SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mempercepat realisasi kerja sama sister province dengan Alexandria, Mesir, dengan fokus pada sektor perdagangan dan pendidikan. Langkah ini dinilai strategis karena berpotensi membuka pasar ekspor baru sekaligus memperluas akses pendidikan global bagi masyarakat Jawa Timur.
Pertemuan antara Khofifah dan Wakil Duta Besar Mesir Dr. Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi berlangsung di Masjid Nasional Al Akbar, Minggu (19/4). Agenda utama adalah membahas percepatan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang kini masih dalam tahap finalisasi.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Letter of Intent (LoI) yang sebelumnya telah disepakati antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Alexandria. Pemerintah menargetkan kerja sama ini segera masuk tahap implementasi agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Diskusi kami fokus pada percepatan MoU, khususnya di sektor perdagangan dan pendidikan. Ini penting agar kerja sama tidak berhenti di tataran konsep, tetapi segera memberi dampak nyata,” ujar Khofifah.
Dari sisi ekonomi, kerja sama ini dinilai membuka peluang ekspor komoditas unggulan Jawa Timur, khususnya kopi. Mesir dikenal memiliki tingkat konsumsi kopi yang tinggi, sehingga menjadi pasar potensial bagi petani dan pelaku usaha di Jawa Timur.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperluas pasar global di tengah tantangan ekonomi. Jika terealisasi, kerja sama ini dapat meningkatkan nilai ekspor, memperkuat UMKM, dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Ada peluang besar untuk link and match antara kebutuhan pasar Mesir dan produk unggulan Jawa Timur,” tegas Khofifah.
Sementara di sektor pendidikan, kerja sama difokuskan pada penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pertukaran pengetahuan dan akses pendidikan internasional. Alexandria yang memiliki sejarah panjang sebagai pusat peradaban dan pendidikan dunia dinilai menjadi mitra strategis.
Program yang disiapkan mencakup kolaborasi dengan institusi pendidikan, termasuk rencana kerja sama antara Universitas Al-Azhar dengan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama. Salah satu fokusnya adalah penguatan moderasi beragama dan pencegahan radikalisme.
“Kerja sama pendidikan ini akan membuka peluang transfer knowledge dan memperluas wawasan global bagi generasi muda kita,” jelasnya.
Bagi masyarakat, dampak kerja sama ini tidak hanya dirasakan dalam jangka panjang, tetapi juga berpotensi langsung pada peningkatan kualitas pendidikan, akses beasiswa, hingga penguatan ekonomi keluarga melalui sektor ekspor.
Selain membahas kerja sama internasional, Khofifah juga memaparkan pengembangan Masjid Nasional Al Akbar sebagai pusat layanan publik berbasis keagamaan. Fasilitas seperti digital library, program generasi muda, hingga ruang terbuka hijau terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban.
Upaya ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada kerja sama global, tetapi juga memperkuat layanan publik di tingkat lokal.
Wakil Duta Besar Mesir, Dr. Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menilai Jawa Timur memiliki kesiapan kuat untuk menjalin kemitraan strategis dengan Alexandria.
“Kerja sama ini memiliki potensi besar, baik di bidang ekonomi maupun pendidikan. Kami optimistis hubungan ini akan membawa manfaat bagi kedua belah pihak,” ujarnya.
Dengan dukungan politik dari DPRD Jawa Timur, kerja sama sister province ini diharapkan segera terealisasi dan menjadi model kolaborasi internasional berbasis kebutuhan nyata masyarakat.


















Komentar