Khofifah: Santri Digital Al-Yasmin Jawaban Masa Depan

Rabu, 12 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya, Senin (10/11) malam. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya, Senin (10/11) malam. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Di tengah arus digital yang kian deras, hadir sebuah pesantren dengan wajah berbeda di Surabaya. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutnya sebagai pesantren “anti-mainstream”, namun justru paling relevan dengan zaman Pesantren Digipreneur (Digital-Entrepreneurship) Al-Yasmin.

“Biasanya pesantren melarang santri membawa gawai. Tapi di sini, santrinya justru tak bisa lepas dari gawai. Karena dari sanalah mereka belajar memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan,” ujar Khofifah saat meresmikan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin di kawasan Pagesangan Baru, Surabaya, Senin (10/11) malam.

Peresmian itu berlangsung semarak. Di halaman pesantren, langit malam dihiasi pertunjukan konfigurasi drone yang membentuk simbol-simbol pesantren dan teknologi. Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar turut hadir, bersama sejumlah tokoh dari kalangan ulama dan akademisi.

Menurut Khofifah, kehadiran pesantren berorientasi digital ini merupakan respons nyata terhadap perubahan dunia yang semakin tak berbatas. Pesantren Al-Yasmin, kata dia, menjadi jembatan antara nilai-nilai keagamaan dan kompetensi teknologi yang kini ditandai oleh kemajuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

“Pesantren Digipreneur Al-Yasmin adalah bentuk respons keagamaan yang cerdas terhadap realitas baru. Dunia digital harus kita kuasai, bukan kita hindari,” ujarnya.

Khofifah menilai, masyarakat masih banyak yang keliru dalam memahami teknologi digital, terutama AI. Padahal, teknologi itu sudah membantu berbagai bidang, termasuk dunia kedokteran di Surabaya yang kini mampu melibatkan dokter spesialis luar negeri melalui bimbingan jarak jauh berbasis AI.

“Apa yang dilakukan Mas Helmy ini sebuah terobosan. Dunia IT memang harus dikondisikan dengan baik—bukan sekadar penggunaan gadget, tetapi bagaimana teknologi itu menjadi alat efisiensi dan kemanfaatan,” lanjutnya.

Ia menambahkan, ruang pengembangan digital di pesantren ini terbuka luas, mulai dari pertanian, peternakan, hingga wirausaha berbasis teknologi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, ujarnya, kini juga memperluas kolaborasi dengan berbagai universitas luar negeri untuk memperkuat pendidikan digital dan inovasi teknologi.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Digipreneur Al-Yasmin, H Helmy M Noor, menjelaskan bahwa konsep pesantren ini lahir dari cita-cita lama yang berakar pada pesan almarhum KH Hasyim Muzadi, mantan Ketua Umum PBNU (2000–2010).

“Pesantren ini kami rintis sejak 2021 dengan semangat yang diwariskan Kiai Hasyim Muzadi. Beliau yang pertama kali mengenalkan saya pada dunia digital, dan berpesan dua hal: tekuni dan tularkan,” tutur Helmy.

Helmy mengenang, dirinya pernah diajak Kiai Hasyim berkunjung ke sebuah kampus di India yang memiliki studio besar dan melahirkan bintang film dunia. Dari pengalaman itu, Kiai Hasyim berpesan agar kelak lahir lembaga serupa yang berbasis pesantren—menggabungkan teknologi, kreativitas, dan nilai-nilai Islam.

“Program pesantren ini untuk santri bertalenta khusus, seperti public speaking, desain grafis, musik, digital marketing, konten kreator, pertanian digital, hingga media dan advertising. Tujuannya agar santri bisa menjadikan hobi sebagai profesi,” ungkapnya.

Helmy berharap, Al-Yasmin dapat menjadi model pendidikan pesantren masa depan—tempat di mana iman, ilmu, dan inovasi tumbuh bersama untuk menjawab tantangan zaman, pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru