Khofifah Salurkan Rp9,87 Miliar di Magetan, Bansos Didorong Jadi Pengungkit Ekonomi Keluarga

Selasa, 6 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyalurkan bantuan sosial dan dukungan pemberdayaan kepada masyarakat Kabupaten Magetan dalam rangkaian Hari Jadi ke-81 Jawa Timur, Selasa (6/10/2026).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyalurkan bantuan sosial dan dukungan pemberdayaan kepada masyarakat Kabupaten Magetan dalam rangkaian Hari Jadi ke-81 Jawa Timur, Selasa (6/10/2026).

MAGETAN, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial dan dukungan pemberdayaan senilai Rp9.867.400.000 atau sekitar Rp9,87 miliar kepada masyarakat Kabupaten Magetan, Selasa (6/10/2026).

Penyaluran berlangsung di Pendopo Surya Graha dan menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Khofifah menekankan agar bantuan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi dapat menjadi pengungkit ketahanan serta kemandirian ekonomi keluarga.

“Saya berharap seluruh bantuan ini tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat manfaat. Lebih dari itu, saya ingin bantuan ini memberikan efek pengungkit (multiplier effect) bagi ketahanan ekonomi Bapak/Ibu sekalian,” kata Khofifah.

Di Magetan, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan Rp4,6259 miliar. Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus) bagi 1.289 keluarga dengan bantuan Rp2 juta per tahun.

Bantuan untuk kelompok masyarakat yang berada dalam kemiskinan ekstrem diberikan kepada 717 penerima, masing-masing Rp1,5 juta per tahun. Sementara Bantuan Langsung Tunai (BLT) Buruh Pabrik Rokok diberikan kepada 189 penerima dengan nilai Rp1 juta per tahun.

Selain itu, sebanyak 138 penyandang disabilitas menerima bantuan sosial masing-masing Rp3,6 juta per tahun. Khofifah mengatakan intervensi tersebut menyasar masyarakat desil 1 hingga desil 4 dengan kualifikasi tertentu, termasuk perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga, lansia kurang mampu, dan penyandang disabilitas berat.

“Gunakanlah bantuan ini sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan pokok, meningkatkan kemandirian, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan dengan pendampingan Pilar-Pilar Sosial yang ada di Jawa Timur,” ujarnya.

Dukungan juga diberikan kepada para pendamping sosial. Pemprov Jatim menyalurkan BOP dan tali asih kepada 127 Pilar Sosial yang terdiri atas Pendamping Disabilitas, SDM PKH Plus, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Taruna Siaga Bencana (TAGANA), dengan total Rp286,6 juta.

Di sektor pemberdayaan ekonomi, BUMD Provinsi Jawa Timur menyalurkan zakat produktif kepada 100 penerima manfaat, masing-masing Rp500 ribu. Pemprov Jatim juga mengalokasikan berbagai program pemberdayaan berbasis desa senilai Rp921,5 juta.

Program tersebut mencakup bantuan BUMDESA, Desa Berdaya, Jatim Puspa, serta Bantuan Keuangan Kabupaten. Selain itu, Bantuan Keuangan (BK) Desa senilai Rp4,27 miliar disalurkan melalui sejumlah perangkat daerah untuk mendukung berbagai kebutuhan desa.

Secara keseluruhan, pada 2026 Pemprov Jatim mengalokasikan Rp171,2695 miliar untuk bantuan sosial dan tali asih Pilar-Pilar Sosial bagi masyarakat di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.

Khofifah meminta seluruh program dikawal melalui pendampingan yang kuat agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan dan memberikan manfaat berkelanjutan.

“Panjenengan semua adalah garda terdepan dalam memastikan program perlindungan sosial berjalan efektif dan tepat sasaran,” kata Khofifah kepada para Pilar Sosial.

Menurut Khofifah, perlindungan sosial dan pemberdayaan harus berjalan beriringan. Bantuan diperlukan untuk memperkuat daya tahan masyarakat, sedangkan pemberdayaan diarahkan agar penerima memiliki kapasitas untuk meningkatkan produktivitas dan membangun kemandirian.

Selain menyerahkan bantuan, Khofifah juga memberikan Alquran hadiah dari Raja Salman kepada Bupati Magetan, jajaran Forkopimda Kabupaten Magetan, serta masyarakat yang hadir. Paket sembako turut dibagikan kepada masyarakat sebagai bagian dari rangkaian silaturahmi.

Khofifah menegaskan berbagai intervensi tersebut merupakan bagian dari implementasi Nawa Bhakti Satya, khususnya pilar Jatim Sejahtera. Program itu diarahkan untuk memperkuat sistem perlindungan sosial sekaligus mendorong kemandirian desa melalui kerja sama lintas sektor dan pemanfaatan data terpadu.

“Program ini menjadi salah satu ikhtiar Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara menuju Indonesia Emas 2045 dengan memastikan tidak ada warga yang tertinggal (no one left behind),” tegasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Khofifah Kenang Yasuo Fukuda, Tokoh yang Bantu Perkuat Investasi Jepang di Jatim
Kapolrestabes Semarang Soroti Modus Narkoba Lewat Vape Saat Safari Subuh
Ultimatum 5×24 Jam untuk PT IIS Asian Agri Group, Aktivis Soroti HGU hingga CSR di Pelalawan
Kabupaten Pasuruan Borong 3 Penghargaan, dari Pangan hingga Inovasi Pelayanan Publik
Khofifah Luncurkan Trans Jatim Koridor II Malang Raya, Disabilitas Gratis Selamanya
Atap Gudang Padi Timpa Tiga Rumah, Puting Beliung Rusak Tiga Desa di Lamongan
Sidoarjo Incar Juara Umum Porprov 2027, Masa Depan Atlet Ikut Disiapkan
2.000 Lowongan Kerja Dibuka di Sidoarjo, Pencari Kerja Disabilitas Juga Punya Kesempatan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:23

Khofifah Kenang Yasuo Fukuda, Tokoh yang Bantu Perkuat Investasi Jepang di Jatim

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:58

Kapolrestabes Semarang Soroti Modus Narkoba Lewat Vape Saat Safari Subuh

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:56

Kabupaten Pasuruan Borong 3 Penghargaan, dari Pangan hingga Inovasi Pelayanan Publik

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:47

Khofifah Luncurkan Trans Jatim Koridor II Malang Raya, Disabilitas Gratis Selamanya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:56

Atap Gudang Padi Timpa Tiga Rumah, Puting Beliung Rusak Tiga Desa di Lamongan

Berita Terbaru