Khofifah Minta DMI Garap Peluang Ekonomi Umat

- Redaksi

Senin, 8 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan arahan kepada pengurus DMI Jatim pada Masjid Award 2025 di Islamic Center Surabaya. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan arahan kepada pengurus DMI Jatim pada Masjid Award 2025 di Islamic Center Surabaya. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan pentingnya peran masjid dalam penguatan ekonomi umat. Dalam agenda Masjid Award 2025 di Islamic Center Surabaya, Jumat (5/12), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jatim untuk masuk lebih jauh ke dalam program-program strategis nasional yang kini digerakkan pemerintah pusat.

Khofifah menilai, masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah dan dakwah, tetapi juga berpotensi menjadi simpul pemberdayaan ekonomi berbasis jamaah. “DMI perlu membaca peluang secara cepat. Banyak program nasional yang dapat langsung disentuh oleh struktur masjid,” ujarnya dalam arahannya.

Menurut Khofifah, terdapat sedikitnya lima program prioritas nasional yang memberi ruang besar bagi partisipasi DMI. Program tersebut meliputi penyiapan bibit sapi perah, pembangunan pabrik atau peternakan Grand Parent Stock (GPS) ayam, perluasan tanam tebu, percepatan budidaya ikan untuk memenuhi kebutuhan MBG, dan penyiapan bahan baku konsumsi jamaah haji.

“Pada 2026 Jawa Timur mendapat dukungan Rp2,4 triliun untuk penyiapan bibit sapi perah. Pabrik GPS juga direncanakan di Malang. Ini bukan sekadar program pertanian, tetapi peluang jangka panjang untuk membangun Dakwah Bil Mal,” ujarnya.

Ia menambahkan, program swasembada gula juga menjadi pintu masuk bagi DMI. Target tanam 70 ribu hektare tebu membutuhkan jejaring luas. Desa yang tidak memiliki lahan dapat menggunakan pola sewa atau memanfaatkan perhutanan sosial. Pemerintah provinsi pun menyiapkan fasilitas mekanisasi, seperti traktor, untuk mempercepat pengolahan lahan.

Di sektor perikanan, Khofifah menyoroti tingginya kebutuhan ikan untuk pasar domestik dan ekspor, termasuk pasokan tambahan untuk program MBG pemerintah pusat. “Permintaan ikan melonjak. Kita harus memastikan kebutuhan dipenuhi dari pembudidaya lokal, bukan impor. DMI bisa menjadi mediator lahirnya pembudidaya baru,” tegasnya.

Kesempatan lain hadir dari kerja sama Indonesia–Arab Saudi yang mensyaratkan bahan baku konsumsi jamaah haji harus berasal dari Indonesia mulai 2026. “Ini tidak mudah, tetapi peluangnya besar. Banyak UMKM yang bisa dilibatkan. DMI mesti masuk karena masjid memiliki jejaring sangat kuat,” imbuhnya.

Untuk mempermudah tindak lanjut, Khofifah meminta DMI berkoordinasi langsung dengan dinas terkait. “Kalau ingin budidaya ikan, komunikasikan dengan dinas perikanan. Untuk sapi perah dan GPS, hubungi dinas peternakan. Pemerintah siap mendampingi,” katanya. Ia juga menambahkan kutipan baru: “Perubahan ekonomi umat harus dimulai dari ekosistem yang paling dekat dengan masyarakat, dan masjid adalah ruang terdekat itu.”

Lebih jauh, Khofifah menilai bahwa penguatan masjid melalui lima program strategis tersebut bertujuan menjadikan masjid mandiri secara ekonomi. “Kemandirian masjid akan berdampak langsung pada kesejahteraan jamaah. Dakwah Bil Mal harus melengkapi dakwah Bil Lisan,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Khofifah juga menyerahkan penghargaan kepada 31 masjid terbaik di Jawa Timur. Penghargaan tersebut diberikan untuk mengapresiasi imam, takmir, dan marbot yang selama ini menjaga aktivitas masjid. Masjid Al Fatah Kota Mojokerto meraih juara 1 kategori Masjid Agung. Masjid Baitul Fallah Kabupaten Pasuruan terbaik kategori Masjid Besar. Masjid Baitis Salam Kabupaten Probolinggo unggul pada kategori Masjid Jami.

Untuk kategori Masjid Perkantoran, Masjid Ussisa Ala Taqwa Kabupaten Pasuruan menjadi juara, sedangkan kategori masjid kampung/perumahan diraih Masjid Al Kholid Kabupaten Kediri. Adapun Mushala Al Mujahidin Kabupaten Sumenep terpilih sebagai juara kategori musholla.

Selain pemberian penghargaan, acara diisi pelantikan Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Provinsi Jatim 2025–2030 dan penandatanganan MoU antara PW DMI Jatim, ITS, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan, serta Kanwil BPN Jatim terkait sertifikasi tanah wakaf. Pemerintah juga memberikan apresiasi sebesar Rp2,5 juta untuk para imam dan marbot.

“Keberadaan masjid memiliki peran strategis dalam membangun keumatan. Penghargaan ini bentuk dukungan kami,” pungkas Khofifah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Lima Desa di Kendal Lunas PBB-P2, Pemkab Optimalkan PAD di Tengah Efisiensi Anggaran
RKPD 2027 Lamongan Dibahas, Pemkab Ubah Strategi Pengentasan Kemiskinan
Pasca OTT KPK, Gubernur Khofifah Tunjuk Plt Wali Kota Madiun
Bupati Bangkalan Resmikan SPPG Trunojoyo di Socah, Dorong Perbaikan Gizi dan Ekonomi Desa
Pemkab Bangkalan–Unair Jajaki Penguatan Sinergi Pembangunan Berbasis Riset
Dispendukcapil Bangkalan Perkuat Pembinaan Pegawai, Tekankan Pelayanan Prima dan Bebas Pungli
Pemangkasan Dana Desa untuk KDMP, Senator Lia Istifhama Fasilitasi Aspirasi Kepala Desa se-Jawa Timur
CAGR Dana Haji 6,58 Persen, DPD RI Lia Istifhama Minta Transparansi Kebijakan

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:37 WIB

Lima Desa di Kendal Lunas PBB-P2, Pemkab Optimalkan PAD di Tengah Efisiensi Anggaran

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:53 WIB

RKPD 2027 Lamongan Dibahas, Pemkab Ubah Strategi Pengentasan Kemiskinan

Rabu, 21 Januari 2026 - 12:26 WIB

Pasca OTT KPK, Gubernur Khofifah Tunjuk Plt Wali Kota Madiun

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:10 WIB

Bupati Bangkalan Resmikan SPPG Trunojoyo di Socah, Dorong Perbaikan Gizi dan Ekonomi Desa

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:01 WIB

Pemkab Bangkalan–Unair Jajaki Penguatan Sinergi Pembangunan Berbasis Riset

Berita Terbaru