PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Kota Probolinggo mendorong generasi muda terjun ke usaha perikanan melalui pelatihan kewirausahaan budidaya ikan. Sebanyak 50 pemuda mendapat paket sarana budidaya sebagai modal awal, dengan KKMP Pakistaji menjadi salah satu contoh usaha yang mampu mencatat omzet Rp63,5 juta dalam satu siklus budidaya lele selama empat bulan.
Pelatihan untuk regenerasi pembudidaya ikan tersebut digelar di Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Pakistaji, Selasa (13/10). Kegiatan dibuka Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, yang mengajak anak muda memanfaatkan potensi perikanan sebagai peluang membangun usaha mandiri.
Ina mengatakan, budidaya ikan air tawar seperti lele, nila, dan gurami dapat dikembangkan tanpa harus memiliki lahan luas. Dengan pengelolaan yang tepat, kegiatan tersebut bisa dimulai dari lingkungan rumah dan dikembangkan menjadi sumber penghasilan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap generasi muda tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga berani menciptakan lapangan kerja melalui usaha budidaya ikan. Manfaatkan betul ilmu yang diperoleh hari ini, sehingga nantinya bisa menjadi usaha mandiri yang menghasilkan,” ujar Ina.
Menurutnya, peluang usaha perikanan juga terbuka melalui pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah, seperti fillet, keripik, dan abon ikan. Pembudidaya dapat menjalin kerja sama dengan pelaku UMKM, koperasi, serta mitra usaha sektor pangan untuk memperluas pemasaran.
Ina juga menyoroti peluang kemitraan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai salah satu jalur pemasaran produk perikanan lokal.
“Kalau usaha ini dikelola secara mandiri, hasilnya bisa menjadi sumber penghasilan bagi keluarga. Jangan hanya berpikir bagaimana menjual ikan, tetapi pikirkan juga bagaimana mengembangkan produk dan membangun kerja sama agar usaha semakin berkembang,” tuturnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo, Fitriawati, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan manajerial agar dapat merencanakan dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Sebanyak 50 pemuda yang tergabung dalam kelompok Karang Taruna dari Kelurahan Jrebeng Wetan, Curah Grinting, dan Sumber Taman mengikuti kegiatan ini. Mereka mendapatkan paket sarana budidaya berupa satu kolam terpal, 100 kilogram pakan ikan, obat-obatan, serta 2.000 ekor benih ikan nila.
Selain itu, DKPPP menyerahkan secara simbolis paket induk ikan lele kepada pelaku usaha pembenihan. Paket tersebut terdiri atas lima ekor induk jantan dan dua ekor induk betina untuk mendukung produksi benih dan memperluas ketersediaan benih bagi pembudidaya pemula.
Pemilihan KKMP Pakistaji sebagai lokasi pelatihan memberi kesempatan kepada peserta untuk melihat langsung usaha budidaya yang telah berjalan. Berdasarkan laporan DKPPP, koperasi tersebut mengelola 24 kolam terpal untuk budidaya lele dengan omzet Rp63,5 juta dalam satu siklus usaha selama empat bulan.
Capaian tersebut menjadi gambaran potensi budidaya ikan apabila didukung pengelolaan yang baik, ketersediaan sarana produksi, dan akses pemasaran. Namun, omzet tersebut merupakan capaian usaha KKMP Pakistaji, bukan jaminan pendapatan bagi seluruh peserta pelatihan.
Pada kegiatan yang sama, KKMP Pakistaji menandatangani perjanjian kerja sama dengan SPPG Kanigaran 01 Kota Probolinggo. Kemitraan ini diharapkan memperluas peluang pemasaran hasil budidaya ikan lokal sekaligus memperkuat hubungan usaha di sektor pangan.
Ina berharap pelatihan tersebut berlanjut menjadi praktik usaha nyata melalui pendampingan dan kolaborasi berkelanjutan, sehingga semakin banyak pemuda yang tertarik menjadi pembudidaya ikan sekaligus wirausaha.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar