GROBOGAN, RadarBangsa.co.id – Program pembangunan Jembatan Perintis Garuda resmi diluncurkan secara nasional sebagai upaya memperluas akses infrastruktur bagi masyarakat di wilayah terpencil. Kegiatan launching tersebut digelar di Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Senin (9/3/2026), dan dihadiri Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin.
Peluncuran program tersebut dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) dan diikuti secara daring oleh jajaran TNI AD di berbagai daerah. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur penghubung bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi.
Dalam sambutannya, Presiden RI Prabowo Subiyanto menegaskan bahwa pembangunan jembatan perintis merupakan wujud nyata kehadiran negara untuk membantu masyarakat di daerah terpencil. Ia menilai infrastruktur dasar seperti jembatan dan jalan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan warga.
“Pembangunan jembatan ini adalah bentuk komitmen negara untuk memastikan seluruh rakyat Indonesia memiliki akses yang layak. Dengan adanya jembatan penghubung, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat dapat berjalan lebih baik,” ujar Presiden.
Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada TNI Angkatan Darat yang telah berperan aktif membantu pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, keterlibatan TNI menunjukkan sinergi antara pemerintah dan institusi pertahanan dalam mendukung pembangunan nasional.
“Terima kasih kepada TNI Angkatan Darat yang terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga kedaulatan negara tetapi juga membantu mengatasi berbagai kesulitan rakyat,” tambahnya.
Secara khusus, Kodam IV/Diponegoro mencatat telah membangun **39 unit jembatan perintis** secara bertahap di sejumlah kabupaten di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada tahap pertama, empat unit jembatan dibangun di Kabupaten Banyumas, Wonosobo, dan Wonogiri. Pembangunan kemudian berlanjut pada tahap kedua dengan 13 unit jembatan yang tersebar di berbagai wilayah, di antaranya Cilacap, Banjarnegara, Purworejo, Kebumen, Pekalongan, Tegal, Semarang, Grobogan, Rembang, Sleman, dan Magelang.
Sementara pada tahap ketiga, Kodam IV/Diponegoro membangun 20 unit Jembatan Armco, terdiri dari 13 unit di Kabupaten Pemalang, lima unit di Purbalingga, serta masing-masing satu unit di Kabupaten Kudus dan Banjarnegara.
Selain dukungan program dari pemerintah pusat, Kodam IV/Diponegoro juga menginisiasi pembangunan dua unit Jembatan Bailey secara swadaya di wilayah Kabupaten Purbalingga yang sebelumnya terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin mengatakan pembangunan jembatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mempermudah mobilitas masyarakat di daerah yang selama ini terisolasi.
“Dengan adanya jembatan ini, masyarakat dapat lebih mudah mengakses fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan kegiatan ekonomi warga,” jelas Achiruddin.
Ia menambahkan bahwa TNI akan terus mendukung program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama di wilayah yang membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur.
Penulis : Bandi
Editor : Zainul Arifin


















Komentar