Kirab KH Sholeh Darat Ditetapkan Agenda Tahunan, Pemkot Semarang Fokus Pendidikan Budaya

Kamis, 23 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kirab budaya KH Sholeh Darat di Lapangan Kuningan Semarang, Minggu (19/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kirab budaya KH Sholeh Darat di Lapangan Kuningan Semarang, Minggu (19/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kota Semarang menegaskan kirab budaya KH Sholeh Darat bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari kebijakan penguatan identitas dan pendidikan karakter masyarakat. Tradisi ini dipastikan menjadi agenda tahunan selama masa kepemimpinan Wali Kota Agustina Wilujeng.

Penegasan itu disampaikan saat kirab budaya digelar di Lapangan Kuningan, Semarang Utara, Minggu (19/4/2026). Tahun ini menjadi pelaksanaan kedua, sekaligus penanda komitmen keberlanjutan program berbasis budaya.

Agustina menilai kirab memiliki dampak luas, terutama dalam menjaga keterhubungan generasi muda dengan sejarah lokal. Di tengah arus modernisasi, penguatan identitas budaya dinilai penting untuk mencegah lunturnya nilai-nilai kearifan lokal.

“Ini bukan agenda sesaat, tetapi bagian dari ikhtiar merawat nilai dan sejarah yang harus terus hidup di tengah masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, kirab budaya juga berfungsi sebagai sarana pendidikan nonformal. Nilai-nilai perjuangan dan keteladanan KH Sholeh Darat dapat disampaikan secara kontekstual dan lebih mudah diterima publik, khususnya generasi muda.

“Kirab budaya adalah pendidikan luar sekolah tentang budaya. Pembangunan jiwa masyarakat harus berjalan beriringan dengan pembangunan fisik,” ujarnya.

Kebijakan ini menjadi respons atas kebutuhan pembangunan yang lebih holistik. Tidak hanya infrastruktur, pemerintah daerah juga menargetkan penguatan karakter masyarakat sebagai fondasi jangka panjang.

Kirab juga dinilai mampu mendorong partisipasi publik dan menggerakkan ekonomi lokal. Kegiatan ini melibatkan pelaku seni, pelajar, hingga UMKM yang turut meramaikan rangkaian acara.

Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya pada pelestarian budaya, tetapi juga berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat.

Selain itu, Pemkot Semarang juga terus mengawal pengusulan KH Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional. Upaya ini menjadi bagian dari pengakuan atas kontribusi tokoh lokal dalam sejarah kebangsaan.

Agustina menegaskan, konsistensi pelaksanaan kirab menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam menjaga jati diri kota. Semarang diharapkan tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga kuat secara nilai dan budaya.

“Pembangunan kota harus seimbang. Kita bangun infrastrukturnya, tapi juga kita jaga jiwa dan identitas masyarakatnya,” pungkasnya.

Penulis : Bandi

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru