SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR), Khofifah Indar Parawansa, melantik pengurus IKA UNAIR Komisariat Fakultas Hukum masa bakti 2025-2030 di Ruang Pringgodigdo Fakultas Hukum Universitas Airlangga Kampus B Surabaya, Sabtu (13/6).
Dalam pelantikan tersebut, Khofifah menekankan pentingnya peran alumni sebagai penghubung antara dunia kampus, dunia kerja, pemerintah, dan masyarakat. Alumni dinilai memiliki posisi strategis untuk membuka akses, memperluas jejaring, serta membantu mahasiswa menghadapi tantangan dunia profesional yang semakin kompetitif.
Menurut Khofifah, organisasi alumni tidak cukup hanya aktif menggelar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, alumni harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi generasi penerus melalui mentoring, coaching, program magang, hingga akses pekerjaan.
“Saya mengajak seluruh senior dan alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga untuk membuka ruang yang seluas-luasnya bagi adik-adik mahasiswa agar memberikan mentoring, coaching, akses jejaring, kesempatan magang serta inspirasi dan pengalaman,” ujar Khofifah.
Gubernur Jawa Timur tersebut menegaskan bahwa investasi terbesar organisasi alumni bukan terletak pada banyaknya program yang dijalankan, melainkan pada keberhasilan mencetak generasi yang lebih baik dan siap menghadapi masa depan.
“Alumni yang hebat bukan hanya mereka yang berhasil dalam kariernya, tetapi mereka yang mampu menghadirkan jalan keberhasilan bagi generasi setelahnya,” tegasnya.
Di tengah kompleksitas tantangan pembangunan nasional, Khofifah menilai kolaborasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Tidak ada satu institusi yang mampu menyelesaikan persoalan bangsa secara sendiri-sendiri.
Karena itu, ia mendorong IKA UNAIR untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat, perguruan tinggi, organisasi profesi, dunia usaha, hingga komunitas masyarakat.
“Saya berharap organisasi IKA UNAIR menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat untuk menghadirkan berbagai pemikiran, inovasi, dan solusi kebijakan untuk pembangunan bangsa,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyoroti pentingnya peran lulusan Fakultas Hukum di tengah kebutuhan bangsa terhadap penegakan hukum yang berintegritas. Menurutnya, Indonesia membutuhkan insan hukum yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki moralitas, keberanian, kepekaan sosial, dan komitmen terhadap keadilan.
“Hukum bukan sekadar kumpulan pasal, tetapi instrumen penting untuk menghadirkan keadilan, melindungi martabat manusia, dan menjaga ketertiban kehidupan berbangsa,” ujarnya.
Ia berharap alumni Fakultas Hukum UNAIR mampu menjadi teladan dalam menjaga etika profesi sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan hukum yang dihadapi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Airlangga sekaligus Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. Sunarto, menegaskan pentingnya soliditas alumni dalam mendukung kemajuan almamater.
Menurutnya, seluruh potensi alumni perlu dihimpun dan dikoordinasikan secara baik agar memiliki dampak yang lebih besar bagi kampus maupun masyarakat.
“Seperti lidi yang diikat menjadi satu maka perannya semakin bermakna dan berdampak lebih besar,” tuturnya.
Ketua IKA UNAIR Komisariat Fakultas Hukum, Syaiful Ma’arif, menambahkan bahwa kepengurusan baru berkomitmen mengedepankan semangat gotong royong, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi almamater.
Ia menyebut salah satu fokus utama organisasi adalah memperluas kerja sama yang dapat memberikan manfaat langsung bagi alumni maupun mahasiswa, terutama dalam bidang magang dan penyerapan tenaga kerja.
“MoU yang dilakukan diharapkan bermanfaat bagi alumni dan almamater sekaligus membantu mahasiswa mendapatkan kesempatan magang dan bekerja,” katanya.
Sebagai bentuk penguatan jejaring kelembagaan, dalam rangkaian acara juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara IKA Komisariat Fakultas Hukum UNAIR dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, BKD Provinsi Jawa Timur, DPD Ikatan Notaris Indonesia Jawa Timur, Fakultas Hukum UNAIR, serta DPC Peradi Surabaya.
Langkah tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi peningkatan kolaborasi antara dunia pendidikan, profesi hukum, dan pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas.
“Saya berharap alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga menjadi teladan dalam menjaga etika profesi, memperkuat budaya hukum, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” pungkas Khofifah.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar