SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai menguatkan kolaborasi lintas elemen untuk menjawab persoalan krusial warga, mulai dari banjir hingga penguatan ekonomi. Wakil Bupati Mimik Idayana menggandeng organisasi alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai mitra strategis.
Langkah itu ditandai dengan pelantikan pengurus Korps Alumni HMI, Forum Alumni HMI-Wati, dan Himpunan Pengusaha KAHMI di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (30/4/2026). Pemerintah menilai kolaborasi ini penting untuk mempercepat solusi atas persoalan layanan publik yang belum tuntas.
Wabup Mimik menegaskan, kompleksitas pembangunan daerah tidak bisa hanya ditangani pemerintah. Keterlibatan organisasi masyarakat dinilai krusial, terutama dalam merumuskan kebijakan berbasis kebutuhan riil warga.
“Organisasi ini kami harapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan solusi pembangunan sekaligus mengawal agar pelaksanaannya transparan dan tepat sasaran,” ujarnya.
Isu banjir yang masih berulang serta penguatan ekonomi lokal menjadi fokus utama. Pemerintah membutuhkan gagasan inovatif dan pengawasan publik agar program berjalan efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Koordinator Presidium MD KAHMI Sidoarjo, Chairil Anwar, menegaskan kesiapan pihaknya untuk terlibat aktif. Ia menyebut persoalan infrastruktur, khususnya banjir, harus menjadi prioritas bersama karena berdampak luas pada aktivitas ekonomi dan kenyamanan warga.
“Kami siap mengkolaborasikan potensi alumni HMI untuk menghadirkan solusi konkret bagi Sidoarjo,” tegasnya.
Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menghasilkan program nyata seperti perbaikan drainase, penguatan UMKM, hingga advokasi kebijakan publik. Sinergi ini menjadi kunci agar pembangunan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Ini bukan sekadar pelantikan, tapi awal kerja bersama untuk memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan warga,” pungkas Mimik.
Lainnya:
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
- Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin








