Khofifah, Menag Nasaruddin Umar, dan Men PPA Arifah Bersama Ribuan Muslimat NU Gaungkan Masjid sebagai Pusat Gerakan Umat di Istiqlal

- Redaksi

Sabtu, 17 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi menghadiri peringatan Isra Mikraj di Masjid Istiqlal. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi menghadiri peringatan Isra Mikraj di Masjid Istiqlal. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (17/1/2026), dimanfaatkan sebagai ruang refleksi dan konsolidasi umat. Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Agama RI Prof. K.H. Nasaruddin Umar dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Choiri Fauzi mengajak jamaah menjadikan masjid sebagai pusat spiritual, intelektual, dan gerakan sosial keumatan.

Sekitar 6.000 anggota Muslimat NU dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi memadati Masjid Istiqlal dalam peringatan hari besar Islam tersebut. Khofifah menegaskan bahwa Isra Mikraj bukan hanya peristiwa historis, tetapi pijakan untuk memperkuat relasi umat dengan masjid secara menyeluruh.

“Peringatan Isra Mikraj ini menjadi referensi bagaimana hati kita bertaut dengan masjid, bagaimana pikiran kita bertaut dengan masjid, dan bagaimana gerakan kita juga bertaut dengan masjid, dari masjid menuju masjid,” kata Khofifah Indar Parawansa saat menyampaikan sambutan.

Ia menjelaskan, konsep minal masjid ilal masjid mengandung pesan bahwa seluruh aktivitas umat seharusnya berangkat dari nilai-nilai kesucian masjid dan kembali membawa kemaslahatan bagi jamaah serta masyarakat luas.

“Di dalamnya ada niat, kecintaan, dan implementasi. Dari sanalah lahir komitmen untuk meramaikan masjid, memakmurkan masjid, dan memperkuat jamaahnya,” ujarnya.

Khofifah menilai kehadiran ribuan Muslimat NU merupakan bentuk penguatan ibadah kolektif dan nilai spiritual. Rangkaian kegiatan peringatan Isra Mikraj, seperti pembacaan ayat suci Al-Qur’an, shalawat, majelis ilmu, dan silaturahmi, menjadi sarana memperdalam keimanan sekaligus memperkuat ukhuwah.

“Semoga kehadiran kita dalam majelis ini dicatat sebagai amal ibadah dan menjadi bekal ketika kita menghadap Allah dalam keadaan husnul khatimah,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara hablu minallah dan hablu minannas. Menurutnya, ibadah ritual seperti salat dan puasa harus berjalan seiring dengan kolaborasi sosial, harmoni antarwarga, serta penguatan kesalehan sosial.

Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. K.H. Nasaruddin Umar memaknai Isra Mikraj sebagai perjalanan spiritual atau safar Nabi Muhammad SAW atas undangan Allah.

“Dalam hakikat spiritual, safar itu mencakup empat perjalanan, yakni dari bawah ke atas, dari atas ke bawah, perjalanan horizontal sosial, serta perjalanan individu dan kolektif dalam beribadah,” jelas Nasaruddin Umar.

Ia menerangkan bahwa Isra merupakan perjalanan yang masih dapat dicerna oleh akal manusia, sementara Mikraj adalah perjalanan vertikal yang melampaui batas rasional.

“Tujuan Mikraj adalah bagaimana setelah mencapai puncak spiritual, kita kembali ke masyarakat untuk bersosialisasi dan memberi manfaat. Itulah hakikat Mikraj,” katanya.

Menag Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi kepada Khofifah Indar Parawansa dan Arifah Choiri Fauzi atas kolaborasi penyelenggaraan peringatan Isra Mikraj di Masjid Istiqlal.

“Terima kasih kepada Ibu Khofifah dan Ibu Arifah. Jika Muslimat NU ingin memanfaatkan Masjid Istiqlal secara rutin, misalnya sebulan sekali, kami insyaallah siap memfasilitasi,” ujarnya.

Sementara itu, penceramah Ustadz Das’ad Latif menegaskan bahwa esensi utama Isra Mikraj adalah perintah salat. Ia mengingatkan jamaah untuk menjadikan salat sebagai ruang evaluasi diri.

“Kalau hidup banyak masalah, jangan dibagikan ke media sosial. Kembalilah ke salat dan evaluasi salat kita,” tegasnya.

Usai peringatan Isra Mikraj, Khofifah bersama Arifah Choiri Fauzi meninjau Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta. Peninjauan tersebut menegaskan pesan toleransi dan persaudaraan antarumat beragama, sekaligus meneguhkan peran masjid sebagai pusat spiritual dan gerakan sosial yang relevan bagi kehidupan kebangsaan.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kapolres Lamongan Ganjar Anggota Berprestasi, Pesan Keras: Kerja Bukan Cari Pujian
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
May Day 2026 di Lamongan: BPJS Ketenagakerjaan Fokus pada Perlindungan Pekerja
Hari Buruh 2026 di Jember, BPJS Ketenagakerjaan Ingatkan Pentingnya Jaminan bagi Pekerja Rentan
Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil
Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha
Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi
Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 12:28 WIB

Kapolres Lamongan Ganjar Anggota Berprestasi, Pesan Keras: Kerja Bukan Cari Pujian

Senin, 4 Mei 2026 - 11:30 WIB

May Day 2026 di Lamongan: BPJS Ketenagakerjaan Fokus pada Perlindungan Pekerja

Senin, 4 Mei 2026 - 09:07 WIB

Hari Buruh 2026 di Jember, BPJS Ketenagakerjaan Ingatkan Pentingnya Jaminan bagi Pekerja Rentan

Senin, 4 Mei 2026 - 08:14 WIB

Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:13 WIB

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha

Berita Terbaru