Khofifah Terima Dubes Swedia di Grahadi, Fokus SRRL dan Beasiswa Medical PhD

Jumat, 13 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menerima Dubes Swedia Daniel Blockert di Grahadi, Surabaya, Kamis (12/2). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menerima Dubes Swedia Daniel Blockert di Grahadi, Surabaya, Kamis (12/2). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (12/2). Pertemuan membahas penguatan kerja sama strategis di sektor transportasi publik, pendidikan, energi, kesehatan, dan industri manufaktur.

Fokus utama pembahasan diarahkan pada dukungan Swedia terhadap pengembangan Surabaya Regional Railway Line (SRRL) sebagai tulang punggung transportasi massal di kawasan Surabaya dan sekitarnya. Proyek ini menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan yang kian meningkat.

Khofifah menegaskan, modernisasi transportasi publik merupakan bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan di Jawa Timur. Ia menilai Swedia memiliki pengalaman dan teknologi mumpuni dalam sistem transportasi terpadu, mulai dari manajemen operasional, ticketing elektronik, hingga solusi parkir dan mobilitas perkotaan.

“Pengalaman Swedia dalam pengelolaan transportasi publik sangat komprehensif. Ini potensial untuk mendukung pengembangan SRRL, termasuk sistem operasional dan integrasi layanannya,” ujar Khofifah.

Menurutnya, kolaborasi ini penting agar proyek SRRL tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik rel, tetapi juga pada sistem yang efisien, ramah lingkungan, dan terintegrasi dengan moda lain. Dampaknya diharapkan mampu mengurai kemacetan, menekan emisi karbon, serta meningkatkan produktivitas ekonomi kawasan aglomerasi Surabaya.

Selain transportasi darat, Khofifah menyebut Swedia telah memiliki rekam jejak investasi di Jawa Timur, termasuk sektor galangan kapal di Banyuwangi yang telah berjalan sekitar tiga dekade. Hal ini dinilai menjadi modal awal untuk memperluas kerja sama di sektor industri strategis lainnya.

Di bidang pendidikan, pembahasan mengerucut pada peluang beasiswa dan pertukaran akademik. Delegasi Swedia dijadwalkan mengunjungi Universitas Airlangga dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember guna menjajaki kerja sama pendidikan lanjutan, khususnya jenjang doktoral bidang kesehatan (Medical PhD).

“Beliau akan ke Unair dan ITS untuk membangun kerja sama beasiswa pendidikan di Swedia, utamanya jenjang Medical PhD,” jelas Khofifah.

Kerja sama pendidikan juga diarahkan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat menengah. Jawa Timur memiliki enam SMA Negeri Taruna berbasis boarding school yang disebut sebagai sekolah unggulan dengan siswa terbaik dari berbagai daerah. Pemprov Jatim berharap ada dukungan Swedia dalam peningkatan kompetensi bahasa Inggris dan penguatan wawasan global siswa.

Khofifah menilai kehadiran tim ahli dari Swedia dapat mempercepat implementasi proyek-proyek prioritas di Jawa Timur, baik melalui transfer teknologi maupun peningkatan kapasitas SDM. Ia berharap hasil pertemuan tersebut segera ditindaklanjuti secara teknis oleh tim dari kedua pihak.

“Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan diplomasi, tetapi juga memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan pembangunan di Jawa Timur,” tegasnya.

Sementara itu, Daniel Blockert menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan memperluas jejaring kerja sama Pemerintah Swedia dengan pemerintah daerah di Indonesia, khususnya Jawa Timur yang dinilai sebagai salah satu pusat ekonomi terbesar nasional.

“Banyak prioritas yang beririsan, seperti transportasi, energi, layanan kesehatan, dan manufaktur. Namun dalam waktu dekat, pendidikan dan transportasi umum menjadi fokus bersama,” ujarnya.

Di sektor transportasi, ia menyatakan kesiapan Swedia untuk berpartisipasi melalui teknologi dan pengalaman industri otomotif yang telah dikenal luas, termasuk merek seperti Scania dan Volvo yang produknya telah hadir di pasar Indonesia.

Terkait industri dan investasi, Blockert menyebut sejumlah perusahaan Swedia seperti IKEA, Electrolux, dan H&M telah beroperasi di Indonesia. Ia membuka peluang perluasan pasar maupun basis produksi di Jawa Timur seiring pertumbuhan sektor industri daerah.

“Kami akan membawa kabar ini kembali ke Swedia. Harapannya semakin banyak perusahaan yang berminat berinvestasi di Jawa Timur,” katanya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Kepala Misi Swedia Daniel Marshall-Heyman, Pejabat Politik Kedutaan Besar Swedia Natasha Kindangen dan Rasmus Vangedal, perwakilan perusahaan Swedia, serta jajaran kepala perangkat daerah Pemprov Jatim.

Kedua pihak sepakat menjadikan pertemuan ini sebagai langkah awal memperdalam kemitraan strategis berbasis teknologi, pendidikan, dan investasi berkelanjutan.

“Pertemuan ini hanyalah awal dari kerja sama strategis yang akan terjalin ke depan,” tutup Blockert.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru