JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Dominasi prestasi diraih jajaran Kodam IV/Diponegoro dalam ajang nasional Lomba Karya Jurnalistik (LKJ) TMMD Reguler ke-127 Tahun 2026. Keberhasilan ini bukan sekadar soal penghargaan, tetapi mencerminkan efektivitas komunikasi program pembangunan desa yang berdampak langsung pada layanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Pelaksanaan TMMD selama 30 hari di sejumlah wilayah, termasuk Brebes dan Kebumen, menjadi sorotan karena mampu mengintegrasikan pembangunan fisik dan edukasi publik. Program ini dinilai penting karena menyasar kebutuhan dasar warga desa, mulai dari akses infrastruktur hingga peningkatan kesadaran kesehatan.
Kodim 0713/Brebes tampil sebagai salah satu yang paling menonjol. Dandim 0713/Brebes meraih Juara I kategori Dansatgas, didukung pengelolaan informasi yang dinilai efektif dan transparan selama program berlangsung di Desa Cikuya. Sinergi dengan media juga menghasilkan Juara II kategori wartawan media elektronik serta Juara II kategori Dandim Pembina Wartawan Media Elektronik.
Waaster Kasad Bidang Ren dan Puanter, Brigjen TNI Jamaluddin, S.I.P., M.I.P., menegaskan bahwa publikasi memegang peran penting dalam menyukseskan program lintas sektor seperti TMMD.
“Publikasi yang baik membuat masyarakat tahu, memahami, dan ikut terlibat dalam pembangunan. Ini menjadi kunci keberhasilan TMMD, karena hasil kerja di lapangan bisa diketahui luas dan mendapat dukungan masyarakat,” ujar Brigjen Jamaluddin saat penyerahan penghargaan di Aula Jenderal A.H Nasution Mabesad, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Di Kebumen, pendekatan komunikasi digital menjadi pembeda. Kolaborasi dengan kreator konten Bobon Santoso mengantarkan kemenangan di kategori wartawan media sosial. Dandim 0709/Kebumen juga meraih Juara I kategori Dandim Pembina Wartawan untuk media cetak dan media sosial.
Menurut Brigjen Jamaluddin, inovasi komunikasi digital sangat dibutuhkan agar pesan pembangunan desa dapat diterima lebih luas, terutama generasi muda.
“Ketika informasi dikemas kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman, maka pesan pembangunan akan lebih mudah diterima masyarakat. Ini penting agar semangat gotong royong terus tumbuh,” katanya.
Selain capaian jurnalistik, dampak nyata TMMD terlihat dari pembangunan jalan dan jembatan yang mempermudah mobilitas warga. Akses ini berpengaruh langsung pada aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian, hingga percepatan layanan kesehatan di desa.
Program nonfisik seperti penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, dan edukasi sosial juga memperkuat kualitas hidup masyarakat. Dengan pendekatan terpadu, TMMD tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kapasitas warga.
Keberhasilan ini menegaskan bahwa komunikasi publik bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian strategis dari kebijakan pembangunan. Informasi yang terbuka dan mudah dipahami mendorong partisipasi masyarakat serta mempercepat pencapaian program pemerintah.
Prestasi Kodam IV/Diponegoro di tingkat nasional diharapkan menjadi model bagi daerah lain. Dengan kolaborasi kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan media, pembangunan desa dapat berjalan lebih efektif dan dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Lainnya:
- Kapolres Lamongan Ganjar Anggota Berprestasi, Pesan Keras: Kerja Bukan Cari Pujian
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- May Day 2026 di Lamongan: BPJS Ketenagakerjaan Fokus pada Perlindungan Pekerja
Penulis : Bandi
Editor : Zainul Arifin








