tubuh, semakin besar kesempatan untuk melakukan pencegahan dan menjaga kondisi kesehatan tetap baik,” pesannya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru