Khofifah Pastikan Jatim Siap Implementasi Beras Fortifikasi, Tunggu Regulasi Pusat

Sabtu, 9 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan cinderamata kepada perwakilan World Food Programme (WFP) usai pertemuan membahas rencana implementasi beras fortifikasi untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (8/8/2025) malam. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan cinderamata kepada perwakilan World Food Programme (WFP) usai pertemuan membahas rencana implementasi beras fortifikasi untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (8/8/2025) malam. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapannya menjadikan Jatim sebagai provinsi pertama yang mengimplementasikan beras fortifikasi untuk meningkatkan gizi anak melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, ia mengingatkan bahwa langkah strategis ini harus didukung regulasi resmi dari pemerintah pusat agar pelaksanaannya aman secara hukum dan sesuai prosedur.

“Kita siap menjadi implementor pertama jika pemerintah pusat merevisi aturan, regulasi, maupun kebijakan terhadap beras fortifikasi,” kata Khofifah usai menerima jajaran World Food Programme (WFP) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (8/8) malam.

Menurut Khofifah, payung hukum idealnya diterbitkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai otoritas resmi yang membawahi kebijakan ini. Dengan begitu, program beras fortifikasi dapat berjalan beriringan dengan aturan nasional dan mendukung target penurunan stunting.

“Jatim siap untuk mengimplementasikan program ini. Saya menyampaikan supaya regulasinya direvisi dulu, supaya ketika program ini kita jalankan semua sudah sesuai dengan prosedur,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemprov Jatim telah menyiapkan anggaran yang cukup untuk mendukung MBG. Namun, sinkronisasi aturan dengan pemerintah pusat menjadi kunci agar tidak menimbulkan persoalan hukum di masa depan.

Khofifah juga meminta WFP memaparkan manfaat beras fortifikasi kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan, BGN, dan pemerintah pusat, termasuk bukti keberhasilannya di berbagai negara. Ia mencontohkan program makan gratis di India yang dinilai sukses menekan angka kekurangan gizi.

“Kami siap menjadi pelaksana pertama. Jatim siap jadi role model beras fortifikasi di Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Senior Advisor Analytics & Science for Food & Nutrition at the Nutrition and Food Quality Service WFP, Saskia de Pee, mengatakan pihaknya mendukung penuh rencana tersebut.

“Kami mendiskusikan kemungkinan memasukkan beras fortifikasi ke dalam program MBG yang merupakan program pemerintah saat ini,” ujarnya.

Menurut Saskia, beras fortifikasi berpotensi memberi tambahan gizi signifikan bagi anak-anak, yang berdampak pada peningkatan pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.

“Dengan adanya produksi masif, harga beras fortifikasi dapat ditekan sehingga lebih terjangkau. Ini intervensi penting, bukan hanya bagi pendidikan, tapi juga kesehatan dan gizi anak Indonesia,” pungkasnya.

Pertemuan ini juga dihadiri Regional Project Coordinator for Large-scale Food Fortification Program WFP Asia Pacific Regional Office (APARO) Bangkok Sakshi Jain, Programme Policy Officer (Rice Fortification) WFP Indonesia Hizkia Respatiadi, dan Programme Policy Officer (Nutrition SBCC) WFP Indonesia Agatha.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru