Khofifah Minta MUI Jatim Perkuat Dakwah Digital Hadapi Krisis Moral

Minggu, 12 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menghadiri pengukuhan Pengurus MUI Jawa Timur Masa Khidmat 2025–2030 di Aula Grahadi, Surabaya, Minggu (12/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menghadiri pengukuhan Pengurus MUI Jawa Timur Masa Khidmat 2025–2030 di Aula Grahadi, Surabaya, Minggu (12/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA,RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur memperkuat dakwah digital sebagai respons terhadap berbagai persoalan sosial yang kian kompleks. Menurutnya, ruang digital harus dimanfaatkan secara optimal untuk menghadirkan konten keagamaan yang moderat, kredibel, dan mampu menjawab tantangan zaman, mulai dari paparan pornografi, penyebaran HIV, hingga meningkatnya kerentanan kesehatan mental generasi muda.

Pesan itu disampaikan Khofifah saat menghadiri Pengukuhan Pengurus, Komisi, Badan, dan Lembaga MUI Jawa Timur Masa Khidmat 2025–2030 di Aula Grahadi, Surabaya, Minggu (12/7/2026). Acara tersebut dihadiri Ketua MUI Pusat KH Anwar Iskandar, Ketua MUI Jawa Timur Prof. Abdul Halim Subahar, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Andy Karyono, jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta pengurus MUI Jawa Timur yang baru dikukuhkan.

Dalam kesempatan itu, Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama turut dikukuhkan sebagai Wakil Sekretaris MUI Jawa Timur masa khidmat 2025–2030.

Khofifah menilai perubahan pola masyarakat dalam memperoleh pengetahuan agama menjadi tantangan baru yang harus direspons organisasi keagamaan. Ia menyebut lebih dari 60 persen masyarakat kini mengakses informasi keagamaan melalui platform digital sehingga keberadaan dakwah di ruang siber menjadi semakin strategis.

“Karena itu, MUI harus berada di garda terdepan dalam memperkuat dakwah digital. Penguatan literasi dan konten keislaman di ruang digital harus terus dilakukan agar masyarakat memperoleh rujukan yang benar, moderat, dan menyejukkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, besarnya pengaruh media berbasis digital juga terlihat dari tingginya tingkat pembaca media keagamaan seperti NU Online. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyebaran informasi keagamaan melalui platform digital memiliki daya jangkau yang luas dan mampu membentuk pemahaman masyarakat.

Di sisi lain, Khofifah mengingatkan masih banyak persoalan sosial yang membutuhkan perhatian bersama. Paparan pornografi terhadap anak, persoalan HIV, meningkatnya kerentanan kesehatan mental, hingga dispensasi perkawinan menjadi tantangan yang dinilai tidak dapat diselesaikan pemerintah tanpa keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

“Pemerintah tidak sanggup mengatasi semua persoalan masyarakat sendirian. Karena itu, kami membutuhkan kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan dan para ulama. MUI memiliki ruang dakwah yang sangat luas untuk membangun ketahanan moral masyarakat,” tegasnya.

Ketua MUI Jawa Timur Prof. Abdul Halim Subahar menyatakan kepengurusan baru memikul tanggung jawab besar karena MUI menjadi wadah bagi ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim di Jawa Timur. Ia berharap dukungan serta arahan dari para ulama dan Dewan Pertimbangan agar amanah organisasi dapat dijalankan secara maksimal.

“Kami akan memulai dengan konsolidasi internal pengurus serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan demi mewujudkan kemaslahatan umat. MUI Jawa Timur memiliki sumber daya manusia yang sangat lengkap sehingga harus dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Pengukuhan kepengurusan periode 2025–2030 menjadi awal penguatan peran MUI Jawa Timur dalam membina kehidupan keagamaan sekaligus memperluas sinergi dengan pemerintah menghadapi berbagai tantangan sosial. Penguatan dakwah digital diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen membangun literasi keagamaan yang sehat dan memperkuat ketahanan moral masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru